Tantangan Ridwan Kamil Soal Mobil Listrik, Ini Jawaban BMW Astra
Operation Manager BMW Astra, Teguh Widodo. (Tangkapan layar)

Solopos.com, SOLO – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kami menantang produsen untuk gencar jual mobil listrik. Menanggapi tantangan tersebut BMW Astra pun memberikan penjelasan melalui Operation Manager, Teguh Widodo.

Tantangan Ridwan Kamil tersebut disampaikan dalam talkshow virtual yang digelar Solopos, Kamis (4/3/2021) malam. Hal ini dilandasi keinginannya membeli bus listrik namun ternyata belum tersedia di pasaran. Demikian juga mobil listrik jumlahnya terbatas.

Operation Manager BMW Astra, Teguh Widodo menjelaskan soal tantangan Kang Emil sapaab akrab Ridwan Kamil sebenarnya sudah menjadi perhatian BMW sejak 2010. Karena pada saat itu BMW sudah bicara mobil listrik.

“Kemudian ditindaklanjuti dengan menyiapkan infrastruktur pada 2015 berupa diler dan bengkel. Kemudian pada 2016 sudah jualan dan ikut pameran otomotif di Indonesia,” jelas Teguh.

Baca jugaRidwan Kamil Tantang Produsen Gencar Jual Mobil Listrik, Ini Alasannya

Teguh mengakui jika permintaan akan mobil listrik tinggi. Apalagi seperti disampaikan Kang Emil, pasar sangat terbuka. Karena rendahnya biaya operasional sehingga ada penghematan uang rakyat, sehingga minat membeli dari pemerintah provinsi tinggi.

Namun, lanjut Teguh, harga mobil listrik masih mahal karena yang didatangkan ke Indonesia dalam bentuk utuh. Mobil completely built up (CBU), atau  diproduksi di negara mobil itu berasal. “Contohnya BMW i3 yang harganya masih mahal karena didatangkan utuh dari luar negeri,” jelasnya.

Selain itu mahalnya harga baterai juga menjadikan harganya masih tinggi. Padahal konsumen menginginkan harga terjangkau. Selain itu harus ada dukungan terkait pengisian daya baterai yang cepat. Karena pembeli ingin pengisian, waktunya tidak terlalu lama.

“Kalau bicara soal jualan mudah, namun penyediaan infrastruktur juga penting untuk mendukung keberadaan mobil listrik. Dukungan diler, bengkel, stasiun pengisian kendaraan listrik yang fast charging,” ujar Teguh.

Baca jugaBukan Tesla, Pemerintah Dekati VW Investasi Mobil Listrik di Tanah Air

Membujuk VW

Sementara Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. M Ashari, ITS sudah membuat prototype mobil listrik. Bahkan sudah melakulan rally dari Surabaya ke Jakarta untuk menguji kemampuannya.

“Hanya saja untuk memproduksi masal jelas tidak mungkin. Karena itu membutuhkan biaya sangat besar. Kecuali menggandeng investor membangun manufaktur, tapi kalau ITS sendirian imposible,” kata M Ashari.

Pemerintah saat ini dikabarkan tengah membujuk VW untuk melakukan investasi mobil listrik di Indonesia. Soal rencana ini dikonfirmasi langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto. Hario Seto adalah tim dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Sudah sejauh apa pembicaraan yang sudah dilakukan pemerintah dengan VW? Sayangnya Hario Seto enggan memberi informasi panjang soal hal itu ketika dikonfirmasi oleh CNBC Indonesia seperti dilansir detikcom.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom