Ilustrasi pengolahan logam (JIBI/Harian Jogja//Dok)

Solopos.com, SLAWI – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia mengandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal untuk mengembangkan industri logam di wilayah tersebut.

Produsen mobil Toyota di Tanah Air itu berharap kerja sama itu mampu menjadikan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) logam di Tegal sebagai pemasok onderdil mobil yang mereka butuhkan.

Bupati Tegal, Umi Azizah, berharap pengembangan ekosistem industri logam itu mampu mengurangi angka pengangguran di wilayahnya.

“Saya ingin pengembangan ini secepatnya diimplementasi. Syukur-syukur tidak lebih dari dua tahun, dimulai dari sekarang,” ujar Umi dikutip dari laman Internet resmi Pemkab Kendal, Senin (18/11/2019).

Sementara itu, salah satu perwakilan Toyota, Dany, mengatakan pengembangan ekosistem industri di Kabupaten Tegal akan melibatkan beberapa perusahaan swasta dan juga lembaga pendidikan seperti YTI Yogyakarta, Yayasan Dharma Bhakti Astra, Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI), Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (ASIMPI), Metindo Era Sakti, dan Trimitra Marganda Unggul.

“Masing-masing mempunyai peran tersendiri, seperti YPTI dan ATMI dapat mensinergikan ke beberapa sekolah menengah maupun perguruan tinggi atau politeknik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Dany.

Dany menambahkan IKM logam adalah bagian dari ekosistem industri karena memproduksi spare parts yang digunakan Toyota dalam membuat mobil.

“Tegal akan menjadi salah satu supplier Toyota. Namun dalam memproduksi, setiap IKM perlu pendampingan. Maka, kita menggandeng beberapa perusahaan yang ahli di bidangnya untuk menghasilkan produk yang bagus,” imbuhnya.

Kabid Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (Ilmeta) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Tegal, Irsyad, mengatakan perkembangan pengembangan ekosistem industri logam saat ini telah memasuki tahap roadmap atau pemetaan.

Menurut Irsyad, mewujudkan sebuah ekosistem industri otomotif diperlukannya sinergi berbagai pihak.

“Baik itu aspek pengembangan sumber daya manusia [SDM] yang  melibatkan civitas academica di Tegal maupun melalui training centre, production system, maintenance tooling, laboratorium, business centre, dan material centre. Nanti semua bisa terintegrasi dalam satu ekosistem dengan tujuan membawa IKM logam Kabupaten Tegal sebagai bagian dalam rantai pemasok komponen otomotif, khususnya Toyota,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten