Vaksinasi Tahap Kedua di Kota Madiun Dimulai, Prioritas Petugas Pelayanan Publik 
Seorang wartawan salah satu media televisi lokal di Kota Madiun menerima suntikan vaksin Covid-19, Rabu (24/2/2021). (AbdulJalil/Madiunpos.com) 

Solopos.com, MADIUN -- Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kota Madiun, Jawa Timur, mulai dilaksanakan pada Rabu (24/2/2021). Sebanyak 1.110 dosis vaksin sudah siap disuntikkan bagi masyarakat.

Vaksinasi tahap kedua ini diprioritaskan bagi petugas pelayanan publik mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, anggota DPRD, dan guru. Selain kelompok itu, vaksinasi tahap kedua ini juga dipriorotaskan bagi tokoh agama dan wartawan.

Seperti terlihat di Puskesmas Tawangrejo, Rabu pagi, puluhan wartawan dari berbagai media massa di Kota Madiun tampak menunggu giliran vaksinasi. Satu per satu awak media itu menunggu dipanggil oleh petugas kesehatan yang bertugas dalam vaksinasi itu. Selanjutnya, satu per satu pewarta kemudian disuntik vaksin Covid-19.

Kewalahan Hadapi Serbuan Sales, Pemuda Kampung Miliarder Tuban Patroli

Salah satu pewarta yang disuntik vaksin, Wiwin Eka Wulandari, mengatakan suntikan vaksin ini sangat penting bagi wartawan. Sebagai pewarta yang melakukan tugas jurnalistik di lapangan, dia dan rekan-rekannya sangat rentan terhadap penularan Covid-19.

"Ini divaksinasi kan untuk melindungi saya, keluarga, dan narasumber juga. Karena setiap hari saya bersentuhan dengan banyak orang, termasuk pejabat di Pemkot. Jadi, penyuntikan vaksin ini sangat penting dan berarti," jelas wartawan RRI itu.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk dosis pertama telah dilakukan mulai Rabu ini. Prioritas vaksinasi ini untuk petugas pelayanan publik yang setiap hari harus bertemu masyarakat. Termasuk juga 57 orang wartawan.

Kisah Warga Hilang 4 Hari Diselamatkan Sosok Misteri di Hutan Banyuwangi

 

Makin Percaya Diri

Dengan vaksinasi ini diharapkan pelayanan publik tidak akan terhalang di masa pandemi. Petugas juga akan semakin percaya diri saat sedang melayani masyarakat.

"Dengan divaksinasi ini tidak ada lagi pelayanan yang tertunda gara-gara Covid-19. Disiplin protokol kesehatan juga harus dijalankan. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal," jelas dia.

Wartawan, kata Maidi, juga menjadi salah satu prioritas karena setiap hari bertemu dengan pejabat di lingkungan Pemkot Madiun. Selain itu, wartawan juga memiliki kecendurang bertemu dengan banyak orang.

Anak Bengawan Solo Meluap, 62 Desa di Lamongan Kembali Terendam

"Untuk melindunginya, para wartawan ini juga diprioritaskan divaksinasi," ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun, Denik Wuryani, mengatakan Kota Madiun mendapatkan jatah 1.110 dosis vaksin Covid-19. Vaksinasi bakal dilakukan di 13 fasilitas pelayanan kesehatan yang telah ditunjuk. Enam Puskesmas dan tujuh rumah sakit.
Dia berharap setelah vaksinasi ini semua petugas pelayanan publik bisa memberikan pelayanan dengan tenang.

Santri Ponpes di Pamekasan Yang Terkena Longsor Shock

"Untuk vaksin tahap kedua ini, diprioritaskan petugas pelayanan publik seperti TNI, Polri, Satpol PP, guru, tokoh agama, dan wartawan. Tetapi kemungkinan tidak seluruhnya divaksinasi karena melihat kecukupan vaksin yang ada," jelas dia.

Setelah vaksinasi tahap kedua ini, lanjut Denik, vaksinasi akan dilanjutkan tahap selanjutnya yang akan menyasar pedagang pasar dan masyarakat umum. (ADV)



Berita Terkini Lainnya








Kolom