Mal di Solo Kembali Bergairah Setelah Aturan Ini Dicabut
Suasana tenant di Solo Grand Mall (SGM), Senin (14/9/20202).(Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO — Pelonggaran batasan usia pengunjung ke pusat perbelanjaan modern di Kota Solo menjadi angin segar. Setidaknya aturan tersebut bisa mendongkrak jumlah kunjungan dan menggeliatkan bisnis tenant di mal yang terpuruk sepanjang pandemi Covid-19.

Public Relation Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina, mencatat ada kenaikan jumlah pengunjung yang signifikan sejak larangan anak-anak di bawah 15 tahun masuk mal. Kini, hanya anak-anak di bawah 5 tahun ibu hamil, dan lansia, masuk toko modern yang dilarang masuk mal.

“Pada akhir pekan lalu jumlah pengunjung sekitar 12.000-an. Angka ini naik drastis dibandingkan pekan-pekan sebelumnya yang sekitar 10.000-an orang. Kami berharap tidak ada revisi regulasi lagi seperti dulu. Bagaimana pun kami berkomitmen penuh untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar dia, kepada Solopos.com, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Pemerintah Tak Perpanjang Subsidi Tarif, Tiket Pesawat Jadi Segini

Perempuan yang akrab disapa Ina ini menambahkan jam operasional mal juga bergeser. Sebelumnya, SGM buka pukul 10.00 WIB tutup pukul 19.00 WIB, sekarang ini buka di waktu yang sama, tetapi tutup pukul 21.00 WIB. Selain itu, wahana untuk anak seperti Timezone sudah kembali dibuka.

Di sisi lain, manajemen juga tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah sejumlah toko modern yang mulai melonggarkan aturan tersebut. Antara lain, mewajibkan pengunjung cuci tangan atau pun memakai hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, wajib masker, dan jaga jarak.

Menurutnya, ini tak hanya dilakukan mal, tetapi tenant-tenant yang ada juga menerapkan protokol kesehatan. Ia mencontohkan di Hypermart dan Matahari Department Store juga memberlakukan pengukuran suhu tubuh hingga jaga jarak pada antrean kasir.

Baca juga: Ini Kata Pakar Feng Shui Soal Peluang Bisnis Kuliner di Tahun 2021

“Tahun lalu kami fokus tenant. Kami memfasilitasi mereka yang terdampak pandemi Covid-19 lewat event seperti pameran. Tahun ini baru kami menggelar pameran dengan menggandeng pihak-pihak luar,” imbuh dia.

Mal Dukung Pemerintah

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Solo, Veronica Lahji, mengatakan sebenarnya pihaknya mendukung penuh semua keputusan pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami dari sisi mal tidak masalah, tapi kami berharap pemerintah konsisten terkait kebijakan yang diputuskan. Kami sudah menerapkan seluruh protokol kesehatan, kami melakukan itu tidak setengah-setengah, tapi yang ada pada aturan pemerintah benar-benar kami taati. Namun demikian, kami merasa ini tidak konsisten dengan yang terjadi di luaran sana, jadi percuma kalau pemerintah bikin kebijakan tapi hanya secara parsial, enggak semuanya,” papar dia.

Baca juga: Fintech Aggregator, Solusi Mudah untuk Pilih-Pilih Pinjol sampai Investasi Online

Ia menggarisbawahi sebelumnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Soloraya memengaruhi bisnis mal dan ritel modern. Salah satunya adalah jebloknya angka pengunjung lantaran mal maupun ritel modern diwajibkan tutup lebih cepat pukul 19.00 WIB hingga pembatasan usia dan kriteria pengunjung tertentu.

“Dampaknya, pengunjung sangat drastis turunnya. Alhasil, tenant-tenant jadi sepi. Mereka mulai mengeluhkan perubahan ini. Ya, angka kunjungan turun 50%,” kata Chief Marcom Solo Paragon Mall tersebut.

Sementara itu, Public Relation The Park Mall Solo Baru, Christina Tri Mawarti, menambahkan berdasarkan SE Bupati Sukoharjo, malnya beroperasi pada pukul 10.00 WIB - 21.00 WIB.

Baca juga: Rahasia Keripik Singkong Bojonegoro Bisa Tembus Pasar Dunia

“Tren pengunjung mal saat ini ramai saat jam makan siang pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB lalu saat jam makan malam pukul 18.00 WIB sampai 20.00 WIB. Pergeseran pola kunjungan sudah terbentuk. Okupansi hari hari biasa kurang 5.000 kunjungan. Jumlah ini 70% dari kunjungan normal,” jelas dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom