Tutup Iklan

Terdampak Tol Solo-Jogja, 6 Bidang Tanah di Guwokajen Belum Dibebaskan

Pembebasan lahan itu terkendala beberapa hal mulai dari tanah yang masih bersengketa, keberatan soal nilai UGR, dan tidak ketemunya ahli waris.

 Lokasi objek sengketa berupa tanah terdampak pembangunan tol Solo-Jogja milik para tergugat di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Rabu (24/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Lokasi objek sengketa berupa tanah terdampak pembangunan tol Solo-Jogja milik para tergugat di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, Rabu (24/11/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, BOYOLALI—Sebanyak enam bidang tanah di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali, belum dibebaskan guna pembangunan tol Solo-Jogja. Pembebasan lahan itu terkendala beberapa hal mulai dari tanah yang masih bersengketa, keberatan soal nilai uang ganti rugi (UGR), dan tidak ketemunya ahli waris.

Secara terperinci, keenam bidang itu meliputi empat bidang tanah milik Ketua RT 006/RW 002, Dukuh Klinggen, Aris Harjono, dan saudara-saudaranya, satu bidang tanah masih dalam proses banding nilai appraisal, dan sebidang tanah lainnya belum diketahui ahli warisnya.

“Masih ada enam bidang tanah yang belum dibayar sampai sekarang. Saya harusnya yang mendapat kali pertama, tapi malah belum cair sampai sekarang,” kata Aris, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Niat Cari Sayur, Warga Lemahireng Boyolali Malah Temukan Mortir

Aris menceritakan pembayaran UGR harusnya terjadi pada 20 September 2021 lalu. Namun, pembayaran ini ditunda lantaran tanahnya dan tanah milik saudara-saudara berstatus dalam sengketa. Ia kaget ternyata beberapa hari sebelum pencairan, muncul sebuah gugatan atas tanah-tanah tersebut.

“Saya sudah menerima undangan pencairan dari Jakarta itu. Tapi pas hari H saya ditarik. Ternyata ada gugatan. Pencairan pun batal,” kenang dia.

Gugatan ini datang dari saudara-saudaranya Aris. Hingga kini, gugatan ini masih menjalani proses persidangan. Pada Jumat (26/11/2021), sengketa ini memasuki tahap pemeriksaan setempat yang akan dihadiri para penggugat dan pihak tergugat termasuk dirinya serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Datangi DPRD Klaten, Warga Sidorejo Bawa Kopi Petruk dan Wedang Rempah

Aris menceritakan pada tahap mediasi, ia dan saudara-saudaranya sempat menawarkan uang hingga Rp250 juta dan sepetak tanah agar sengketa tidak lanjut ke persidangan. Namun, tawaran ini ditolak oleh penggugat. Kasus pun lanjut ke persidangan sampai hari ini.

Sedangkan, satu petak tanah lainnya terkendala soal keberadaan ahli waris. Tanah itu memiliki sebuah keluarga. Namun, dua ahli waris yang berhak atas tanah itu hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Pergi terakhir dari sini sekitar tahun 1987. Setelah itu saya tidak tahu lagi ada di mana ahli waris ini,” ujar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Terkait Rencana Reuni 212 di Manahan, Kodim 0735/Solo Back Up Polisi

Jajaran Kodim 0735/Solo memberikan dukungan penuh kepada Polresta Solo dalam menjaga kondusivitas wilayah mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Gandeng PMI Wonogiri, Desa Pule Gelar Latihan Sukarelawan Bencana

Pelatihan diikuti 20 sukarelawan Desa Pule dan tiga perwakilan PMI yang terdiri atas bagian kebencanaan, bantuan hidup dasar (BHD), dan water rescue  (penyelamatan di air).

Ada Makam Pinggir Jalan di Pajang Solo, Empunya Siapa?

Ada makam pinggir jalan di Pajang, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, yang dulu ternyata sumur. Kira-kira siapa yang dikubur di makam tersebut?

Dedy dan Suwardi Jadi Kandidat Kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen

Nama Dedy Endriyatno dan Suwardi mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen.

Vaksin AstraZeneca Tidak Diminati Lansia Klaten

Lansia di Klaten lebih suka vaksin Sinovac daripada vaksin AstraZeneca.

Round Up: Misteri Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Pada masa Kerajaan Pajang, lorong bawah tanah di Laweyan, Solo, itu diperkirakan menjadi jalur distribusi candu.

Unik, Buah Belimbing Milik Warga Wonogiri Ini Berwarna Merah

Buah belimbing berwarna merah itu dibagikan oleh akun Instagram @tani_ndezo pada Sabtu (27/11/2021).

Penting Banget, Percepatan Layanan Deteksi HIV pada Ibu Hamil

Penularan HIV bisa terjadi dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Paling Rentan, Ada 2 Pasien Tuberkulosis-HIV di Wonogiri

Pasien TB-HIV bisa ditangani di Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) melalui 13 puskesmas dan empat rumah sakit di Wonogiri.

UMK Naik Tipis, Ibu Buruh Pabrik di Solo Rela Nyambi Bersihkan Makam

Seorang ibu yang juga buruh pabrik di Solo harus memutar otak supaya penghasilan selama sebulan cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari, salah satunya rela membersihkan makan demi dapat penghasilan tambahan.

Belum Vaksinasi, Sejumlah ODHA di Wonogiri Tak Siap Ditanya Petugas

Sejumlah ODHA yang belum divaksinasi disebabkan belum siap menyampaikan riwayat penyakitnya kepada petugas.

Selamatkan Produksi Kakao, Indonesia Perlu Kemitraan & Industri Kreatif

Pola kemitraan dan penumbuhan industri kreatif olahan biji kakao berpotensi menyelamatkan produksi kakao Indonesia.

Kreatif! PKK Klaten Bikin Video untuk Kampanyekan Vaksin

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten membuat video kreatif untuk mengedukasi warga terkait pentingnya vaksin.

Seruduk Truk Tronton Parkir di Jalan Solo-Sragen, Bodi Truk Ini Ringsek

Sebuah truk ringsek setelah menyeruduk truk tronton boks yang parkir di jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan Warung You Sri, Dukuh Nguwer RT 017, Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen.

Hari Ini Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik Boyolali Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Boyolali hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Sragen Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Sragen hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.