Warga Tolak Penambangan Emas PT Alexis, Komisi III DPRD Wonogiri: Laporkan!

Komisi III DPRD Wonogiri mempersilakan warga yang menolak rencana penambangan emas PT Alexis Perdana Mineral (APM) di Blok Randu Kuning, Desa Jendi dan Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri melaporkan secara resmi ke DPRD setempat untuk menyuarakan aspirasi mereka.

 Petani bawang merah tengah menyirami tanamannya di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jumat (9/9/2022). Salah satu alasan warga menolak rencana pertambangan emas PT APM lantaran dinilai akan merusak lingkungan, termasuk pertanian milik warga Jendi. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Petani bawang merah tengah menyirami tanamannya di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jumat (9/9/2022). Salah satu alasan warga menolak rencana pertambangan emas PT APM lantaran dinilai akan merusak lingkungan, termasuk pertanian milik warga Jendi. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi III DPRD Wonogiri mempersilakan warga yang menolak rencana penambangan emas PT Alexis Perdana Mineral (APM) di Blok Randu Kuning, Desa Jendi dan Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri melaporkan secara resmi ke DPRD setempat untuk menyuarakan aspirasi mereka. Di sisi lain, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyebut penolakan warga tidak bisa menjadi dasar penghentian rencana pertambangan tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Wonogiri, Sriyanto, mengatakan sampai saat ini belum ada aduan atau laporan resmi yang masuk ke DPRD terkait penolakan warga terhadap rencana pertambangan emas PT Alexis di Blok Randu Kuning. Namun, penolakan tersebut wajar terjadi karena warga mengetahui kondisi di lapangan terkait dampak langsung kepada mereka, baik dampak positif maupun negatif dari keberadaan tambang itu

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Bisa jadi penolakan itu lokal di sana [Desa Jendi]. Tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan laporan resmi soal penolakan itu. Biasanya kan ada surat,” kata Sriyanto saat ditemui Solopos.com di Kantor DPRD Wonogiri, Kamis (8/9/2022).

Menurut dia, warga bisa saja menyuarakan aspirasi secara resmi ke lembaga legislatif sebagai wakil rakyat. Hanya, kewenangan perizinan bukan kewenangan pemerintah daerah Wonogiri melainkan pemerintah provinsi.

Jika nantinya ada laporan yang masuk ke DPRD terkait penolakan tersebut, DPRD hanya bisa menyalurkan aspirasi itu kepada yang berwenang. Sebagai wakil rakyat, DPRD Wonogiri tetap akan terus memantau suara dan pergerakan masyarakat.

Baca Juga: Ketika Warga Jendi Wonogiri Kian Waswas saat PT Alexis Ingin Tambang Emas

“Kalau warga keberatan [rencana pertambangan emas PT Alexis], kami bisa menyalurkan suara penolakan itu secara kelembagaan. Kami sekadar menampung suara dari warga karena masalah tambang itu kewenangan pemerintah provinsi. Tentu harus sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Wonogiri itu.

Seperti diketahui, PT APM yang sahamnya dikuasai Far East Gold dari Australia itu berencana menambang emas di Blok Randu Kuning. Warga Desa Jendi menolak keras rencana pertambangan tersebut lantaran dinilai akan berdampak negatif terhadap lingkungan, sosial, dan kultural.

Selain itu, warga juga enggan direlokasi. Mereka tetap ingin berada di Desa Jendi yang sudah ditempati turun temurun dari nenek moyang.

Suara penolakan itu sudah santer terdengar sejak kali pertama PT APM melakukan eksplorasi pada awal 2010. Memasuki 2017, PT APM berencana melanjutkan ke tahap produksi. Namun analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) ditolak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2018.

Baca Juga: Wonogiri Bagian Selatan Pusat Kawasan Industri, Sudah Tarik Investor?

Kini perusahaan itu kembali berencana melanjutkan rencana pertambangan di Blok Randu Kuning. Saat ini, PT APM diketahui tengah berada di tahap meminta saran, pendapat, dan tanggapan (SPT) dari masyarakat sebagai bahan kajian dan telaah dalam proses penyusunan amdal kembali.

Kamis (1/9/2022), PT APM menggelar sosialisasi di tiga dusun, yaitu Desa Bulu, Geran, dan Nglenggong Desa Jendi. Pada kesempatan itu, warga sepakat menolak rencana pertambangan emas PT APM tersebut.

Salah satu warga Desa Jendi, Umar Dani, mengatakan rencana operasi produksi pertambangan emas PT APM berjalan akan berdampak negatif secara masif, terutama pada lingkungan dan masyarakat.

Menurut dia, rencana pertambangan emas PT APM sangat tidak layak untuk dilanjutkan. Sebab, area pertambangan itu dekat dan bahkan berada di pemukiman. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Maka tidak alasan untuk tidak menolak rencana pertambangan tersebut.

Baca Juga: Segini Penghasilan Harian Penambang Emas Tradisional di Jendi Wonogiri

Perihal PT APM menjanjikan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan cara menjadi karyawan, hal itu tidak bisa menjadi jaminan. Pun jika ada memang direkrut, jumlahnya  tidak seberapa. 

“Untuk bekerja di pertambangan besar, tentu harus ada syarat dan kualifikasi khusus. Sehingga tidak mungkin, banyak warga desa yang akan menjadi karyawan. Lagi pula, kalau tambangnya sudah selesai kan yang kerja selesai juga,” ujar Umar.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan penolakan warga yang disampaikan pada kegiatan sosialisasi amdal rencana pertambangan dan pengolahan emas  di Blok Randu Kuning yang berlangsung di tiga dusun, yaitu Dusun Geran, Bulu, dan Nglenggong, itu tidak bisa menjadi bahan acuan. 

“Proses sosialisasi itu urgensinya bukan menolak atau menerima. Itu tahapan yang harus dilakukan dalam proses perizinan dan penyusunan Amdal. Bukan masalah setuju atau tidak setuju. Urgensinya tidak ke sana. Masyarakat punya hak apapun. Tapi pemerintah punya otoritas. Kalau semua penahapan disetujui kan selesai. Jadi enggak ada masalah,” kata Jekek sapaan akrabnya saat ditemui Solopos.com di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (5/9/2022).

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Pemkab Boyolali Gelar Pengajian Maulid Nabi, Sekda: Terbesar Seusai Pandemi

      Sekda Boyolali meminta semua elemen untuk meramaikan kegiatan tersebut, baik warga muslim atau nonmuslim.

      Waspada, Sudah 207 Pohon Tumbang di Sragen Akibat Angin Kencang

      Kepala BPBD Sragen Agus Cahyono menyatakan jalur angin di Sragen berada di Kecamatan Plupuh, Tanon, Kedawung, Gondang, dan Sambirejo.

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.