Update Kasus Corona di Klaten: ODP Bertambah 51 Orang, 1 Pasien Diisolasi
ilustrasi virus corona atau Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, KLATEN – Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Persebaran Covid-19 Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menyampaikan update kasus corona di wilayah tersebut hingga Kamis (19/3/2020) terdapat satu orang dalam pengawasan (PDP).

Selain itu, orang dalam pengawasan atau ODP bertambah sebanyak 51 orang dari sebelmnya 90 orang menjadi 141 orang. Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten terus memantau orang-orang yang baru bepergian dari daerah terjangkit virus corona atau Covid-19.

Tak hanya orang pulang dari negara-negara terdapat kasus positif Covid-19, orang yang baru pulang bepergian dari daerah di Indonesia yang ada kasus positif corona juga ikut dipantau.

Pasien Positif Corona di Jogja Juga Ikut Seminar di Bogor

Anggit Budiarto mengatakan hingga Kamis ada satu pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien itu merupakan warga Sukoharjo yang diisolasi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten sejak Selasa (17/3/2020) malam.

Pasien perempuan berumur 46 tahun itu diisolasi setelah mengalami gejala batuk dan pilek serta pernah memiliki riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19.

ODP Tidak Dirawat Di RS

“Apakah [satu PDP dinyatakan] positif atau negatif [terjangkit Covid-19], kami menunggu hasil laboratorium dari BBTKLPP Yogyakarta,” jelas Anggit saat memberikan update informasi kasus corona kepada wartawan di Setda Klaten, Kamis siang.

3 Orang Positif Virus Corona di Kaltim: 2 dari Seminar Bogor, Bertemu Pasien Solo

Terkait orang yang dalam pemantauan (ODP), Anggit mengakui jumlahnya meningkat. Namun, dia meminta masyarakat tidak beranggapan bahwa ODP ini dirawat di rumah sakit.

"Mereka orang yang bepergian dari daerah terkait [temuan kasus positif Covid-19] mengalami gejala batuk dan pilek kemudian diperiksa dan pulang ke rumah masing-masing. Jadi mereka berada di rumah masing-masing namun tetap dalam pantauan kami sesuai protokol,” jelas Anggit.

Anggit mengatakan penambahan jumlah ODP itu tak hanya dari orang-orang yang baru pulang dari negara-negara yang ditemukan kasus positif. Orang-orang yang baru pulang dari daerah di Indonesia yang ditemukan kasus positif Covid-19 seperti Jakarta, Bali, serta Solo ikut dipantau.

Lonjakan Jumlah Kasus Positif Virus Corona 19 Maret, Jateng Nomor 3

“Jadi ada yang dari luar negeri ada yang lokal. Itu [pemantauan] sudah kami lakukan sejak pekan lalu,” jelas Anggit.

Anggit mengatakan salah satu cara penyisiran dari hasil pemeriksaan yakni ketika ada orang-orang yang berobat ke puskesmas.

Orang-orang yang datang ke puskesmas dengan gejala batuk dan pilek, akan ditanya petugas apakah merasakan sesak napas dan demam. Kemudian, petugas menanyakan dia baru bepergian dari mana.

Pengecekan ODP Juga Dilakukan Di Puskesmas

"Makanya, kami mengimbau masyarakat ketika mengalami batuk dan pilek segera memeriksakan diri ke puskesmas agar sedini mungkin dilakukan penanganan dan pengecekan,” kata Anggit.

Keluarga Almarhumah Pasien Positif Corona Wonogiri Dikarantina Mandiri

Lebih lanjut, Anggit mengimbau masyarakat membiasakan diri berperilaku hidup bersih dan sehat supaya tidak memperbanyak jumlah kasus corona di Klaten. “Jaga selalu kesehatan badan dan makan-makanan yang bergizi,” jelas dia.

Salah satu warga Desa/Kecamatan Cawas, Supriyadi, 50, mengaku petugas puskesmas ke rumahnya untuk mengecek kondisi kesehatannya, Kamis (19/3/2020). Hal itu dilakukan lantaran pria yang akrab disapa Jimbling itu baru pulang dari Jakarta dan masuk dalam rombongan Duta Seni Kabupaten Klaten.

Kronologi Pasien Positif Corona Wonogiri Meninggal di Solo

Dari total 60 orang, Jimbling menjadi satu-satunya anggota rombongan yang memanfaatkan moda transportasi udara. Sementara anggota rombongan lainnya melakukan perjalanan darat.

“Hasil dari pemeriksaan saya masih dalam kondisi sehat. Bagi saya wajar saja kalau ikut diperiksa karena memang mobilitas saya tinggi,” jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho