Ilustrasi Panwascam (JIBI/Dok.)

Solopos.com, BOYOLALI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali akan memulai tahapan seleksi perekrutan panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk Pilkada 2020, Rabu (27/11/2019) mendatang.

Panwascam akan dibentuk di 22 kecamatan termasuk tiga kecamatan baru yakni Wonosegoro, Wonosamodro, dan Tamansari. Proses penerimaan berkas pendaftaran akan berlangsung hingga 3 Desember.

Berbeda dengan rekrutmen panwascam sebelumnya, kali ini proses seleksi tertulis bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

Tim Kuasa Hukum Tyfountex Sukoharjo Siap Buka-Bukaan di Pertemuan Kamis

Anggota Bawaslu Boyolali Bidang SDM sekaligus Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Panwascam Boyolali, Muhammad Mahmudi, mengatakan sistem CAT bertujuan menjaga kredibilitas serta menekan angka kecurangan yang mungkin dilakukan peserta.

“Sistem CAT yang dirancang Bawaslu RI memungkinkan ribuan kode soal sehingga nantinya tidak ada peserta yang mendapatkan soal yang sama dengan peserta lain,” ujar Mahmudi dalam acara jumpa wartawan di Kantor Bawaslu Boyolali, Rabu (13/11/2019) pagi.

Selain itu, tes dengan sistem CAT membuat peserta bisa langsung mengetahui nilai yang didapatkan dengan sekali klik. Dengan begitu kecurangan dalam penilaian juga dapat dihindari.

3 Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Abdi Dalem Keraton Jogja, Ini Kronologinya

Tes tertulis ini berjalan satu paket dengan wawancara bagi seluruh peserta. Nantinya nilai dari dua jenis tes bakal diakumulasikan dengan bobot masing-masing untuk menentukan peringkat.

Sementara itu, materi tes tertulis dan wawancara untuk rekrutmen panwascam di antaranya pengetahuan umum, bela negara, dan hal-hal terkait kepemiluan.

Sebelumnya dalam seleksi berkas, calon anggota panwascam wajib memenuhi sejumlah persyaratan, seperti berdomisili di Boyolali dan tidak sedang menjadi anggota partai politik.

Keberagaman di Yogyakarta Terkoyak! Sudah Tak Pakai Pengeras Suara, Upacara Agama Hindu Dihentikan Paksa

“Untuk domisili hanya dipertimbangkan wilayah kabupaten sehingga warga bisa mendaftar di kecamatan di luar domisili,” imbuhnya.

Hingga batas waktu pendaftaran, Bawaslu Boyolali menargetkan sedikitnya enam pendaftar di masing-masing kecamatan. Jika jumlah ini tidak terpenuhi, akan dilakukan perpanjangan masa pendaftaran.

Dalam penjaringan anggota Panwascam ini Bawaslu juga mempertimbangkan formasi berbasis gender dengan 30% di antaranya adalah perempuan. Pengumuman anggota panwascam terpilih dijadwalkan pada 18 Desember dan pelantikan anggota panwascam direncanakan pada 22-23 Desember.

Utari Si Pedagang Cilok Cantik Boyolali Diundang ke Hitam Putih Trans7?

Setiap kecamatan memiliki tiga anggota Panwascam yakni divisi SDM dan organisasi, divisi pengawasan, dan divisi pendidikan. Setelah terpilih masing-masing panwascam melakukan seleksi dua anggota staf non-PNS.

Sementara itu, salah satu anggota Panwascam Simo pada Pemilu 2019 lalu, Nur Fauzan, mengatakan siap mendaftar anggota Panwascam Pilkada 2020. Meski demikian dirinya belum melakukan persiapan terkait pendaftaran ini. “Mumpung masih ada kesempatan,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten