Usai Ditangkap, Puluhan PSK Solo "Dikurung" di Panti Sosial 6 Bulan
Sat Binmas Polresta Solo memberi penyuluhan kepada puluhan PSK yang tengah dalam proses rehabilitasi pada Senin (8/3/2021) siang. (Istimewa Humas Polresta Solo)

Solopos.com, SOLO — Jajaran Polresta Solo menemui puluhan Pekerja Seks Komersial atau PSK yang ditangkap Tim Sparta Sabhara Polresta Solo dalam sepekan terakhir. Kepolisian meminta para PSK untuk mengikuti pembinaan di Panti Wanita Wanodyatama dengan baik agar siap kembali ke masyarakat.

Kasat Binmas Polresta Solo, Kompol Febriani Aer, usai mengunjungi para PSK pada Senin (8/3/2021) mengatakan para PSK yang ditangkap tidak lantas dilepaskan begitu saja. Namun, para PSK wajib mengikuti pelatihan selama enam bulan di panti sosial. Selama enam bulan itu, para PSK dilatih berbagai ketrampilan.

Baca Juga: Lapangan Kampung Sewu Solo Jadi Favorit Venue Turnamen Sepak Bola pada 1980-2004

“Harapannya tentu saja para PSK setelah direhabilitasi dapat menjadi warga negara yang baik. Meninggalkan pekerjaan lama dan memulai pekerjaan baru,” papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Menurutnya, sejak tahun lalu kepolisian dengan Panti Sosial Wanita Wanodyagama telah bersepakat untuk memberi pembinaan secara rutin. Pembinaan itu diharapkan dapat membawa dampak positif untuk proses rehabilitasi.

“Mereka diajari memasak, merias, dan menjahit. Semoga para PSK bisa kembali mencari rezeki yang halal dan lebih sukses,” papar dia.

Sebelumnya, Sat Sabhara Polresta Solo menangkap empat orang PSK dari dua hotel di wilayah Kota Solo pada Minggu (7/3/2021) pagi. Polisi menyita barang bukti berupa 83 alat kontrasepsi jenis kondom dari empat PSK itu.

Baca Juga: 2 Pot Tanaman Cabai Milik Mbah Karto Tembel Sukoharjo Raib, Pencurinya Terekam CCTV Bawa Mobil

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, mengatakan terus berkomitmen memberantas praktik penyakit masyarakat (pekat) di Kota Solo. Hasilnya, Sat Sabhara menangkap PW, 23, warga Banyuanyar, Solo. Lalu, WP, 22, warga Semarang, lalu NS, 30, warga Secang, Magelang, dan VV, 27, warga Pangandaran.

“Total ada 83 kondom, sejumlah uang, satu boks kartu perdana,” papar dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom