Tertata Rapi, Kota Lama Semarang Salip Taman Balekambang Solo
Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N. Rachmadi (kanan), bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, di kawasan Kota Lama Semarang, Senin (30/12/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Kota Lama Semarang telah menjelma sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan yang datang ke Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan catatan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Kota Lama Semarang bahkan menempati urutan kedua sebagai destinasi wisata paling laris dikunjungi wisatawan lokal selama 2019.

Padahal pada tahun 2018 lalu, Kota Lama Semarang hanya mampu menempati urutan keempat dari segi tingkat kunjungan wisatawan nusantara, atau berada di bawah Taman Balekambang Solo dan Taman Wisata Candi Prambanan di Klaten.

Baca juga: Ini 10 Destinasi Wisata Terlaris Di Jawa Tengah

Namun pada 2019, Kota Lama Semarang mampu menyalip Candi Prambanan maupun Taman Balekambang untuk berada di urutan kedua sebagai objek wisata paling diminati wisatawan domestik, di bawah Candi Borobudur.

Data yang diperoleh Solopos.com, selama 2019 Kota Lama Semarang dikunjungi tak kurang dari 2,6 juta wisatawan lokal, atau naik sekitar 85% dibanding jumlah kunjungan pada tahun 2018, yang mencapai 1,43 juta.

Jumlah kunjungan wisatawan lokal di Kota Lama Semarang ini hanya kalah dari Candi Borobudur yang mampu menarik sekitar 3,4 juta wisatawan domestik selama satu tahun terakhir.

Baca juga: Banyak Event, Taman Balekambang Solo Kalahkan Candi Prambanan Dan Lawang Sewu

Sementara Taman Balekambang Solo berada di urutan ketiga dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik mencapai 2,1 juta atau turun sekitar 23%, dibanding jumlah kunjungan pada 2018 lalu yang mencapai 2,6 juta orang.

Wisatawan di Kota Lama Semarang. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N. Rachmadi, menilai meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan di Kota Lama Semarang ini terbilang wajar. Terlebih, saat ini kondisi Kota Lama Semarang sudah tertata rapi pasca-revitalisasi yang dilakukan pemerintah pusat.

“Wisatawan kita itu kan suka sesuatu yang baru atau something news different. Makanya, saat Kota Lama bisa dikembangkan, mereka jadi penasaran dan datang ke sini. Apalagi Kota Lama Semarang ini kan punya daya magnet sebagai The Little Netherland dan instagramable,” ujar Sinoeng saat dijumpai Semarangpos.com di Kota Lama, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Saat Sri Mulyani Bernostalgia Di Kota Lama Semarang

Sinoeng pun optimistis Kota Lama Semarang akan mampu menarik jumlah wisatawan lebih banyak ke depannya. Terlebih, jika terus dikembangkan dengan memperbanyak event seperti pertunjukan seni dan budaya.

“Kemarin ngobrol dengan Mas Menteri [Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif], kalau bisa ditambah pertunjukan musik yang outdoor. Cuma masalahnya kalau hujan enggak bisa mengakomodasi pengunjung. Makanya, nanti dikasih stage yang portable bukan permanen,” imbuhnya.

Selain itu, Sinoeng optimis Kota Lama akan semakin menarik saat tiga bagian budaya Semarang tergarap dan diberikan spot. “Ini kan yang tergarap baru seperempat. Nanti kita upayakan ada bagian Arab, China, dan Melayu. Semoga bisa terealisasi pada tahun 2020 ini,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho