Waspada, Belasan Pohon di Bantul Ambruk dalam Hitungan Jam

Ada dua kapanewon (kecamatan) di Bantul yang rawan bencana pohon tumbang. Warga diminta untuk memangkas pohon yang terlalu rimbun dan rawan tumbang.

 Tim BPBD Bantul bersama sejumlah sukarelawan melakukan evakuasi sejumlah pohon tumbang di wilayah Bantul pada Selasa (7/12/2021). (Istimewa/BPBD Bantul)

SOLOPOS.COM - Tim BPBD Bantul bersama sejumlah sukarelawan melakukan evakuasi sejumlah pohon tumbang di wilayah Bantul pada Selasa (7/12/2021). (Istimewa/BPBD Bantul)

Solopos.com, BANTUL — Belasan pohon kembali bertumbangan di Bantul, DIY, setelah diguyur hujan lebat yang sesekali disertai angin kencang. Banyaknya pohon tumbang ini merusak sejumlah rumah dan menyebabkan mobilitas terganggu.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli, menjelaskan kejadian pohon tumbang banyak terjadi di dua wilayah. Yakni Kapanewon (Kecamatan) Banguntapan dan Kapanewon Sewon.

“Hujan sedang hingga lebat disertai angin yang terjadi sejak pukul 14.30 WIB memberikan dampak bagi sebagian wilayah Kabupaten Bantul, yakni Kapanewon Banguntapan dan Sewon,” ujarnya pada Selasa (7/12/2021).

Berdasarkan catatan Agus, sedikitnya 15 pohon tumbang yang tersebar di berbagai lokasi terutama di dua kapanewon tersebut. “Total pohon tumbang 15 titik yang berdampak pada tergangunya jalan, jaringan listrik, dan rusak rumah,” terang Agus.

BPBD Bantul langsung mengerahkan petugas ke berbagai lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

Masih banyaknya kejadian pohon tumbang di wilayah Bantul membuat BPBD Bantul kembali mengingatkan masyarakat untuk memangkas pohon yang dinilai rawan tumbang. Kegiatan ini dapat mengurangi risiko pohon tumbang saat diterpa hujan dan angin kencang

“Apabila ada pohon yang sudah lebat, itu mohon untuk dipangkas. Kedua kalau ada pohon yang kelihatan rapuh, sudah tua itu malah diganti dengan pohon yang muda,” tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Batalkan PPKM Level 3, Pemkot Jogja Tetap Lakukan Pengetatan

Agus juga mewanti-wanti warga untuk membersihkan saluran irigasi dan melakukan langkah preventif lain khususnya bagi warga yang tinggal daerah rawan bencana.

“Warga harus rajin membersihkan saluran di lingkungan masing masing. Sementara jauhi bantaran sungai dan tebing-tebing yang rawan longsor,” pungkasnya.

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Sempat Tertahan 2 Hari, Tumpukan Sampah di Sleman Mulai Masuk Piyungan

Setelah sempat tertahan dua hari, secara bertahap sampah-sampah dari 13 depo sampah di wilayah Sleman mulai diangkut ke TPA Piyungan.

1.800 Liter Minyak Goreng Murah Didistribusikan di Bantul

Sebanyak 1.800 liter minyak goreng murah telah didistribusikan melalui operasi pasar di Bantul. 

Sunday Morning Cara Sendangadi Sleman Gerakkan Perekonomian Masyarakat

Sunday Morning untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Sendangadi Sleman tersebut diikuti lebih dari 96 stand bazar.

Korsleting, Api Hanguskan Toko Plastik dan Bahan Roti di Pakem Sleman

Kerugian dari peristiwa kebakaran di Pakem, Sleman, tersebut masih belum bisa diprediksi.

2 Warga Ponggok Ini Diduga 5 Tahun Jualan Bakso Ayam Tiren di Bantul

Pasangan suami istri asal Dusun Ponggok 2, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, diduga telah lima tahun berjualan bakso ayam tiren di Bantul.

Produsen Bakso Ayam Tiren di Bantul Sehari Bikin 30 Kg

Prosuden bakso ayam tiren di Bantul diperkirakan memproduksi 30 kg daging per hari.

Banyak Anak di Jogja Nikah Muda, Gegara Hamil Duluan?

Tren anak usia sekolah menikah muda di Jogja masih eksis, termasuk selama pandemi Covid-19 bergulir.

Ini Jalan yang Akan Diperbaiki Pemprov DIY Awal Tahun 2022

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY menyampaikan rencana peningkatan jalan Gito-Gati tahap kedua tahun ini.

Buntut Viral Parkir Nuthuk, Petugas Parkir di Jogja Minta Ini ke Pemkot

Petugas parkir se-Yogyakarta yang tergabung dalam FKPPY mendesak Pemkot Yogyakarta segera menertibkan parkir liar buntut insiden parkir nuthuk Rp350.000 beberapa waktu lalu.

Miris! Ribuan Pekerja Rokok di Daerah Ini Tak Dapat BLT Cukai Rokok

Ribuan pekerja pabrik rokok di Yogyakarta kehilangan hak mendapatkan BLT Cukai Rokok karena pemerintah menggunakan DTKS Kemensos untuk mendata calon penerima.

Waduh! Bakso Ayam Tiren Bantul Dijual ke Pasar di Jogja, Ini Lokasinya

Bakso yang diduga dibuat dari daging ayam tiren, atau bangkai ayam di Bantul dijual ke sejumlah pasar tradisional di Kota Jogja.

Bakso Ayam Tiren Dibuat di Bantul, Polisi Gerebek Rumah Produksi

Polisi menggerebek rumah produksi atau pembuatan bakso dari daging ayam tiren di Kabupaten Bantul.

Jalan Solo Jadi Lokasi Balap Liar, Polres Sleman Tempatkan Personel

Aksi balap liar di Jalan Solo, Depok, Sleman viral di media sosial. Polres Sleman melakukan antisipasi dengan menempatkan anggota untuk berjaga di wilayah rawan balap liar.

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 2,5 Km Jumat Sore

Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas ke arah barat daya sejauh 2,5 km. Sementara tidak ada lava pijar yang keluar.

Viral Parkir Nuthuk, Bus Pariwisata Masuk Jogja Lebih Diperketat

Pemkot Jogja akan lebih memperketat masuknya bus pariwisata ke wilayahnya menyusul adanya indikasi penerapan parkir yang nuthuk.