Update Gempa Sulbar: Korban Meninggal 81 Orang
Sejumlah petugas dengan alat berat mencari korban di Rumah Sakit Mitra Manakarra yang runtuh akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2021). (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Data jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat atau Sulbar terus bertambah hingga kini menjadi 81 orang.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resminya, Senin (18/1/2021), menyatakan rincian korban tersebut meliputi 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majane.

BNPB menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas, serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Gempa Sulawesi Barat Dinilai Tak Lazim, Mengapa?

Selain itu, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

Sementara itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan para pengungsi, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, berupa 140 dus mi instan dan 10 dus air mineral pada Minggu (17/1/2021).

Sebelumnya, BNPB telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa bumi Sulawesi Barat sebesar Rp4 miliar pada Sabtu (16/1/2021).

Penjarahan Bantuan Gempa: Polda Sulbar Turun Tangan, Siap Kawal Pengiriman

Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

BNPB juga mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mi sagu, dan 30 unit Genset 5 KVA.

Masyarakat Diminta Tenang

Diketahui, pada Sabtu (16/1/2021) pukul 06.32 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah kembali terjadi gempa bumi dengan kekuatan M5,0 di Kabupaten Majene.

BMKG memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

Solopos Hari Ini: Indonesia Lemah Deteksi

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu.

Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Sumber: Bisnis.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom