Terduga Teroris Solo Meninggal Dalam Penahanan, Dimakamkan Malam Ini Di Polokarto
Ilustrasi Penangkapan (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO -- Seorang terduga teroris asal Kota Solo, BK, meninggal dunia saat menjalani masa penahanan di salah satu rutan wilayah Jawa Barat. Rencananya, BK dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) wilayah Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Rabu (3/6/2020) malam ini.

Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai saat dihubungi Solopos.com, Rabu petang, menyampaikan saat ini jenazah BK sedang dalam perjalanan ke rumah duka di wilayah Kecamatan Serengan, Solo.

"Jenazah rencananya dimakamkan di Polokarto, Sukoharjo. Di Solo hanya disalatkan lalu diberangkatkan ke permakaman," papar dia.

Seorang Ibu Hamil di Solo Reaktif Rapid Test Corona, Harus Operasi Caesar

Sebagai informasi, terduga teroris asal Solo yang meninggal tersebut ditangkap di salah satu rumah kontrakan wilayah RT 001/RW 001 Gondang, Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, 18 November 2019.

BK ditangkap saat mengendarai sepeda motor bersama temannya pada 18 November pagi. Setelah penangkapan, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri didampingi Inafis dan jajaran Polres Sukoharjo mendatangi rumah kontrakan itu sekitar pukul 16.00 WIB.

Barang Bukti

Penggeledahan saat itu berlangsung sekitar 30 menit. Tim Densus mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua unit handphone mati berikut kardus ponsel serta Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik BK.

Beda Dengan Kemendikbud, Wali Kota Solo Berkukuh Pelajar Masuk Sekolah Mulai Desember

Ketua RT 001/RW 001 Mulyono mengatakan BK merupakan warga Singosaren, Solo. Terduga teroris asal Solo yang meninggal di rutan wilayah Jawa Barat itu tinggal bersama istrinya asal Sumatra di wilayah Baki selama 1,5 tahun.

"Datang ke sini mereka ngontrak rumah milik Pak Joko. Saat pertama datang mereka merupakan pasangan pengantin baru. Kemudian mereka memiliki anak belum lama ini," kata dia saat dijumpai wartawan.

DIJUAL CEPAT: Partisi Rotan Asli

Selama tinggal di lingkungan tersebut, pasangan suami istri (pasutri) ini belum pernah mengikuti pertemuan warga. Di kalangan warga setempat pasangan ini dinilai tertutup. "Sebenarnya orangnya ramah dan baik. Hanya memang tertutup," kata dia.

Dia mengatakan BK sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan ringan. Setiap pagi dan sore BK selalu berjualan makanan keliling menggunakan sepeda motor.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho