Tetap Diizinkan Beroperasi Selama Libur Akhir Tahun, Objek Wisata Air di Klaten Wajib Taati Protokol Kesehatan
Tradisi padusan di Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC), Klaten, Rabu (17/6/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN -- Meski ada imbauan untuk tetap #dirumahaja selama libur akhir tahun, Pemkab Klaten tetap memprediksi jumlah wisatawan yang datang ke objek wisata air membeludak. Oleh karenanya, Pemkab mengingatkan kembali pengelola objek wisata untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Baik bagi pegawai maupun pengunjung.

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudparpora) Klaten memberi lampu hijau kepada pengelola untuk membuka objek wisata di masa liburan nanti. Namun, dengan catatatan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Sampai sekarang, kami masih memedomani surat edaran (SE) Bupati Klaten yang mengizinkan objek wisata air beroperasi. Jika tak diubah, artinya SE itu masih berlaku. Kami akan terus berkoordinasi dengan jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), desa, dan lainnya untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, Jumat (4/12/2020).

Pelanggar Rambu di Perlintasan KA Bisa Didenda Rp750.000, Ayo Disiplin!

Ia mengatakan selain menerapkan protokol kesehatan, pengelola juga wajib menyiapkan berbagai fasilitas pendukung dan mengatur jam kunjungan. Selain itu, jumlah pengunjung pun harus dibatasi. "3M [memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak] harus tetap ditaati. Protokol kesehatan harus lebih ketat dan harus ditaati para pengelola dan pengunjung. Selama ini belum ada klaster Covid-19 di objek wisata. Kami berharap jangan sampai ada. Makanya, protokol pencegahan Covid-19 harus ditaati betul," katanya.

Sanski Tegas

Sri Nugroho mengatakan tindakan tegas akan diambil jika ada pengelola objek wisata yang kedapatan tak patuh protokol kesehatan. Pemkab akan menjatuhkan sanksi mulai dari teguran hingga penutupan objek wisata. "Kami sudah pernah menegur tiga pengelola objek wisata yang dianggap kurang memperhatikan protokol kesehatan belum lama ini. Ke depan, jangan sampai ada lagi hal-hal seperti itu," katanya.

KRL Solo-Jogja Bakal Hadir Awal Tahun, Harga Tiketnya Bikin Bahagia

Terpisah, Penjabat Sementara (PJs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakah semua pihak harus terlibat dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya dari pengelola tempat wisata.

Sebagaimana diketahui, Klaten dikenal dengan sebutan kota 1.001 umbul atau mata air. Ada beragam ojek wisata air yang berasal dari umbul di wilayah ini. Beberapa di antaranya Umbul Ponggok dan Umbul Manten di Polanharjo, Umbul Pelem dan Objek Mata Air Cokro di Tulung, serta Umbul Pluneng di Kebonarum.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom