Ilustrasi simbol pria dan wanita. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu, publik sempat dihebohkan dengan berita pil perawan. Pil tersebut digunakan untuk mengelabuhi orang lain terkait keperawanan.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, pil perawan digunakan pekerja seks komersial agar dikira masih perawan oleh pria hidung belang yang menyewanya. Pil itu dimasukkan ke organ intim PSK agar saat berhubungan seksual, kapsul yang berisi cairan menyerupai darah itu pecah sehingga kerap dikira darah perawan.

Apakah tanda keperawanan selalu identik dengan darah? Menurut pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, dr. Andri Wanananda, keperawanan tidak bisa terlihat ciri-ciri fisiknya. Karena sebenarnya tidak ada perubahan fisik yang terjadi ketika seorang perempuan kehilangan keperawanannya.

Keperawanan yang ditandai dengan selaput dara hanya bisa dipastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, misalnya melihat apakah selaput daranya telah ditembus oleh penis atau tidak.

"Utuhnya selaput dara harus diperiksa oleh dokter spesialis kebidanan atau bidan-ahli di klinik kebidanan melalui prosedur pemeriksaan intra-vaginal. Orang awam tidak mungkin mampu melaksanakannya. Jadi ciri-ciri fisik luar itu hanya mitos," tegas Andri seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (14/11/2019) silam.

Darah yang keluar saat selaput dara yang menutupi pembukaan vagina robek saat berhubungan seksual memang bisa dijadikan salah satu tanda keperawanan. Namun, selaput dara bisa robek melalui kegiatan fisik seperti bersepeda, jatuh, menggunakan pembalut tidak tepat, atau senam yang berlebihan.

Selain itu beberapa gadis ada yang memiliki selaput dara fleksibel sehingga tidak mengeluarkan darah ketika pertama berhubungan seks. Bila si pria dapat merangsang pasangannnya sehingga terjadi lubrikasi yang baik, perempuan juga tidak akan mengeluarkan darah meskipun baru kali pertama berhubungan seksual.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten