Waspada DBD, Jentik-Jentik Masih Ditemukan di Bak Mandi Warga Colomadu Karanganyar
Camat Colomadu, Eko Budi Hartoyo, bersama Puskesmas Colomadu I dan II memeriksa kondisi bak air yang ada di rumah warga Sabtu (6/6/2020). (Istimewa/Pemerintah Kecamatan Colomadu)

Solopos.com, KARANGANYAR – Warga bersama Pemerintah Kecamatan Colomadu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak, Sabtu (6/6/2020). Kegiatan itu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus DBD di Colomadu.

Dalam kegiatan itu ditemukan masih banyak jentik-jentik di bak mandi dan penampungan air akibat kurangnya kesadaran masyarakat. Camat Colomadu, Eko Budi Hartoyo, menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di wilayah kecamatan dengan didampingi kader PSN.

Kegiatan dilakukan lantaran tingginya kasus demam berdarah dengue atau DBD di wilayah Colomadu. Dia yakin PSN merupakan kegiatan paling efektif untuk mencegah penularan DBD.

“Hari ini tadi kami juga mengecek kondisi bak mandi rumah-rumah warga di desa. Ternyata memang kedisiplinannya untuk PSN itu kurang. Kami masih menemukan banyak jentik-jentik nyamuk di tempat-tempat tersebut. Makanya karena kasus kemarin kami galakkan lagi kesadaran masyarakat melalui PSN serentak ini,” ujar dia kepada Solopos.com, Sabtu (6/6/2020).

Cerita Pedagang di Selter Manahan Solo Waswas Diteror Ular Muncul dari Atap

Fogging

Pemerintah Kecamatan Colomadu juga menggelar fogging yang dilakukan anggota tim SAR kecamatan. Hingga saat ini ada dua desa yang sudah di-fogging, yakni Desa Malangjiwan dan Desa Ngasem. Rencananya, desa berikutnya yang akan di-fogging adalah Desa Blulukan.

“Jadwalnya kami urutkan. Kemarin sudah ada dua desa, rencananya mau tiga desa lagi berikutnya. Tapi kan fogging itu prosesnya lama. Sementara Blulukan dulu berikutnya. Kalau cukup waktunya dilanjutkan ke dua desa lainnya,” imbuh Eko.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Colomadu I, Tri Sulistyowati, mengatakan selama proses PSN pihaknya mengambil sampel di Banukan, Klegen, Malangjiwan. Pihaknya masih menemukan jentik-jentik di rumah warga.

Remaja 13 Tahun Asal Karanganom Klaten Sembuh dari Covid-19

Dia juga melihat warga belum sepenuhnya menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) untuk mengantisipasi ancaman DBD di Colomadu. Berdasarkan sampel yang diambil, angka bebas jentik di Malangjiwan mencapai 95 persen.

“Kami juga mengimbau kepada warga agar PSN itu terus digiatkan. Jadi nanti berfungsi untuk mengendalikan kasus DBD,” beber dia.

Sebelumnya, kasus DBD di Kecamatan Colomadu, Karanganyar mengalami lonjakan hampir mencapai 100 kasus di pertengahan 2020. Berdasarkan data dari Puskesmas Colomadu I dan Colomadu II, total angka kasus DBD di Kecamatan Colomadu mencapai 92 kasus sejak awal 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho