Tutup Iklan
Terkendala Akses Internet, MPLS di Karanganyar Manfaatkan Medsos
Guru SMAN Gondangrejo melaksanakan MPLS hari pertama, Senin (13/7/2020), secara daring. (Istimewa/Dokumentasi SMAN Gondangrejo)

Solopos.com, KARANGANYAR--Sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar memanfaatkan media sosial (medsos) untuk memasang pengumuman dan materi pembelajaran selama MPLS.

Seperti dilakukan SMKN Jenawi dan SMKN Ngargoyoso. Dua sekolah itu berada di wilayah pegunungan. Kendala utama sekolah di wilayah pegunungan adalah kondisi geografis, akses Internet, dan sarana prasarana penunjang yang dimiliki siswa.

Tidak semua siswa memiliki handphone yang dapat digunakan untuk mengakses Internet. Oleh karena itu, sistem pembelajaran daring menjadi tantangan besar.

Bupati Karanganyar Peringatkan Kepala OPD Kurangi Porsi Konsultasi

Hari ini, Senin (13/7/2020), hingga Rabu (15/7/2020) sekolah jenjang pendidikan dasar maupun menengah menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS dilaksanakan secara daring.

Rencana itu berubah. Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng hendak menyelenggarakan MPLS secara tatap muka. Kebijakan diubah karena mempertimbangkan persebaran Covid-19 di Kabupaten Karanganyar.

Kepala SMKN Ngargoyoso, Sukidi, menyampaikan MPLS secara daring dimulai pukul 07.00 WIB. Sekolah menyiapkan ruangan untuk pelaksanaan MPLS secara daring.

Covid-19 Melonjak, MPLS SMA/SMK Karanganyar Batal Tatap Muka

"Hasil pembelajaran maupun materi selama daring itu kami unggah ke YouTube. Link YouTube kami bagikan melalui grup WhatsApp. Grup masing-masing kelas yang diampu oleh setiap wali kelas. Jadi siswa yang tidak bisa mengakses MPLS daring secara langsung bisa membuka link YouTube itu," ujar Sukidi saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (13/7/2020).

 

Antisipasi

Hal itu dilakukan mengantisipasi siswa yang terkendala akses Internet maupun handphone. Sukidi menyampaikan kondisi geografis di sejumlah wilayah di Kecamatan Ngargoyoso terbatas dalam hal akses Internet. Dia mencontohkan di sekolah menyiapkan wifi.

"Yang tidak bisa menyimak langsung bisa membuka di YouTube. Untuk antisipasi kondisi geografis dan sarpras. Tidak semua punya handphone yang bisa mengakses kan. Sekolah saja pakai wifi. Kalau di sini aliran listrik padam, tidak akan ada koneksi apabila tidak siap genset," ujarnya.

Legislator Solo Meninggal karena Covid-19, Gedung DPRD Jateng Ditutup

Hal senada dilakukan SMKN Jenawi. Sekolah itu memiliki akun Instagram, Facebook, dan channel YouTube. Sekolah memanfaatkan media sosial untuk memasang pengumuman maupun materi pembelajaran. Seperti dilakukan saat MPLS.

"Setiap hari [saat MPLS] kan ada materi. Nah bagi siswa yang tidak bisa mengakses materi secara daring langsung, kami bagi link YouTube melalui WhatsApp grup. Siswa bisa melihat kapan pun," kata Kepala SMKN Jenawi, Sri Eka Lelana, saat dihubungi Solopos.com, Senin (13/7/2020).

Pada hari pertama, siswa mendapat tugas membuat resume. Mereka wajib mengumpulkan tugas sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Sejumlah materi yang diberikan selama MPLS, seperti profil sekolah, kegiatan sekolah, kegiatan unggulan, dan lain-lain.

Tiga Sepeda Motor Adu Banteng di Karanganyar, Tiga Orang Meninggal

"Semua bahan sudah siap. Kami kan punya tim media sendiri dari anak-anak sekolah. Siswa baru kami beri link itu untuk mengantisipasi yang tidak melek medsos. Kan sudah buat grup WhatsApp saat daftar ulang. Instruksi sekolah lewat wali kelas dan diinfokan ke grup whatsapp," ujarnya.

MPLS dimulai pukul 08.00 WIB. Tugas untuk siswa dibagikan pada pukul itu. Eka menyampaikan kemungkinan pengumpulan tugas dilakukan secara tatap muka. Pihak sekolah mengadaptasi proses tatap muka seperti saat pendaftaran ulang pada tanggal 1-8 Juli.

"Ini daring. Kami sambil mencermati keadaan kalau ada kesempatan [siswa] bisa dihadirkan ke sekolah. Untuk mengumpulkan tugas saja. Saat daftar ulang kan bisa. Dibagi, kloter sehari bisa beberapa sesi," kata Eka.

Di Solo, Covid-19 Cabut Nyawa Legislator Jateng & Ketua LDII

 

Edukasi Covid-19

Sementara itu, Kepala SMAN Gondangrejo, Hasto Tyas Harjadi, mengklaim MPLS berjalan lancar dengan sistem daring. Mereka menyiapkan tiga ruang. Masing-masing ruang dikelola admin, moderator, dan pemateri.

Hasto menyebut ada sembilan materi saat MPLS. Seperti, sosialisasi dan edukasi tentang Covid-19, pengenalan lingkungan sekolah, dan cara belajar saat pandemi Covid-19 diutamakan pembelajaran daring, tata tertib sekolah.

"Ruang pertama diakses 99 siswa, ruang dua 101 siswa, ruang tiga 68 siswa. Per ruang menyiapkan tiga materi. Per hari, siswa mendapat tiga materi. Nanti akan digeser sesuai materi apa yang belum didapatkan. Jadi sampai hari ketiga, mereka bisa mendapat seluruh materi. Kami sudah siapkan mengantisipasi kondisi yang dinamis seperti sekarang," tutur Hasto.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho