Ular Hijau Tak Mematikan Kok Bocah Mojogedang Meninggal? Ini Sebabnya

Sebenarnya bisa ular hijau tidak begitu mematikan tapi volumenya yang masuk ke tubuh mungkin banyak.

 ilustrasi (Freepik)

SOLOPOS.COM - ilustrasi (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pendiri sekaligus pendiri Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan berdasarkan foto yang ia terima, ular yang menggigit MG, bocah berusia 1,5 tahun di Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar hingga meninggal dunia adalah ular hijau berekor merah dari spesies trimeresurus insularis.

Menurut Janu, bisa ular tersebut tidak terlalu mematikan namun karena volume bisa (racun) yang masuk terlalu banyak dapat menyebabkan kondisi terburuk.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Ularnya itu trimeresurus insularis. Ular ini belum ada antibisanya di Indonesia. Sebenarnya ularnya tidak begitu mematikan tapi [dalam kasus MG] volume bisa yang masuk ke tubuh mungkin banyak. Karena ular itu dikira mainan sehingga tergigit lima kali. Cuma ular ini memang berbisa tinggi dan kandungan venomnya hemotoxin,” ujarnya, Sabtu (19/3/2022).

Baca Juga: Digigit Ular, Pertolongan Pertama Menentukan Keselamatan Korban

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan gigitan ular menjadi berbahaya. Yang pertama adalah kandungan bisa dari ular tersebut.

Untuk ular hijau berekor merah ini tergolong berbisa tinggi. Faktor kedua adalah volume bisa yang masuk ke dalam tubuh, dan faktor ketiga adalah penanganan, baik penanganan yang salah atau keterlambatan dalam penanganan.

Ia mengimbau, jika seseorang tergigit ular apapun yang pertama dilakukan adalah tetap tenang. Dalam kasus yang menimpa anak kecil, orang dewasa harus dapat menenangkan korban.

Kemudian lakukan pertolongan pertama pada gigitan. Menurutnya, ini adalah tahap krusial karena karena jika pertolongan ini salah atau tidak benar atau terlambat, maka pertolongan lanjutannya akan mendapatkan kesulitan.

Baca Juga: Jika Digigit Ular, Jangan Banyak Gerakan Agar Bisa Tak Menyebar

Pertahankan tidak ada kontraksi atau gerakan di sekitar gigitan agar bisa ular tidak menyebar atau disebut fase lokal.

“Pada fase lokal ini belum memerlukan antibisa. Ini yang dapat menyelamatkan korban. Orang awam menganggap bahwa bisa ular mengalir lewat darah, tetapi sebenarnya bisa mengalir lewat kelenjar getah bening. Bisa di kelenjar getah bening akan menyebar kalau ada kontraksi otot. Jadi kalau kita gerakkan bisanya akan menyebar. Di sini yang terjadi fase penyebaran/sistemik/perusakan,” imbuhnya.

Bawalah segera korban ke rumah sakit. Di sana biasanya tidak diberi antibisa, tetapi diobservasi selama dua hari. Bila terjadi tanda-tanda penyebaran bisa, akan dilakukan pertolongan lanjutan seperti pemberian antinyeri atau antibengkak.

Baca Juga: Warga Sidoharjo Sragen Dipatuk Ular Hijau

“Segera dibawa ke rumah sakit untuk diobservasi dan di sana punya obat-obat pendukung,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, seorang bocah, MG, yang berusia 1,5 tahun asal Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar meninggal dunia akibat gigitan ular. Korban yang juga putri Kepala Desa (Kades) Pereng Sriyanto ini digigit pada Selasa (15/3/2022) dan meninggal dunia Kamis (17/3/2022).

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Soloraya Ladang Ranjau dan Aksi Peledakan Jembatan Pascakemerdekaan 

      + PLUS Soloraya Ladang Ranjau dan Aksi Peledakan Jembatan Pascakemerdekaan 

      Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah Soloraya melahirkan aksi peledakan jembatan dan pemasangan ranjau di sejumlah lokasi, yang terkadang memakan korban dari bangsa sendiri.

      Berita Terkini

      Sambut HUT RI, Warga Krakitan Klaten Bikin Es Puter Merah Putih

      Warijo, 62, berjualan es puter di Dukuh Bugel, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Minggu (14/8/2022) siang.

      Fix! Lapangan Pringgodani Wonogiri Jadi Lokasi Upacara Kemerdekaan RI

      Pemerintah Kabupaten Wonogiri memastikan akan melaksanakan upacara peringatan detik-detik Kemerdekaan RI di Lapangan Pringgondani, Wonokerto, Wonogiri, Rabu (17/8/2022).

      Gara-Gara Internet! Dusun Jembul Wonogiri Tak Lagi Merasa Terpencil

      Sebanyak 84 keluarga di Dusun Jembul, Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Wonogiri, setidaknya dapat bernafas lega.

      Puluhan Karyawan BUMN 3 Hari di Pura Mangkunegaran Solo, Ada Acara Apa?

      Karyawan BUMN berada di Pura Mangkunegaran Solo selama kurang lebih tiga hari untuk mengikuti berbagai kegiatan relawan bakti BUMN.

      Libur 17 Agustus, Ini 5 Wisata Alam Sukoharjo yang Cocok Dikunjungi

      Berikut wisata alam di Sukoharjo yang cocok dikunjungi saat libur Hari Kemerdekaan berdasarkan penelusuran Solopos.com.

      Raih Achmad Bakrie Award 2022, Dr Tonang UNS Solo Lakukan Inovasi ini

      Dokter Tonang Dwi Ardyanto dari UNS Solo meraih Achmad Bakrie Award 2022 yang merupakan penghargaan bergengsi semacam Nobel Prize versi Indonesia.

      Langgar Perda dan Rusak Jalan, Galian C di Sukoharjo Ditutup Satpol PP

      Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo menghentikan usaha penambangan tanah ilegal di Desa Sanggang, Bulu, Sukoharjo, Sabtu  (13/8/2022).

      Soloraya Ladang Ranjau dan Aksi Peledakan Jembatan Pascakemerdekaan 

      Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah Soloraya melahirkan aksi peledakan jembatan dan pemasangan ranjau di sejumlah lokasi, yang terkadang memakan korban dari bangsa sendiri.

      Profil Singkat Ki Narto Sabdo yang Patungnya Ada di Klaten

      Ki Narto Sabdo merupakan dalang kondang di Tanah Air dari Kabupaten Klaten.

      Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Tersangka Ditentukan Pekan Ini

      Penyidik Polresta Solo masih mendalami keterangan para saksi dalam kasus jual beli lahan makam Bong Mojo sebelum melakukan gelar perkara penentuan tersangka akhir pekan ini.

      Petugas Paskibraka Boyolali 2022 Dikukuhkan, Ini Daftarnya Lengkapnya

      Sebanyak 67 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Boyolali dikukuhkan pada Senin (15/8/2022). Pengukuhan dilakukan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, di halaman kantornya.

      Bidik Wisatawan Timur Tengah, Kuliner di Tawangmangu Baru Harus Halal

      Paguyuban kuliner bertekad mewujudkan Tawangmangu Baru sebagai destinasi wisata kuliner dunia. Mereka membidik wisatawan asal Timur Tengah yang menyukai alam pegunungan.

      Proyek Rumdin Bupati Karanganyar Rp20 M, Perbaikan Jalan Rp800 Juta

      Pemkab Karanganyar mengalokasikan hingga Rp20,5 Miliar untuk pembangunan rumah dinas bupati dan pendapanya. Sementara alokasi anggaran perbaikan jalan hanya Rp800 juta.

      Karang Taruna Karanganyar Ingin Dapat Dana 5 Persen dari APBDes

      Ketua Karang Taruna Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani, ingin ada perda yang mengatur 5% APBDes untuk karang taruna. Ini agar karang taruna bisa berkegiatan.