Tutup Iklan
Warga Sragen Berdesak-Desakan Beli Seragam Sekolah, Sudah Lupa Corona?
Puluhan warga berkerumun tanpa jaga jarak di depan meja pelayanan pembelian seragam sekolah di Toko Sukowati Sragen milik Pemkab Sragen, Sabtu (4/7/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SOLO — Puluhan warga Sragen berdesak-desakan di Toko Sukowati, Sragen, untuk membeli seragam sekolah, Sabtu (4/7/2020). Toko di Jl. Raya Sukowati Sragen Kota, Sragen, tersebut menjadi unit usaha PT Sragen Trading & Investment (Gentrade).

Toko itu menjual aneka kain dan baju batik produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sragen. Puluhan warga mendatangi toko itu, Sabtu, seperti saat momentum Lebaran.

Warga Sragen yang berdesak-desakan itu bukan untuk membeli baju baru. Tetapi, untuk membeli seragam sekolah bagi anak-anak mereka yang diterima di SMP, SMA, dan SMK.

Hanya 2 Kecamatan di Sukoharjo Zona Hijau Covid-19

Para warga yang didominasi kaum Hawa itu masuk toko untuk membeli kain batik jenis ceplok pidekso yang digunakan untuk seragam sekolah. Mereka tampak berjubel dan berkerumun.

Bahkan petugas pelayanan pun sampai tidak kelihatan saking dikerumuni warga. Mereka seolah lupa dengan protokol kesehatan jaga jarak yang selalu diserukan Pemkab Sragen di masa kenormalan baru (new normal).

Lampu flash dari kamera wartawan beberapa kali terlihat saat mengabadikan momentum kerumunan warga itu. Beberapa saat kemudian, ada petugas yang berteriak supaya warga jaga jarak.

Duit Rp19 Juta Milik Bakul Sayur Pasar Legi Solo Digondol Maling, Padahal untuk Daftar Kuliah Anak

Sudah Diperingatkan Beberapa Kali

“Kalau tidak jaga jarak jangan dilayani dulu. Yang tidak berkepentingan supaya keluar toko,” ujar petugas keamanan toko, Suwarno, 40, kepada kerumunan warga itu.

Pelayanan pembelian seragam dibuka di Toko Sukowati sejak 1 Juli 2020. Pengelola toko sudah mengarahkan kepada pembeli untuk mentaati protokol kesehatan.

“Kami sudah coba pakai kartu antrean tetapi sulit. Mereka ingin segera dapat seragam karena takut kehabisan. Ada lebih dari 10 sekolah yang pembelian seragamnya dilakukan di Toko Sukowati,” kata Suwarno saat ditemui wartawan, Sabtu siang.

Polisi Ungkap Kondisi Kejiwaan Tersangka Pembunuhan Pakai Racun Tikus di Solo

Kendati peringatan beberapa kali dilontarkan hanya sejumlah kecil warga Sragen, yang awalnya berdesak-desakan, mau keluar toko. Beberapa warga lainnya memilih membuat antrean memanjang di depan meja pelayanan.

Plt. Direktur PT Gentrade, Haryanti, mengaku sudah menyiapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya. Hariyanti pun sudah mengarahkan petugas supaya ketat dalam pengaturan jaga jarak.

“Namun kembali lagi ke warga juga. Memang ada sejumlah sekolah yang pembelian seragamnya di serahkan ke Toko Sukowati karena sebelumnya kami sudah berkirim surat ke sekolah-sekolah. Kami menyediakan seragam batik, OSIS, dan pramuka. Namun, tidak semua sekolah bekerja sama dengan kami,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho