Terdampak Pandemi, Bisnis Jasa Konstruksi di Soloraya Lesu
Ilustrasi pekerjaan konstruksi (JIBI/Dok)

Solopos.com, SOLO— Bisnis jasa konstruksi di Soloraya turun drastis hingga tinggal 30% selama pandemi Covid-19. Lesunya sektor bisnis ini dipengaruhi anggaran konstruksi pemerintah yang sebagian besar dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kondisi tersebut tak terkecuali dialami oleh para pengusaha jasa konstruksi di Soloraya.

Ketua Asosiasi Konstruksi Nasional (Askonas) Solo, Santoso, mengatakan pandemi menyisakan pekerjaan di sektor konstruksi tinggal 30%. Menurutnya, kondisi tersebut beberapa rekan masih bisa menjalankan bisnisnya, meski ada pula yang terpaksa berhenti karena ketiadaan proyek garapan.

“Tinggal kekuatan kami dan mendekati yang punya uang. Misalnya, pemerintah atau pun swasta. Tapi, tentu kami riset dulu, menyesuaikan kebutuhan,” ujar dia, kepada Solopos.com, Santu (20/2/2021).

Baca Juga: Mal Di Solo Kembali Bergairah Setelah Aturan Ini Dicabut

Anggaran Dialihkan

Santoso menjelaskan jasa konstruksi lesu lantaran turut terdampak pandemi. Sebagai contoh, anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk konstruksi mesti dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Dengan demikian, pekerjaan konstruksi yang tersisa tinggal sedikit. Meskipun begitu, pebisnis jasa konstruksi tidak hanya mengandalkan proyek dari pemerintah, tetapi juga swasta maupun BUMN.

“Namun demikian, kondisi di masing-masing daerah berbeda. Misalnya, di Boyolali hampir semua pekerjaan konstruksi pemerintah dikerjakan rekan-rekan Askonas. Hal ini berbeda di Solo,” imbuh dia.

Baca Juga: KRL Jogja-Solo Tambah Perjalanan, Ini Jadwal Terbarunya

Kepala DPP Askonas Jawa Tengah, Budi Kiatno, menambahkan pandemi Covid-19 berdampak besar pada bisnis rekan-rekan Askonas. Menurutnya, anggaran untuk konstruksi hampir semua ditarik untuk penanganan Covid-19.

“Sepanjang tahun lalu hampir tidak ada pekerjaan. Meskipun ada paling kecil-kecil. Penurunan lebih dari 50%. Kami semua mangan tabungan [mantab],” kata dia.

Budi berharap kondisi tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Optimisme terlihat dari sudah mulai bergulirnya lelang-lelang proyek pemerintah di berbagai daerah. Di sisi lain, target ke depan bisa meraih kesuksesan rekan-rekan di gabungan pelaksana konstruksi nasional Indonesia (Gapensi). “Insya Allah, bulan ini mulai bergulir lagi dengan adanya lelang pekerjaan. Tahun lalu penurunannya drastis sekali,” jelas dia.

Baca Juga: Desa Di Wonogiri Yang Siap Lakukan Pemakaman Jenazah Covid-19 Tersebar Di 5 Kecamatan

Sementara itu, Kanwil DJP Jateng II mencatat sektor konstruksi masuk lima sektor usaha yang mengalami penurunan pertumbuhan pajak yang cukup signifikan dikarenakan perlambatan ekonomi dan adanya insentif pajak yang telah dimanfaatkan.

Konstruksi menyumbang kontraksi sebesar -39,09% selain sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, serta administrasi pemerintahan.



Berita Terkini Lainnya








Kolom