Waduuuh! Tiga Pasien Covid-19 Sukoharjo Terdeteksi Kontak Erat dari Kudus

Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo menemukan tiga kasus positif Covid-19 memiliki riwayat kontak dari Kudus. Hal itu dari hasil tracing yang dilakukan petugas kesehatan.

 Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo menemukan tiga kasus positif Covid-19 memiliki riwayat kontak dari Kudus. Hal itu dari hasil tracing yang dilakukan petugas kesehatan terhadap tiga kasus Corona di Sukoharjo.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati menyebut tiga kasus memiliki riwayat dari Kudus, yaitu satu pasien diketahui sebelumnya melakukan perjalanan ke sana. Kemudian dua kasus pasien positif Corona lainnya memiliki riwayat kontak dengan tamu dari Kudus saat menggelar hajatan.

"Ada dua kasus yang kita temukan memiliki riwayat kontak dari Kudus. Dua kasus ini satu di Mojolaban dan satu di Nguter," kata Yunia, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Klaster Masjid di Paulan, 94 Warga Terinfeksi Covid-19

Namun demikian, Yunia belum mengetahui apakah kasus positif ini dari varian baru atau bukan. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium apakah temuan kasus tersebut varian baru atau tidak.

Yunia mengatakan saat ini kasus harian positif corona di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan tren tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya rata-rata kasus positif Corona berasal dari klaster keluarga dan hajatan. Yunia pun berpesan agar warga Sukoharjo tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjauhi kerumuman. Hal itu untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa, meminta pada warga Sukoharjo untuk tidak memaksakan diri pergi ke daerah zona merah demi menghindari penyebaran virus Corona. Sebab sekarang masih pandemi virus Corona.

Selain itu bagi warga Sukoharjo yang baru saja pergi dari daerah zona merah dan pulang lagi ke Sukoharjo diminta melapor ke petugas desa atau RT dan RW setempat. Apabila memiliki riwayat sakit dengan gejala virus Corona juga harus melapor ke petugas dan menjalani isolasi mandiri.

"Jangan sampai mereka pulang dan membawa virus Corona dan menulari anggota keluarganya," lanjutnya.

Pemantauan terkait virus Corona sudah dilakukan Satgas Covid-19 dengan melibatkan petugas sampai tingkat desa dan kelurahan. Bahkan diperketat lagi di lingkungan RT dan RW dengan melibatkan pengurus setempat.

Baca Juga: Rebana Demak Sukses Persatukan Keberagaman Budaya

Pergerakan aktivitas ini warga sangat rawan apabila keluar masuk daerah dengan status zona merah. Pemkab Sukoharjo tidak ingin kecolongan dengan lonjakan kasus seperti daerah lain, salah satunya dari Kudus dimana terjadinya peningkatan angka positif virus Corona sangat tinggi.

"Perhatian pemerintah pusat sekarang memang mengarah ke Kabupaten Kudus dimana ada lonjakan kasus positif virus Corona disana. Pemkab Sukoharjo sendiri melakukan antisipasi dengan pemantauan pendatang dan pergerakan orang yang keluar masuk daerah zona merah dan keluar masuk ke Sukoharjo," ujarnya.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.