Update Penganiayaan Karyawan Alfamart Gawanan: Polisi Temukan Botol dan Tisu dengan Bercak Darah
Anggota Polsek Colomadu, Satreskrim Polres Karanganyar, dan Inafis Polres Karanganyar melakukan olah TKP di Alfamart di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu pada Kamis (21/1/2021).

Solopos.com, KARANGANYAR -- Polisi menemukan botol bekas air mineral dan tisu dengan bercak darah di Alfamart di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar pada Kamis (21/1/2021). Barang tersebut diduga berkaitan dengan kasus penganiayaan terhadap salah satu karyawan Alfamart, Emi Nur Handayani, 29.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, menyampaikan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis siang hingga sore. Dari hasil olah TKP tersebut, kata Tegar, polisi menyita sejumlah barang dari dalam maupun luar minimarket.

"Yang dibawa kemarin itu paling tisu dengan bekas bercak darah. Sama botol bekas air mineral," kata Tegar saat berbincang dengan wartawan di sela-sela jumpa pers di kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Jumat (22/1/2021).

Karyawati Minimarket Colomadu Tengah Hamil 7 Bulan Saat Diserang, Bayinya Selamat!

Pantauan Solopos.com, ada anggota Inafis Satreskrim Polres Karanganyar mengambil dua botol bekas air mineral. Botol itu ditemukan di selokan di dekat tempat parkir minimarket. Tegar sempat menyebut bahwa botol tersebut diduga bekas diminum pelaku seusai menganiaya Emi.

"Iya, botol bekas air mineral. Diduga bekas dia [pelaku] minum," ungkap dia.

Perihal kemungkinan menemukan sidik jari diduga pelaku dari botol bekas air mineral tersebut, Tegar mengatakan masih mencarinya. "Masih kami kejar untuk penyelidikan," ujarnya singkat.

Karyawati Minimarket Colomadu Diduga Diserang, Ada Ceceran Darah Di Area Kasir

Saat ini polisi masih fokus menggali keterangan dari Emi. Korban masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Solo. Tegar menyebutkan bahwa kondisi Emi masih dalam pemulihan.

"Kami sedang fokus meminta keterangan dari korban. Tapi karena kondisi masih lemah, masih syok. Kami belum bisa meminta banyak keterangan. Mohon doanya korban bisa segera lekas sembuh dan bisa dimintai keterangan," jelas dia.

Kemungkinan Dendam Pribadi

Lebih polisi juga masih menyelidiki motif pelaku menganiaya Emi. Tetapi, Tegar memastikan pihaknya sudah mengantongi rekaman dari kamera pengawas yang dipasang di dalam maupun di luar toko.

Karyawati Hamil Ditemukan Terluka Bersimbah Darah Di Minimarket Colomadu, Begini Kronologinya

"Kami mengejar motif. Yang jelas ya ini tindakan penganiayaan. Sudah kami amankan rekaman kamera CCTV dan ini sedang kami dalami terkait siapa pelaku dan seterusnya," ungkapnya.

Tegar mengatakan rekaman CCTV menangkap aksi pelaku menganiaya korban. Dugaan sementara dari penganiayaan ini adalah dendam pribadi. Pasalnya kondisi brankas masih utuh, begitu pula dengan uang di laci. Namun begitu, polisi masih menunggu hasil audit dari pihak Alfamart untuk mengetahui adakah uang yang hilang.

Polisi juga masih belum membeberkan apakah pelaku beraksi seorang diri apa bersama rekan-rekannya. Begitu pula dengan informasi mengenai kendaraan yang mungkin digunakan pelaku. "Belum, masih kami selidiki [pelaku mengendarai kendaraan atau jalan kaki?]. Kami juga belum memonitor [alat yang digunakan pelaku]. Tetapi pelaku masih muda," ujar dia.

Pemerkosa Bocah 12 Tahun di Karanganyar Janjikan Duit Rp1 Juta, Tapi Bohong

Polisi menegaskan bahwa korban dalam pantauan dan penjagaan anggota selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Koreksi: Berita ini telah disunting karena sebelumnya ada kesalahan nama lengkap korban, dan usia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom