Waspada! Kasus Covid-19 Masih Terus Bermunculan Dari Klaster Lama di Sukoharjo
Ilustrasi persebaran virus corona pemicu Covid-19 di udara. (Bisnis)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 Sukoharjo masih terus bermunculan dari sejumlah klaster lama. Tercatat ada empat klaster lama yang memunculkan kasus baru pada pekan ini.

Klaster tersebut yakni klaster keluarga asal Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, klaster karyawan rumah sakit Solo, karyawan badan usaha milik (BUM) Desa, dan klaster keluarga asal Desa Madegondo, Kecamatan Grogol.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan klaster keluarga Tiyaran kali pertama muncul pada pekan lalu. Kala itu, ada empat kontak erat lini pertama pasien positif yang tertular Covid-19.

Hasil Swab Keluar, 886 Orang Nakes dan Pegawai RSUD Sragen Bebas Covid-19

Kini, empat kontak erat lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster lama Sukoharjo itu setelah menjalani uji swab.

"Jumlah pasien positif klaster Tiyaran sebanyak sembilan orang. Bisa bertambah jika kontak erat lainnya juga terpapar Covid-19," kata Yunia kepada Solopos.com melalui telepon, Rabu.

Klaster karyawan rumah sakit Solo muncul beberapa pekan lalu. Kala itu, ada tiga karyawan rumah sakit yang terpapar Covid-19.

Penumpang Bandara Adi Soemarmo Solo Turun, Dampak PSBB Jakarta?

Terjadi transmisi atau penularan terhadap kontak erat pasien positif Covid-19 dari klaster lama Sukoharjo tersebut pada pekan ini. Sehingga jumlah total pasien positif dari klaster rumah sakit swasta Solo sebanyak 11 orang.

Sedangkan klaster karyawan BUM Desa bertambah empat pasien positif. Sebelumnya, ada tiga karyawan BUM Desa yang terinfeksi Covid-19.

Isolasi Mandiri

"Transmisi Covid-19 tak hanya anggota atau kerabat keluarga melainkan juga warga setempat. Seperti yang terjadi pada klaster keluarga asal Madegondo, Kecamatan Grogol," ujar Yunia.

Tingkatkan Kualitas Layanan Jalur Logistik, Kementerian PUPR Lakukan Revitalisasi Drainase Jalan Nasional

Gugus tugas tingkat kecamatan Kabupaten Sukoharjo telah berupaya keras untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dari klaster lama tersebut.

Petugas medis langsung mengambil sampel cairan tenggorokan pada kontak erat lini pertama pasien positif. Begitu juga dengan kontak erat lini kedua dan ketiga langsung isolasi mandiri.

"Masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dalam rumah selama 10 hari tak boleh setengah-setengah agar tak menularkan virus ke orang lain. Pengurus rukun tetangga akan mengawasi isolasi mandiri," paparnya.

3 Buruh Sukoharjo Belum Terima Bantuan Subsidi Upah Karena Rekening Invalid, Ini Penjelasan BPJS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini menyerukan agar masyarakat menaati regulasi penanganan Covid-19, terutama pembatasan jumlah peserta kegiatan sosial budaya.

Yunia tak ingin kembali muncul klaster hajatan pernikahan, seperti yang terjadi pada pernikahan warga Desa Lawu, Nguter, beberapa pekan lalu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo, Havid Danang Purnomo, meminta para pelaku usaha dan masyarakat mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas luar rumah.

Karyawan maupun pengunjung restoran wajib memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom