Ilustrasi pemungutan suara (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, WONOGIRI  —Antusiasme kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengincar posisi calon wakil bupati (cawabup) pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Wonogiri 2020 menunjukkan mereka menyadari DPP bakal memprioritaskan “keluarga” sendiri ketimbang tokoh eksternal dalam memberikan rekomendasi.

Pendapat itu disampaikan pemerhati politik di Wonogiri, Bambang Tetuko, saat dihubungi Minggu (8/12/2019). Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri dua periode itu mengatakan tokoh internal PDIP tahu betul situasi politik Pilbup 2020 berbeda dengan Pilbup 2015 lalu.

Tokoh internal kali ini lebih antusias memperebutkan posisi cawabup. Sebab, mereka menyadari kaderisasi sangat penting untuk menjamin keberlangsungan kehidupan politik partai.

“Toh PDIP Wonogiri bisa mengusung paslon [pasangan calon] secara mandiri karena kursi DPRD yang diperoleh pada Pileg 2019 lalu lebih dari cukup [PDIP memiliki 28 dari 50 kursi]. Kehidupan politik partai tak hanya berhenti pada Pilbup 2020, jadi lumrah kalau DPP PDIP memikirkan 2024, sehingga memprioritaskan 'keluarga' sendiri,” kata Bambang.

Oleh karena itu, lanjut dia, para tokoh PDIP melihatnya sebagai kesempatan besar untuk berkompetisi mendapatkan rekomendasi DPP sebagai cawabup.

Menurut Bambang Tetuko, tokoh PDIP tak ingin muluk-muluk mengincar posisi calon bupati (cabup), karena posisi itu diyakini bakal diberikan kepada Ketua DPC PDIP Wonogiri yang juga Bupati saat ini, Joko Sutopo atau Jekek.

Bambang melihat tokoh-tokoh internal PDIP yang mengambil formulir cawabup figur potensial karena seluruhnya adalah anggota DPRD Wonogiri. Hal itu berarti dalam pileg lalu mereka memiliki suara yang melimpah.

“Ini membuktikan PDIP juga sangat terbuka kepada kader-kadernya untuk mendapatkan rekomendasi DPP. Sebenarnya tokoh dari partai lain pun berpeluang mendapatkan rekomendasi sebagai cabup/cawabup melalui penjaringan PDIP. Faktanya belum ada tokoh eksternal PDIP yang mengambil formulir. Saya melihat itu karena mereka sadar diri bahwa kans mendapatkan posisi cabup/cawabup tipis,” imbuh Bambang.

Dia menilai kabar siapa yang bakal mendapat rekomendasi DPP PDIP sebagai cawabup layak ditunggu. Dinamika tersebut jauh lebih menarik daripada penentuan cabup, karena orang sudah meyakini DPP PDIP bakal mencalonkan Jekek sebagai cabup lagi.

Informasi dihimpun solopos.com, hingga akhir pekan lalu sedikitnya 10 tokoh PDIP Wonogiri sudah mengambil dan menyerahkan formulir pendaftaran sebagai cawabup pada penjaringan cabup-cawabup partai mereka di tingkat DPC PDIP Wonogiri maupun DPD PDIP Jawa Tengah.

Dua tokoh sudah resmi mendaftarkan diri pada penjaringan DPC PDIP Wonogiri, September-Oktober lalu. Mereka meliputi A.S. Joko Prayitno atau Joko Lelur dan Tarso. Joko Lelur merupakan peraup suara terbanyak se-kabupaten pada Pileg 17 April lalu.

Delapan tokoh lainnya baru mengambil formulir melalui penjaringan DPD PDIP Jateng, Kamis (5/12/2019) lalu. Mereka terdiri atas Catur Winarko, Sriyono, Novri Roesmono, dan Bambang Sadriyanto. Empat lainnya Mulyadi, Gimanto, Yukanan Supriyanto, dan Titik Sugiyarti.

Tarso mengatakan langkahnya itu sebagai bentuk perjuangannya untuk menyejahterakan rakyat. Dia mengaku mendapat dorongan dari rekan-rekannya di PDIP dan konstituen. Keluarganya turut mendukung penuh langkahnya untuk mendapatkan rekomendasi DPP.

Dia memilih akan mendaftar sebagai cawabup karena meyakini kursi cawabup akan diisi ketua partainya, Jekek.

“Siapa pun yang mendaftarkan diri saya enggak pernah merasa saingan dengan mereka. Kami sama-sama dari PDIP. Siapa pun yang akan diberi rekomendasi DPP enggak masalah. Harapan besarnya sih saya yang diberi,” kata Tarso.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten