Bukan Tesla, Pemerintah Dekati VW Investasi Mobil Listrik di Tanah Air
Ilustrasi mengisi daya mobil listrik. (sputnik)

Solopos.com, JAKARTA-- Hingga kini belum ada kepastian soal rencana investasi Tesla di Indonesia. Pemerintah ternyata sudah melakukan pembicaraan dengan produsen otomotif raksasa lainnya untuk diajak menanamkan modal di Indonesia. Yang kini tengah dibujuk untuk datang adalah Volkswagen (VW).

Soal rencana pemerintah membujuk VW melakukan investasi di Indonesia dikonfirmasi langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto. Hario Seto adalah tim dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Sudah sejauh apa pembicaraan yang sudah dilakukan pemerintah dengan VW? Sayangnya Hario Seto enggan memberi informasi panjang soal hal itu ketika dikonfirmasi oleh CNBC Indonesia seperti dilansir detikcom.

Baca Juga:Ridwan Kamil Tantang Produsen Gencar Jual Mobil Listrik, Ini Alasannya

"BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal] yang sedang menangani hal ini," kata Septian kepada CNBC Indonesia.

Pernyataan Hario Seto dikonfirmasi juga oleh Juru Bicara BKPM Tina Talisa. "Saat ini pemerintah Indonesia memang tengah menjalin komunikasi dengan Volkswagen. Namun izinkan kami untuk berfokus dengan proses komunikasi yang dilakukan tersebut," sebut Tina juga kepada CNBC Indonesia seperti dilansir detikcom.

Terkait upaya pemerintah membujuk VW datang ke Indonesia, informasi ini pada awalnya dibocorkan oleh Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia. Bahlil menyatakan telah ada pembicaraan dilakukan, yang mana mengindikasikan pada pengembangan mobil listrik.

Baca Juga: Mengulas Tunjangan Pensiunan PNS, Beneran Capai Rp1 Miliar?

Perusahaan dari Berbagai Negara

Meski status Tesla belum jelas, pemerintah telah berhasil menggaet beberapa perusahaan dari berbagai negara untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang didatangkan tersebut sejalan dengan fokus pemerintah pada pengembangan industri kendaraan listrik beserta turunannya.

Selain LG yang akan membangun pabrik baterai mobil listrik, ada juga perusahaan asal China CATL (Contemporary Amperex Technology). CATL sudah masuk untuk produksi baterai terintegrasi dengan nilai invetasi US$ 5,2 miliar.

Baca Juga: Tiga Keuntungan Memiliki Akun ShopeePay Yang Telah Terverifikasi

"LG mulai ground breaking Maret akhir untuk 10 gigawatt pertama. Ini investasi LG, Hyundai, juga Posco, dengan ada satu perusahaan dari China, mereka lakukan kerja sama dengan BUMN Indonesia mulai dari proses tambangnya, smelternya, prekursornya, baterai mobil, sampai dengan recycle-nya."

"Inilah bentuk yang akan kita lakukan ke depan agar material ore kita tidak hanya dipakai memenuhi stok pabrik-pabrik mereka di luar negeri," kata Bahlil dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021) malam.



Berita Terkini Lainnya








Kolom