Terungkap! Sekeluarga Tewas Dicor di Lampung karena Sengketa Warisan

Pelakunya ternyata masih keluarga dari para korban, dipicu rebutan warisan.

 Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesn saat ekspose ungkap kasus tindak pidana pembunuhan satu keluarga yang dicor di Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, Kamis (6/10/2022). (ANTARA/HO)

SOLOPOS.COM - Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesn saat ekspose ungkap kasus tindak pidana pembunuhan satu keluarga yang dicor di Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, Kamis (6/10/2022). (ANTARA/HO)

Solopos.com, BANDARLAMPUNG — Misteri kasus kematian satu keluarga yang dicor beton di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung terungkap.

Pelaku pembunuhan satu keluarga yang tewas dicor itu ternyata masih keluarga dari para korban. Tindakan sadis itu dipicu rebutan warisan.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Terkait dengan kasus menggegerkan itu, aparat Kepolisian Resor Way Kanan, Lampung telah menangkap dua tersangka pelaku yang berstatus bapak dan anak.

Kedua tersangka merupakan keluarga dari lima korban pembunuhan yang dicor beton.

Baca Juga: Jenazah Sekeluarga Ditemukan Dicor dalam Septic Tank di Lampung

“Gabungan tim Tekab 308 Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan,” kata Kepala Polres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesn saat merilis pengungkapan kasus pembunuhan tersebut di Mapolres Way Kanan, Kamis (6/10/2022).

Kedua tersangka anak dan bapak itu masing-masing berinisial DW, 17, dan E, 50, warga Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan.

Polisi mengamankan satu batang besi sepanjang 1,5 meter, satu unit telepon genggam, dan satu bilah kapak sebagai barang bukti.

Baca Juga: Bongkar Musala di Rumah Warga Jember, Polisi Temukan Tulang Belulang

Kapolres menceritakan kronologi penangkapan tersangka pembunuhan satu keluarga yang berlangsung pada Rabu (5/10/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pelaku DW ditangkap tanpa perlawanan. Setelah ditangkap dan dimintai keterangan, pelaku diminta untuk menunjukkan tempat dikuburnya korban.

Selanjutnya anggota Polsek Negara Batin bersama dengan perangkat kampung setempat mendatangi lokasi diduga tempat dikuburnya korban Juwanda, 26, yang dilaporkan hilang oleh warga Kampung Marga Jaya.

Baca Juga: Ibu di Sragen Bunuh Anak Kandung Dijerat Pasal Ini, Bisa Uzur di Penjara

Berdasarkan pengakuan tersangka DW, dirinya melakukan pembunuhan bersama ayah kandungnya, E.

Polisi pun langsung menangkap E di rumahnya di Dusun Sukajaya, Desa Karang Raja, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, pada Rabu (5/10/2022) sore.

Kapolres mengatakan pengungkapan kasus pembunuhan itu berawal dari laporan warga ke Polsek Negara Batin pada 1 Juli 2022 mengenai orang hilang dengan identitas korban bernama Juwanda, warga Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Baca Juga: Febri Diansyah: Ayo Kawal Persidangan Ferdy Sambo demi Keadilan

Korban tidak diketahui keberadaannya sejak 24 Februari 2022 dan ada kejanggalan atas perginya orang tersebut.

Kemudian, kepala desa berkoordinasi dengan Polsek Negara Batin, lalu dilakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah ke salah satu pelaku.

“Polisi melakukan interogasi terhadap DW dan yang bersangkutan mengakui perbuatan membunuh Juwanda dengan dibantu ayah kandungnya, E. Kedua pelaku pembunuhan tersebut masih merupakan kakak tiri serta keponakan korban,” ujar Kapolres.

Dipukul Besi

Berdasarkan pengakuan tersangka, Juwanda dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika sedang tidur di rumah.

Jasad korban lantas dibawa menggunakan mobil pikap ke areal tebu/kebun singkong dan dikubur oleh pelaku dan dicor.

“Motif pembunuhan itu karena pelaku sering bertengkar dengan korban menyangkut masalah warisan,” kata Kapolres.

Baca Juga: Pembunuhan Brigadir J: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo Cs Diwarnai Protes

“Saat ini kami bersama tim Inafis dan Dokkes Bhayangkara Polda Lampung masih melakukan penggalian tempat diduga kuburan korban pembunuhan dan akan dilanjutkan untuk dilakukan autopsi,” tambahnya.

Yang lebih mengejutkan, tersangka DW juga mengaku membunuh empat korban lainnya yang merupakan anggota keluarganya sendiri.

Para korban lantas dikubur di septic tank yang lantas dicor beton.

Para korban yakni Zainudin (kakek DW yang juga ayah kandung E), Siti Romlah, 45, (ibu tiri), Wawan Wahyudin, 55, (kakak kandung E), dan terakhir keponakan DW bernama Zahra yang masih berusia 6 tahun.

Baca Juga: Kamarudin Simanjuntak: Jaksa Kasus Ferdy Sambo Harus di Safe House

Kedua pelaku membunuh keempat korban dalam satu waktu dengan menggunakan kapak, kecuali korban Zahra dicekik.

Jasad keempat korban dimasukkan ke sumur yang sudah digunakan sebagai septic tank di belakang rumah korban, kemudian dicor menggunakan semen.

“Atas perbuatan bersangkutan pelaku dikenai Pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun, namun bisa berkembang apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan sehingga dikenai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup,” ujar Kapolres.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Wahyu Iman Santoso, Mantan Hakim PN Karanganyar yang Pimpin Sidang Sambo

      Wahyu Iman yang berusia 46 tahun kini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

      Profil Wahyu Iman Santoso, Hakim Kasus Ferdy Sambo yang Dilaporkan ke KY

      Wahyu Iman yang berusia 46 tahun kini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

      Ini Kronologi Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak

      Polisi menyampaikan kronologi kejadian tambang di Sawahlunto, Sumatera Barat yang meledak pada Jumat (9/12/2022) pukul 09.00 WIB.

      Keceplosan, Ferdy Sambo Mengaku Menembak Punggung Brigadir Yosua

      Momentum saat Sambo keceplosan ikut menembak Yosua itu terjadi ketika jaksa penuntut umum menunjukkan sejumlah barang bukti ke depan majelis hakim.

      Tambang di Sawahlunto Meledak, Ini Identitas 9 Orang yang Meninggal

      Polisi menyebut sembilan orang meninggal diduga akibat gas metan yang meledak di area tambang milik PT Nusa Alam Lestari (NAL), Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (9/12/2022).

      Mengaku Cemburu, Suami Bunuh Istri Siri yang Hamil Lima Bulan

      Motif tindakan suami membunuh istri siri yang sedang hamil itu karena cemburu sang istri punya pria idaman lain (PIL).

      Kasus Jasad Mengering Kalideres Disetop, Polisi: Sekeluarga Meninggal Wajar

      Polisi menyebut tidak adanya indikasi bunuh diri maupun pembunuhan dalam kasus kematian empat orang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat tersebut.

      Kematian Keluarga Kalideres, Polisi: Tidak Ada Indikasi Bunuh Diri & Pembunuhan

      Polisi menyebut tidak ada tindak pidana dalam kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

      Hakim Wahyu Dilaporkan Kuat Ma'ruf, KY: Sidang Kasus Yosua Jalan Terus

      Pernyataan Kuat Ma'ruf bohong, buta dan tuli yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional itu dinilai tendensius sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

      Pascateror Bom Bunuh Diri, Polsek Astanaanyar Banjir Karangan Bunga

      Sejumlah karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat mulai membanjiri halaman Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat (9/12/2022).

      Hakim Wahyu Dilaporkan ke KY karena Sebut Kuat Ma'ruf Bohong, Buta dan Tuli

      Pernyataan Kuat Ma'ruf bohong, buta dan tuli yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional itu dinilai tendensius sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

      Kerja Cepat, 5.000 Personel Gabungan Bersihkan Puing-puing Dampak Gempa Cianjur

      Sebanyak 5.000 orang personel gabungan membantu membersihkan puing dan material rumah yang rusak akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

      Wapres Ma'ruf Amin akan Berikan Ular-ular di Pernikahan Kaesang-Erina

      Wapres Ma'ruf Amin akan memberikan nasihat pernikahan atau ular-ular kepada kedua mempelai, Kaesang Pangarep-Erina Sofia Gudono.

      Jadi Saksi Pernikahan Kaesang-Erina, Menteri Basuki Berangkat ke Jogja Hari Ini

      Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, berangkat ke Yogyakarta pada Jumat (9/12/2022) pukul 14.00 WIB untuk melakukan persiapan pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pada Sabtu (10/12/2022).

      Mendagri Resmikan Papua Barat Daya Menjadi Provinsi ke-38

      Provinsi Papua Barat Daya resmi menjadi provinsi ke-38 di Indonesia.

      Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut pada Anak Gugat Kemenkes & BPOM ke Pengadilan

      Para wakil korban gagal ginjal akut pada anak menggugat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sejumlah industri farmasi.