Tempe Besengek, Penganan Sumber Protein Khas Bumi Progo

Tempe Besengek adalah olahan tempe yang bahan dasarnya dari kacang benguk dan kacang koro yang biasanya tumbuh di kawasan Kabupaten Kulon Progo.

 Tempe Besengek khas Kulon Progo (Instagram/@debongvanhoet)

SOLOPOS.COM - Tempe Besengek khas Kulon Progo (Instagram/@debongvanhoet)

Solopos.com, KULONPROGO — Jika tempe biasanya dibuat dari bahan dasar kacang kedelai, berbeda dengan tempe khas Kulon Progo ini. Tempe besengek adalah olahan tempe yang bahan dasarnya dari kacang benguk dan kacang koro yang biasanya tumbuh di kawasan Kabupaten Kulon Progo.

Tempe ini warnanya kecokelatan, sedikit lembab dan bertekstur lunak. Untuk membuat tempe besengek ini cukup mudah, mengutip Detik.com, Selasa (27/7/2021) tempe benguk ini dimasak dengan santan kanil dari kelapa yang agak tua. Lalu diberi garam dan daun salam dan kemudian direbus hingga masak dan bumbu meresap dan kental.

Salah satu penjual tempe besengek, Sunarti mengatakan untuk mendapatkan rasa gurih dan tekstur kental memang harus menggunakan santan kanil. Tempe koro sendiri terbuat dari kacang koro sedangkan tempe benguk berasal dari kacang beguk. Kedua kacang ini merupakan sejenis polong-polongan yang banyak dijadikan tanaman pagar.

Baca Juga : 9 Pengusaha Kuliner Kulon Progo Dipanggil Satpol PP Gegara Ini

Ukuran kacangnya besar dan sedikit keras dan kacang jenis ini sangat populer di Kabupaten Kulon Progo karena menjadi sumber protein pengganti kedelai. Sunarti mengaku dalam satu hari bisa membuat sekitar 150 tempe besengek, baik dari tempe benguk atau tempe koro. Selain melayani pemesanan, tempe besengek ini juga dijual dengan dititipkan di warung-warung.

Sunarti membuat makanan olahan tempe ini dari pukul 02.00 WIB untuk mempersiapkan bahan membuat tempe besengek dan mengolahnya menjadi makanan jadi. Biasanya pada pukul 06.00-07.00 WIB sudah ada yang dititipkan ke warung-warung dan diambil para pedangang pasar.

Tempe besengek ini dikemas dalam dau pisang dan di dalamnya ada lima tempe dan dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp2.500 per bungkus. Tempe besengek di Kulon Progo dan sekitarnya biasanya disajikan sebagai teman makan geblek.

Baca Juga : Dihajar Mobil, Pengendara Motor di Kulonprogo Cedera Kepala

Mengutip Kulonprogokab.go.id, proses pembuatan tempe besengek ini tergolong cukup lama dan rumit. Pada awalnya biji benguk diproses menjadi tempe dengan cara pengolahan persis seperti pembuatan tempe kedelai pada umumnya. Dari tempe benguk yang sudah jadi kemudian diproses menjadi tempe besengek. Dengan bumbu-bumbu yang khas, proses pemasakan tempe besengek ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam.

Saat ini keberadaan geblek yang merupakan makanan khas Kulon Progo, Provinsi DIY ini masih mudah ditemukan di beberapa pasar tradisional. Selain di Kulon Progo, geblek dan tempe besengek banyak dijual di Pasar Prawirotaman, Pasar Sentul Yogyakarta, Pasar Gamping Sleman dan lain-lain.

Berita Terkait

Berita Terkini

Capaian Vaksinasi Di Bantul Dinilai Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Dinkes Bantul beralasan jika Bantul bukanlah pilot projek vaksinasi di DIY seperti Kota Jogja dan Sleman?.

Pengumuman! Pemkot Jogja akan Gelar Wayang Jogja Night Carnival, Catat Tanggalnya

Pemkot Jogja akan tetap menggelar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) meski masih masa pandemi. WJNC akan digelar secara hibrid.

Warga Bisa Urus Dokumen Ini, Di Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri Kulonprogo

Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) membantu masyarakat Kulonprogo dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Pengumumam, Di Jogja Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

Sesuai Inmendagri Nomor 43/2021, Kota Jogja dipilih menjadi salah satu wilayah yang menerapkan uji coba di kawasan mal.

Kebijakan Ganjil Genap Objek Wisata Bantul Dievaluasi

Penerapan kebijakan ganjil genap di objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan, Bantul dievaluasi.

Miris, Gadis di Bawah Umur Dijual ke Pria Hidung Belang

Dua pemuda asal Banjarnegara, Jawa Tengah tega menjual seorang gadis di bawah umur kepada pria hidung belang.

Ngentak Mangir Dulu Susah Sinyal, Kini Malah Jadi Kampung Internet

Inisiatif warga untuk berlangganan internet dan menyebarkan ke seluruh rumah membuat Kampung Ngentak Mangi di Bantul tak lagi susah sinyal.

Pemkab Bantul Ajukan Pantai Parangtritis untuk Dibuka

Pemkab Bantul mengajukan Pantai Parangtritis untuk melakukan uji coba operasional selama PPKM

15.000 Dosis Vaksin Moderna Mulai Disalurkan Kepada Warga Kulonprogo

Pemberian vaksin Moderna untuk warga Kulonprogo telah dimulai sejak Sabtu (18/9/2021). Jumlah vaksin Moderna yang tersedia sebanyak 15.000 dosis.

Pengelola Objek Wisata di Jogja Keberatan Aturan Ganjil Genap

Pengelola objek wisata di Kota Jogja keberatan apabila aturan ganjil genap jadi diberlakukan. Pasalnya, tanpa aturan itu pun, jumlah pengunjung yang bisa masuk sangat sedikit.

Deretan Orang Kaya dari Jogja, Ada Nama Artis Ibu Kota

Ini dia deretan orang kaya atau konglomerat dari Jogja, DI Yogyakarta, yang salah satunya berasal dari dunia hiburan Tanah Air.

Indahnya Tempat Wisata Tersembunyi di Bantul Ini, Jalannya Menantang Hlo

Tempat wisata kali ini begitu menantang medan jalan yang ditempuh dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Pengunjung harus berhati-hari karena jalannya yang setapak dan sampingnya terdapat sungai.

Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Puluhan kendaraan yang menuju ke Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY, diminta putar balik karena pemberlakuan penyekatan.

Sepuluh Persen SMP di Bantul Jalani Uji Coba PTM

Senin Depan, sejumlah SMP sederajat di Bantul menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Ganjil Genap Diberlakukan ke Tebing Breksi, 72 Kendaraan Diputar Balik

Sebanyak 164 kendaraan dizinkan naik ke Tebing Breksi selama pemberlakukan ganjil genap.

Dampak PPKM, Kualitas Udara Kota Jogja Kian Membaik

Penerapan PPKM yang berlangsung sejak Juli lalu disebut berdampak pada kualitas udara di Kota Jogja.