Tutup 3 Hari, Puskesmas Kerjo Karanganyar Buka Lagi Secara Bertahap Senin
Ilustrasi puskesmas (JIBI/Dok)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pelayanan kesehatan Puskesmas Kerjo, Karanganyar, akan buka lagi secara bertahap mulai Senin (18/1/2021). Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar menutup seluruh pelayanan puskesmas ini selama tiga hari, Rabu-Sabtu (13-16/1/2021).

Pelayanan yang ditutup sementara meliputi rawat inap, rawat jalan, ruang bersalin, dan instalasi gawat darurat (IGD). Penutupan ini setelah 32 orang tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Kerjo terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari lalu.

Sebanyak 32 orang nakes itu menjalani isolasi mandiri. Dinkes Kabupaten Karanganyar menyampaikan informasi kondisi para nakes itu tidak bergejala atau kategori orang tanpa gejala (OTG). Meski demikian, Dinkes Karanganyar terus memantau perkembangan kondisi 32 orang nakes Puskesmas Kerjo tersebut.

Tak Bisa Jualan Selama PPKM, PKL Karanganyar Bakal Dapat Kompensasi Dari Pemkab

"[Pelayanan] rawat inap, rawat jalan, bersalin, IGD tutup sampai Sabtu. Suratnya [penutupan] cuma tiga hari. Biar rekan-rekan nakes yang tidak terpapar Covid-19 bisa istirahat sejenak," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Petugas Dinkes sebelumnya melaksanakan tes swab PCR terhadap puluhan nakes Puskesmas Kerjo dan puskesmas pembantu Kecamatan Kerjo. Dari tes swab PCR itu, hasilnya 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kontak Erat Keluarga

"Semua pegawai puskesmas sudah tes swab PCR. Hasilnya kan 32 orang nakes positif Covid-19. Nah kami lanjutkan ke kontak erat keluarga setelah ini," ujarnya.

Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Yang Dirasakan Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Karanganyar, Dwi Rusharyati, menceritakan kasus Puskesmas Kerjo baru kali pertama ini muncul dari hasil tes swab PCR.

"Awalnya kan begitu kami dapat laporan [beberapa nakes positif Covid-19]. Dari situ ternyata kontak eratnya banyak. Kami diskusi dengan kepala puskesmas. Kesimpulannya tes swab PCR saja semua supaya aman. Lalu kami mendapat hasil 32 orang positif. Makanya langsung gerak cepat menutup sementara pelayanan," ujar Dwi kepada Solopos.com melalui telepon, Jumat.

Dwi mengakui Dinkes terus berkoordinasi dengan kepala Puskesmas Kerjo perihal pelayanan puskesmas. Secara resmi, menurut Dwi, pelayanan kesehatan seperti rawat inap, bersalin, dan IGD akan buka setelah nakes positif Covid-19 sembuh.

Danrem Siapkan Ini Untuk Cegah Ular Masuk RS Lapangan Vastenburg Solo

"Ini kan dinamis sesuai pengajuan surat dari kepala puskesmas. Nakes yang hasil tes swab-nya negatif, akan mulai memberikan pelayanan rawat jalan secara bertahap pada Senin. Saya masih koordinasi dengan kepala puskesmas," ungkap Dwi.

Belum Bisa Maksimal

Perempuan berkerudung itu menuturkan pelayanan rawat jalan Puskesmas Kerjo, Karanganyar, yang akan buka kembali mulai Senin itu belum bisa maksimal. Hal itu karena keterbatasan jumlah nakes.

"Sambil lihat perkembangan, menyesuaikan. Pelayanan [rawat jalan] iya tetapi belum maksimal. Dokter umum ya. Kalau gigi sepertinya belum karena petugas kan hanya satu," katanya.

Ini Sosok Pasutri Pedagang Satai Yang Viral Seusai Ribut Dengan Bupati Sukoharjo

Pada sisi lain, Puskesmas Kerjo harus melayani masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Dwi mengakui Dinkes sudah membuat pengumuman untuk masyarakat perihal pelayanan BPJS Kesehatan.

Masyarakat dapat beralih sementara ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Ia mencontohkan klinik swasta, Puskesmas Mojogedang I, dan Puskesmas Jenawi.

"Terutama kan peserta BPJS Kesehatan. Kalau peserta umum kan enggak masalah. Kami komunikasikan untuk ke puskesmas terdekat dan klinik sekitar."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom