Kategori: Bisnis

UMKM Masih Loyo, Pemerintah Gandeng Platform E-Commerce


Solopos.com/Rahmad Fauzan/Bisnis

Solopos.com, JAKARTA — Bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dianggap masih loyo. Atas hal itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng platform e-commerce atau perdagangan elektronik demi menggenjot bisnis UMKM.

Dari total 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta yang berdagang melalui platform digital. Tingkat keberhasilan perdagangan di platform e-commerce hanya berkisar 4% hingga 10%.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim, jumlah UMKM yang berdagang secara online atau daring ditargetkan mencapai 10 juta pelaku hingga akhir 2020 melalui kerja sama dengan platform e-commerce.

Tunggu Aba-Aba Gubernur, Klaten Siapkan 3 Skenario Siswa Kembali Sekolah

"Untuk mencapai target tersebut, Kementerian mengoordinasikan berbagai pihak, salah satunya platform dagang-el, untuk melakukan digitalisasi UMKM melalui pelatihan yang aplikatif," ujar Arif seperti dikutip Bisnis, Senin (15/6/2020).

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah dan platfrom dagang elektronik membuka pelatihan dan pendampingan bagi UMKM, mulai dari pengintegrasian usaha ke marketplace sampai dengan pemasaran produk secara daring.

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Hanya 2,60%, Ganjar: Ini Mengerikan!

Kerja sama untuk mendongkrak bisnis UMKM tersebut sudah dijalankan pemerintah dengan sejumlah platform, antara lain Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Lazada.

Lebih jauh, KemenKopUKM juga berkoordinasi dengan dinas-dinas di daerah guna memastikan digitalisasi UMKM dapat berjalan di seluruh lapisan, baik di kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), platform dagang elektronik, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra