Tutup Iklan

Terdampak Tol Solo-Jogja, Lahan Kas Desa di Klaten Malah Bertambah

Jumlah total lahan pengganti yang bisa didapatkan panitia desa setempat mencapai 32 bidang atau sekitar 72.000 meter persegi.

 Proyek fisik yakni membuat jalan poros dan saluran irigasi yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja mulai dilakukan di beberapa wilayah di Klaten. Pelaksana proyek jalan tol memastikan kawasan yang terdapat yoni tak bakal digusur maupun diuruk demi pembangunan jalan tol. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Proyek fisik yakni membuat jalan poros dan saluran irigasi yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja mulai dilakukan di beberapa wilayah di Klaten. Pelaksana proyek jalan tol memastikan kawasan yang terdapat yoni tak bakal digusur maupun diuruk demi pembangunan jalan tol. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN–Luas tanah kas desa di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Klaten, justru bakal lebih luas setelah sebagian tanah kas desa setempat terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Kepala Desa Kahuman, Ida Andung Prihatin, mengatakan jumlah total bidang lahan terdampak proyek tol di Kahuman ada 125 bidang. Dari jumlah itu, ada dua bidang lahan yang merupakan rumah. Sisanya merupakan bidang lahan untuk sawah.

“Untuk proses pembayaran uang ganti rugi pada dasarnya semua sudah klir [terbayarkan]. Tinggal dua bidang lahan saja karena persoalan ahli waris,” kata Ida, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Siap-Siap Pedagang Boleh Berjualan Lagi di Alun-Alun Wonogiri

Ida menuturkan di antara sawah yang bakal menjadi jalan tol, ada tanah kas desa. Jumlah bidang lahan tanah kas desa yang terdampak tol ada 19 bidang atau seluas 38.000 meter persegi.

“Kalau di Polanharjo tanah kas desa di Kahuman yang paling banyak [terdampak proyek tol]. Nilai uang ganti rugi [untuk tanah kas desa] sekitar Rp13 miliar,” jelas dia.

Soal penggantian tanah kas desa terdampak proyek tol, Ida menjelaskan proses pencarian lahan pengganti sudah rampung. Jumlah total lahan pengganti yang bisa didapatkan panitia desa setempat mencapai 32 bidang atau sekitar 72.000 meter persegi. Artinya, luas lahan pengganti justru lebih luas dibandingkan luas tanah kas desa yang terdampak proyek tol.

Baca Juga: Ada Polemik Banteng Vs Celeng, DPC PDIP Klaten Adem Ayem

Sekitar 26 bidang lahan untuk pengganti tanah kas desa terdampak tol masih berada di Desa Kahuman. Sebanyak enam bidang lainnya berada di desa lain di wilayah Polanharjo. Saat ini, panitia pengadaan tanah kas Desa Kahuman masih merampungkan proses administrasi lahan pengganti tersebut.

“Karena pintar-pintarnya tim yang mencari lahan. Yang penting kami cari di Kahuman kemudian ada nilai tambah cari di luar desa,” kata dia.

 

Saluran Irigasi

Terkait sawah, Ida menjelaskan sawah yang terdampak proyek tol kini sudah tak lagi ditanami setelah uang ganti rugi dibayarkan. Soal jalur irigasi terdampak proyek tol, Ida menuturkan ada sembilan jalur irigasi. Pelaksana proyek tol menjanjikan jalur irigasi tak bakal terganggu proyek jalan tol.

Baca Juga: Jalan Lingkar Alun-Alun Klaten Bakal Dibikin Searah

“Sudah ada pembahasan di kecamatan yang penting [pembangunan jalan tol] jangan nyenggol petani. Karena dampak yang paling dirasakan itu di timur tol,” jelas dia.

Ketua Kelompok Tani Tunas Karya III Desa Kahuman, Sugiyarta, mengatakan sawah terdampak proyek tol di Kahuman sudah dibiarkan bera sejak musim tanam kali ini setelah ada penggantian uang ganti rugi. Rata-rata petani yang sawahnya terdampak tol mulai mencari lahan pengganti.

“Ada yang mencari sawah pengganti masih di Kahuman ada juga yang di luar Kahuman. Rata-rata pada mencari sawah pengganti,” jelas dia.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.