Tebing 10 Meter Longsor Timpa Teras Rumah Warga Gondang Sragen
Warga bekerja bakti membuat talut darurat dengan menata sak berisi tanah di tebing yang longsor di samping rumah warga di Dukuh Munggur RT 024/RW 004, Desa Tunggul, Gondang, Sragen, Minggu (1/3/2020. (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Tebing setinggi 10 meter dan panjang tujuh meter di Dukuh Munggur/Penthuk RT 024/RW 004, Desa Tunggul, Gondang, Sragen, longsor saat hujan deras menguyur, Sabtu (29/2/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tanah longsor tersebut mengancam dua rumah warga di bukit dan di samping bawah tebing. Rumah milik Sugeng Widodo, 47, yang berada di bukit terancam longsor. Fondasi rumah Sugeng hanya hanya berjarak satu meter dari bibir tebing sepanjang tujuh meter yang longsor itu. Sugeng semakin was-was karena sudah ada retakan tanah hingga 15 meter.

"Sebelumnya lima hari lalu saat hujan deras dengan intensitas cukup lama itu sudah muncul retakan tanah. Kemudian hujan lagi pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Tanah itu bergerak perlahan dari atas ke bawah. Jadi saat longsor itu tidak ada suara gemuruh apa pun. Tanah berjalan terbawa air ke bawah. Saya hanya was-was semoga tanah longsor tidak bertambah," terang Sugeng kepada Solopos.com, Minggu (1/3/2020).

Syuting di Solo, Ini Bocoran Film Sobat Ambyar Didi Kempot 

Sugeng menjelaskan kemiringan tebing tidak terlalu curam tetapi agak lambat dan ada beberapa pohon keras. Dia mengatakan longsoran tanah itu mengenai teras rumah Mariman, 70, yang berada di samping bawah yang jaraknya hanya satu meter dari dinding tebing.

Sementara ini, warga bergotong-royong mencegah longsor dengan memasang sak berisi tanah atau pasir. Sebanyak 30 orang bergotong-royong membangun talut darurat menggunakan tumpukan sak berisi tanah.

Kerja bakti tersebut dikoordinasi Ketua RT 024, Sunardi. Mereka bahu-membahu untuk membuat talut darurat itu supaya ancaman longsor ke rumah Sugeng bisa diantisipasi.

Selain Solo, 4 Kota Ini Juga Punya Kuliner Daging Anjing

"Sementara ya pakai sak itu yang bisa kami lakukan. Sak berisi tanah atau pasir itu diletakkan pada tanah yang keras dan ditumpuk secara zig-zag. Untuk selebihnya masih menunggu bantuan dari pemerintah desa atau dari kabupaten," ujar Sunardi.

Sunardi menambahkan warga kekurangan sak untuk membuat talut darurat karena tinggi tebing mencapai 10 meter. Dia menilai tebing yang longsor itu disebabkan tanah gembur dan padasnya juga lunak bukan pada keras.

"Di Munggur RT 024 ini memang rawan longsor. Dari 65 keluarga, separuh di antaranya rawan longsor. Namun longsor yang cukup besar ini ya baru tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya tak ada longsor seperti ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daersh (BPBD) Sragen langsung mengirim anggota untuk meninjau lokasi rawan longsor di Gondang tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho