Topan RI Tuding Dana BSPS di Sragen Disunat, Pemkab Membantah

LSM Topan-RI menuding adanya potongan bantuan yang berasa dari dana aspirasi anggota DPR. Potongan dana tersebut diduga diberikan kepada si pemberi aspirasi.

 Ilustrasi pungli (dok. Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pungli (dok. Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Bantuan pemerintah melalui dana aspirasi DPR yang disalurkan di Kabupaten Sragen diduga dipotong oleh oknum. Salah satu bantuan yang dipotong tersebut adalah bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Tudingan tersebut dilayangkan oleh Koordinator LSM Team Operasional Penyelamatan Aset Negara RI (Topan-RI), Agus Triyono, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Selasa (15/11/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Selain program BSPS atau bedah rumah tidak layak huni, bantuan lain yang disunat yakni bantuan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI); bantuan alat dan mesin pertanian, traktor, kebun bibit rakyat; dan bantuan peternakan UPPO (Unit Pengelola Pupuk Organik),

“Untuk bantuan bedah rumah program BSPS dimintai setoran kurang lebih Rp2 juta per rumah,” ujar Agus.

Dalam program BSPS, ditengarai ada pemanfaatan dana tukang untuk kepentingan lain yang diduga untuk disetor ke pihak pemberi aspirasi. Menurut Agus, bantuan BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut nilainya masing-masing Rp17,5 juta per unit.

Baca Juga: Cegah Pungli! Polres Wonogiri Tiadakan Tilang Manual

Sebanyak Rp15 juta  ditransfer ke toko bangunan yang sudah ditunjuk kelompok penerima dan diwujudkan dalam bentuk material sesuai kebutuhan penerima bantuan. Sementara sisanya  2,5 juta ditransfer ke rekening penerima bantuan untuk ongkos tukang.

“Dana ongkos tukang inilah yang diduga kemudian disunat oleh oknum pemberi aspirasi,” sambung Agus.

Praktik lain untuk menyunat anggaran juga dilakukan dalam penyediaan material yang bekerja sama dengan toko bangunan. Semisal pesanan dalam nota ditulis 50 sak semen, kenyataannya yang dikirim cuma 30 sak.

Modus pemotongan anggaran seperti ini, sambung Agus, diduga sudah berlangsung sejak 2019. Pada 2020 tercatat ada 630 unit rumah penerima  bantuan program BSPS di Sragen. Tahun-tahun berikutnya jumlah penerima bantuan semakin meningkat.

Baca Juga: Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara, 2 Aktivis Formas Sragen Tak Banding

“Pada 2022 ini ada 30 desa lebih penerima bantuan program BSPS di Sragen. Jumlahnya mencapai ribuan. Jadi bisa dihitung sendiri , kira-kira berapa milliar uang untuk membangun rumah tak layak warga miskin yang diduga ditilap oknum tersebut,” ujar Agus tanpa menyebut identitas oknum dimaksud.

Adapun desa-desa penerima bantuan BSPS tersebut antara lain Banyuurip dan Mlale di Kecamatan Jenar. Selain itu Cepoko dan Kacangan di Kecamatan Sumberlawang,  Gemantar dan Kedawung di Kecamatan Mondokan,  Kaliwedi dan Tegalrejo di Kecamatan Gondang, Wonporejo di Kecamatan Kedawung, dan Klandungan di Kecamatan Ngrampal.

Disperkimtaru Bantah ada Potongan

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman, Petanahan, dan Tata Ruang Kabupaten Sragen, Aris Wahyudi, membantah adanya pemotongan dana BSPS karena dana bersumber dari pusat.

“Dalam hal ini,  kami hanya membantu dalam penunjukkan penerima by name by address, yaitu data-data. Dari persiapan di desa, kemudian pengajuan hingga sampai verifikasi kelayakan. Setelah itu kami mengajukan ke kementerian melalui provinsi. Selain itu kami juga membantu dalam hal penunjukkan kelompok penerima bantuan,” terang Aris dihubungi Solopos.com, Selasa.

Baca Juga: Pembagian BLT di Gondang Sragen, Ngadiyem: Alhamdulillah Bisa Beli Beras

Disperkimtaru hadir di masyarakat, sambungnya, sebagai pendamping penerima dalam  penggunaan material bangunan yang baik seperti apa.

“Namun kami tidak terlibat masalah uang. Penyaluran tersebut dilakukan oleh kementerian langsung kepada rekening warga. Tugas kami adalah melakukan verifikasi lapangan dan monitoring perkembangan pelaksanaaan program,” pungkas Aris.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presien Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.

      Menang Lawan Petahana, Cakades Terpilih di Wonogiri Akan Rangkul Lawan

      Aris Wahyu Suryanto, mengatakan setelah dinyatakan terpilih dan mengalahkan cakades petahana nomor urut 2, Margono, akan berupaya membangun hubungan baik dengan pihak lawan

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 9 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Jumat (9/12/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Nyam, Festival Durian Lokal Digelar 4 Hari di Selogiri Wonogiri, Ini Jadwalnya

      Di antara durian lokal yang dijual, berasal dari Sumatra, Kalimantan, hingga beberapa daerah di Jawa. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp100.000/tiga buah hingga Rp120.000/buah.

      Diawali Menteri Nyirami Kaesang, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Terakhir

      Ada tujuh pasangan yang melakukan siraman kepada calon manten Kaesang yang merupakan keluarga Presiden Jokowi serta menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bersama istri.