Viral Tagar #SAVENOVIAWIDYASARI, Mahasiswi Minum Sianida di Kuburan

Viral tagar #SAVENOVIAWIDYASARI menjadi trending di Twitter terkait kasus kematian Novia Widyasari, mahasiswi Universitas Brawijaya yang meninggal bunuh diri pada Kamis (2/12/2021).

 Novia Widyasari bersama pria diduga kekasihnya R. (Suara.com)

SOLOPOS.COM - Novia Widyasari bersama pria diduga kekasihnya R. (Suara.com)

Solopos.com, MOJOKERTO — Viral tagar #SAVENOVIAWIDYASARI menjadi trending di jagat Twitter sejak semalam.

Dilansir dari Suara.com, Sabtu (4/12/2021), Novia Widyasari adalah mahasiswi Universitas Brawijaya yang meninggal bunuh diri pada Kamis (2/12/2021). Dia bunuh diri dengan meminum racun sianida di makam ayahnya, Tempat Pemakaman Islam (TPI) Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

PromosiRaih GPTW, Telkom Jadi Dream Job Bagi Pencari Kerja di Indonesia 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal pukul 15.30 WIB. Tubuh korban kali pertama ditemukan oleh juru kunci TPI, Sugito. Saat itu, Sugito juga menemukan ponsel dan cairan dalam botol minuman yang dibungkus plastik.

Baca Juga : Mahasiswa dan Selebgram PTN di Malang Minum Racun di Kuburan Ayahnya

Kematian Novia atau akrab disapa Widyasari oleh beberapa orang di dunia maya ini menjadi buah bibir di media sosial. Beredar pula informasi sebab mahasiswi ini mengakhiri hidup.

Banyak yang menyampaikan belasungkawa dan membagikan informasi perihal penyebab dia meninggal. Ada juga yang berupaya menguak histori Widyasari sebelum meninggal.

Dari akun @belawsz yang diunggah ulang oleh @eponinethernard terungkap bagaimana kronologi dan fakta Widyasari hingga akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya.

Baca Juga : Atap 2 Ruangan SDN 1 Toyogo Sragen Disangga Bambu, KBM Siswa Dipindah

Berawal dari chat berisi curhat korban pada Sabtu (20/11/2021) pukul 17.32 WIB. Chat berisi korban yang ingin bercerita tentang beberapa hal. Bahkan, akun @belawsz menuliskan bahwa NW bunuh diri, tetapi bukan karena ditinggal ayahnya.

“NW memang bunuh diri, tetapi bukan karena ditinggal ayahnya,” tulis dia.

Akun @belawsz juga sempat membagikan chat antara NW dengan temannya AN pada Sabtu (20/11/2021). “Aku pgn crito tp bingung teko ndi. pgn telfon,” tulis NW kepada AN kala itu.

Akun @belawsz menuturkan bahwa AN menelepon NW. Di situ, NW disebut-sebut menceritakan awal kejadian saat kekasihnya, R, membawa dirinya ke penginapan.

Baca Juga : Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

Cerita Korban

“Dia menceritakan dari awal kejadian dia di bawa ke penginapan oleh R (pacar NW) lalu diberi obat dan dipaksa meminum obat itu. Setelah itu dia tertidur. Sekitar setelah 4 bulan kejadian ini dia menyadari dia hamil dan lgsg lapor ke R,” tulisnya.

Cerita akun @belawsz berlanjut. “R mengetahui hal itu selalu membujuk untuk menggugurkan tetapi korban enggan melakukan. Sampai pada akhirnya tidak ada kejelasan dari R, korban akhirnya melaporkan kepada orangtua R,” lanjutnya.

Akhirnya, NW dipertemukan dengan RN dan orang tua. R diduga berjanji akan bertanggung jawab. Namun, saat pulang dan membicarakan dengan ibu korban, pihak keluarga RN berbicara berbeda. Pihak keluarga RN menyatakan bahwa RN belum siap menikahi NW.

Baca Juga : Cek Ya! Lihat Komet Leonard Selama Desember Ini Tanpa Bantuan Alat

“Dan akhirnya korban diajak makan bersama dengan R dan kedua orang tua R. Saat itu keluarga R berbicara bahwa akan tanggung jawab. Setelah pulang dari tempat makan mengajak korban untuk pulang ke rumah dan membicarakan dengan ibu korban,” tulisnya.

“Sesampainya di rumah korban, orang tua R menyampaikan hal yang sangat berbeda jauh. To the point ‘bu mohon maaf kalau R dan N belum bisa jika secepatnya ke jenjang serius karena posisi R masih punya kakak yang belum menikah, dan R pun masih awal jadi p*lisi,” ungkapnya.

Menurut akun @belawsz, ibu korban belum mengetahui kondisi korban dan apa maksud yang dibicarakan orang tua R.

Baca Juga : Ini Tanda-Tanda Tempat Kerja Toxic, Saatnya Keluar dari Pekerjaan

“Esoknya rumah si korban tiba tiba seperti dilempar bom (hanya suara saja) dan tiba tiba mati lampu tapi hanya dirumah korban saja tidak dengan rumah sekitar dan itu berlangsung selama 2 hari,” tulis @belawsz.

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

 

Sumber: suara.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Telaga Ngebel Bakal Dilengkapi Air Mancur, Butuh Berapa Miliar Rupiah?

Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berencana membangun water fountain atau air mancur untuk memperindah Telaga Ngebel.

Nahas, Petani Berusia 80 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas di Sumur Tua

Seorang petani berusia 80 tahun di Ponorogo ditemukan meninggal dunia di sumur tua.

Hasil Riset Kesdas, 4 dari 10 Orang Ponorogo Menderita Hipertensi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat setidaknya ada empat dari 10 orang di Ponorogo menderita hipertensi.

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.

Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Surabaya Bertambah Jadi 15 Orang

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto bertambah menjadi 15 orang.

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Mantap! Pemkot Madiun Bangun Pondok Lansia, 2023 Sudah Bisa Ditempati

Pemerintah Kota Madiun kini tengah membangun pondok khusus bagi warga lanjut usia.

Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Pemkab Ponorogo berhasil mempertahankan selama sepuluh tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

2 Pelaku Pembalakan Liar Hutan di Ponorogo Ditangkap, 3 Pelaku Diburu

Dua dari lima pelaku pembalakan liar hutan lindung di Kabupaten Ponorogo berhasil dibekuk.

Awalnya Flu & Kejang, Puluhan Sapi di Magetan Terkonfirmasi Positif PMK

Puluhan ekor sapi di Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif PMK dengan gejala awal flu dan kejang-kejang.

Kreatif! Kakek-Kakek di Madiun Ini Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Seorang kakek-kakek di Kabupaten Madiun ini mengubah limbah kayu menjadi kerajinan truk yang bernilai ekonomi.

Sadis, Pemuda Bunuh Teman Kencannya Pakai Pisau di Hotel Kediri

Pemuda asal Jombang membunuh teman kencannya di salah satu hotel di Kediri.

Waduh, 2 Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Ada Luka di Mulut dan Kaki

Dua ekor sapi di Kabupaten Madiun dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK).

9 Rumah di Pasuruan Dihantam Truk Bermuatan Pasir, Diduga Rem Blong

Dump truk berpelat nomor M 8148 UG bermuatan pasir batu menabrak sembilan bangunan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum Direlokasi saat Revitalisasi Dimulai, Pedagang Pasar Sleko Ngeluh

Sejumlah pedagang Pasar Sleko, Kota Madiun, mengeluh karena belum direlokasi saat proyek revitalisasi pasar tersebut dimulai.