Warung PKL di Gang Sekitar RSUD Dr. Moewardi Solo Segera Digusur
Suasana Gang RC. Prof. Dr. Soeharso di seitar RSUD Dr. Moewardi, Jebres, Solo. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO – Keberadaan warung liar di sekitar kawasan RSUD Dr. Moewardi Solo menjadi masalah. Puluhan bangunan di gang sempit sisi barat dan timur rumah sakit tersebut menjadi pusat keramaian yang membuat warga sekitar enggan melintas.

Adanya bangunan yang memadati sepanjang gang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana menertibkan PKL. Mereka yang tidak memiliki bangunan berizin mendapatkan sosialisasi dari Satpol PP dan diberi tenggat sampai 30 Juni 2020.

Kronologi Lengkap Kematian Ashraf Sinclair: Meninggal di Tempat Tidur

Deretan warung pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan makanan itu menjadi pusat keramaian keluarga pasien dan pegawai rumah sakit. Mereka biasa makan di tempat atau membeli makanan untuk dibawa ke rumah sakit.

Saking ramainya, warga sekitar sampai enggan melintasi jalan tersebut. Padahal, jalan itu merupakan jalur utama menuju Gang RC. Prof. Dr. Soeharso, di Jebres, Solo.

Ketua RT 003/RW 028, Kelurahan Jebres, Solo, Sumramto, 65, mengatakan, dulu para PKL itu berjualan sampai di depan RSUD Dr. Moewardi.

“Rumah sakit berkembang dan para pedagang yang berjualan di Solo Paragon ikut pindah. Dulu mereka berjualan hingga depan rumah sakit,” katanya kepada Solopos.com, saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/2/2020).

Kesaksian Siswa SMPN 1 Turi Sleman Selamat dari Tragedi Susur Sungai: Air Tiba-Tiba Datang dari Atas

Keberadaan PKL yang menganggu akses pejalan kaki membuat manajemen rumah sakit mendirikan bangunan pada sisi timur rumah sakit untuk tempat berdagang. Kini, bangunan itu ditempati sekitar 20-an PKL.

Perkembangan rumah sakit berdampak positif bagi ekonomi para PKL. Akibatnya, banyak PKL dari luar daerah yang ikut mengais rezeki di sana. Mereka merenovasi bangunan hingga jalanan semakin sempit.

“Dulu banyak sekali pejalan kaki dan jalan bisa dilalui bus menuju RC. Saking sempitnya jalan, pihak RC menutup akses jalan secara permanen pada awal 2000,” terang Sumramto.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho