Waduuuh! 10 Hektare Lahan Padi di Wonogiri Diserang Wereng
Warga tengah mencari rumput di lahan persawahan Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Rabu (3/3/202I). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Beberapa lahan pertanian padi di Kabupaten Wonogiri dilaporkan diserang hama wereng. Kemunculan hama itu masih dinilai aman karena tidak menyerang lebih dari lima persen dari keseluruhan lahan padi di Wonogiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, ada dua kecamatan yang lahan pertanian padinya diserang hama wereng yakni Kecamatan Selogiri dan Eromoko. Adapun luas lahan padi yang saat ini diserang hama seluas 10 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada serangan hama jenis wereng batang cokelat. Laporan itu berasal dari para petani di Kecamatan Selogiri dan Eromoko.

Baca Juga: Gegara Utang Rp50.000, Pria Mabuk Ngamuk Sayat 4 Orang Pakai Pisau di Sragen

"Serangan hama yang paling banyak memang dari jenis wereng batang coklat. Wereng yang ada di Wonogiri ini berasal dari daerah lain seperti Sukoharjo dan Klaten. Karena dua daerah itu endemik wereng batang cokelat," kata dia ruang kerjanya Rabu (3/3/2021).

Berdasarkan data serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pengendalian Dispertan Wonogiri periode pengamatan 16-28 Februari 2021, ada sepuluh hektar tanaman padi diserang wereng batang cokelat.

Dengan rincian, sembilan hektar tanaman padi varietas Mikongga di Kecamatan Selogiri dan satu hektar lahan padi varietas Ciherang di Kecamatan Eromoko. Sementara itu, luas lahan yang ditanami padi di Kecamatan Selogiri seluas 1.983 hektare. Sedangkan luas lahan yang ditanami padi di Eromoko seluas 722 hektar.

"Dengan jumlah lahan yang diserang segitu, masih terkendali dan aman. Karena tidak mencapai lima persen dari luas lahan yang ditanam padi," ungkap dia.

Laporan

Melihat fenomena itu, Safuan mengaku telah menerjunkan petugas di dua lokasi tersebut setelah mendapatkan laporan dari para petani. Para petugas lapangan melakukan penyemprotan pestisida guna menanggulangi hama wereng.

Ia mengatakan, jika di suatu daerah ada serangan hama diharapkan petani bisa melaporkan, baik melalui media sosial, petugas penyuluh lapangan (PPL) maupun Balai Penyuluh Pertanian di setiap kecamatan. PPL nantinya meneruskan laporan kepada petugas pengendali organisme tumbuhan (POPT). Kemudian dilakukan penanganan seperti penyemprotan pestisida.

Baca Juga: Jagal Satu Keluarga Di Baki Sukoharjo Minta Keringanan Hukuman Seumur Hidup

Menurut dia, laporan yang cepat perlu dilalukan agar serangan tidak meluas. Karena potensi pengurangan produksi dari tanaman yang diserang bisa mencapai 100 persen. Di Wonogiri, kali terakhir terjadi serangan hama paling parah pada 2010. Pada kali ini masih tergolong kecil, tidak sporadis.

"Gerakan pengendalian hama juga dilakukan petugas setiap harinya. Kami juga menyarankan para petani yang lahannya diserang wereng batang cokelat untuk memanen padinya lebih awal. Hal itu untuk meminimalkan potensi kerugian besar yang dialami petani," kata Safuan.



Berita Terkini Lainnya








Kolom