Virus Corona Mengancam, Tempat Wisata Di Wonogiri Tetap Ramai
Pengunjung memadati Tempat Wisata Pasar Doplang Slogohimo, Wonogiri, Minggu (15/3/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Virus corona (Covid-19) masih mengancam keselamatan masyarakat. Kendati begitu, tempat wisata di Wonogiri tetap ramai.

Warga Wonogiri menjalani aktivitas seperti biasa, seperti berwisata. Tempat wisata ikonik di Wonogiri tetap ramai dikunjungi meski jumlah pengunjung turun dibanding pada akhir pekan sebelumnya.

Bahkan, jumlah pengunjung di Wisata Pasar Doplang, Slogohimo, menembus lebih dari 1.000 orang. Padahal, Slogohimo menjadi kecamatan pertama di Wonogiri yang sempat terdapat pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect corona.

Virus corona yang mengancam tak menyurutkan semangat warga untuk mengunjungi pasar wisata kuliner yang menyajikan berbagai penganan dan kuliner tradisional Wonogiri itu.

Melacak Mata Rantai Penyebaran Virus Corona di Solo

Pengunjung dan pedagang "diharamkan" memakai plastik dalam mengemas makanan. Alat transaksi yang digunakan pun menggunakan kepingan kayu. Tempat wisata yang dibuka beberapa tahun lalu itu kini menjadi ikon Slogohimo.

virus corona mengancam
Pengunjung cuci tangan sebelum masuk Tempat Wisata Pasar Doplang Slogohimo, Wonogiri, Minggu (15/3/2020). (Istimewa)

Pengelola Wisata Pasar Doplang, Abdul Wahid Ahmadi, kepada Solopos.com, Minggu (15/3/2020), menyampaikan tempat wisata yang dikelolanya buka setiap Minggu pukul 06.00 WIB-10.30 WIB. Pengelola memutuskan Minggu itu tetap buka meski berembus informasi ada pasien dalam pengawasan corona yang sempat dirawat di RS Amal Sehat Slogohimo.

Sekolah Se-Jateng Libur 2 Pekan, Diperpanjang Jika Ada Kasus Corona Baru

Keputusan itu diambil setelah pengelola berkonsultasi dengan RS Amal Sehat, puskesmas, dan pemerintah kecamatan beberapa hari sebelumnya. Semua pihak tak mempermasalahkan tempat wisata tetap buka selama pengelola mengambil langkah-langkah pencegahan dari virus corona yang masih mengancam keselamatan warga.

Upaya Pencegahan Corona

"Lalu kami menyiapkan upaya pencegahan dengan membangun instalasi cuci tangan menggunakan paralon. Air kami ambil dari bak. Instalasi dipasang di dua pintu masuk barat dan timur. Masing-masing paralon kami lubangi delapan titik. Di tempat itu kami siapkan empat botol sabun antiseptik cair," kata Abdul.

Dia tak menyangka jumlah pengunjung Minggu tersebut tetap ramai meski turun sekitar 10 persen dibanding Minggu sebelumnya. Kendati demikian jumlah mereka tetap menembus 1.000 orang.

Pernikahan dengan Anak 7 Tahun Bikin Pemilik Ponpes Semarang Bermasalah

Lokasi wisata seluas 3.500-4.000 m2 sebenarnya hanya bisa menampung 800-an pengunjung. Namun, setiap buka, termasuk Minggu ini, pengunjung membeludak sampai duduk di sembarang tempat.

Dia menilai jumlah pengunjung sedikit turun karena kemungkinan belum mendapat informasi bahwa Wisata Doplang tetap buka. Beberapa hari sebelumnya beredar kabar Wisata Pasar Doplang tutup.

Petugas memastikan seluruh pengunjung cuci tangan menggunakan sabun sebelum masuk lokasi wisata. Setelah cuci tangan mereka diharuskan mengeringkannya dengan tisu sekali pakai.

Solo Semi Lockdown, Prosesi Ibadah akan Disederhanakan

Sampah tisu harus dibuang di tempat yang sudah disediakan. Abdul mengklaim setiap pengunjung melaksanakan protokol itu.

"Seluruh pedagang [56-60 orang] yang aktif kami minta menyiapkan bak berisi air untuk cuci tangan pengunjung maupun pedagang sendiri," imbuh Abdul.

Pada saat yang sama petugas dari RS Amal Sehat dan puskesmas memberi sosialisasi seputar virus corona. Selain itu petugas dari RS Amal Sehat memberi penjelasan mengenai pasien PDP corona yang sempat dirawat di RS bersangkutan.

Pengunjung Tak Khawatir dengan Virus Corona

Hal itu untuk mengedukasi warga agar tak panik menghadapi situasi seperti sekarang. Tempat wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Wonogiri, Wisata Waduk Gajah Mungkur, juga beroperasi seperti biasa.

Sopir dan Perawat Pengantar Pasien Suspect Corona Wonogiri Dikarantina

Pantauan Solopos.com di lokasi, pengunjung cukup ramai. Menurut petugas setempat jumlah pengunjung Minggu itu turun daripada Minggu sebelumnya. Pada akhir pekan jumlah pengunjung menembus 2.000 orang. Hari itu penurunannya diperkirakan tak sampai separuhnya.

Salah satu pengunjung, Suci, mengaku tak khawatir terhadap virus corona karena menyerahkan kesehatannya pada Allah SWT. Dia pun selalu waspada dengan memantau perkembangan informasi melalui media sosial dan televisi dan menyiapkan masker.

"Saya dan ibu-ibu arisan sudah paham soal virus corona. Yang penting waspada," kata perempuan paruh baya itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom