Tambah, Warga Wonogiri Karantina Mandiri Karena Kontak Dengan Pasien Corona Jadi 117 Orang
Ilustrasi virus corona (freepik)

Solopos.com, WONOGIRI -- Jumlah warga Wonogiri yang harus karantina mandiri karena sebelumnya berkontak dengan pasien positif corona meninggal dunia asal Jatipurno bertambah dari sebelumnya 64 orang menjadi 117 orang.

Jumlah itu meliputi 59 tenaga medis yang kontak saat pasien dirawat di fasilitas kesehatan Slogohimo (9-13 Maret), 11 anggota keluarga yang kontak erat, 5 petugas klinik dekat rumah pasien saat periksa pada 3 Maret, dan 42 orang yang membesuk di fasilitas kesehatan Slogohimo.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek, mengatakan telah melakukan screening terhadap warga yang kontak dengan pasien corona sebelum mereka menjalani karantina mandiri.

Mobil Tabrak Motor di Karanganyar, 2 Orang Meninggal

“Semua warga yang pernah melakukan kontak [dengan pasien corona], kami beri pemahaman untuk istirahat di rumah selama 14 hari. Selain itu kami juga melakukan monitoring kepada mereka secara khusus dan intensif,” kata dia kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Hingga saat ini, Jekek menambahkan semua warga tersebut dalam kondisi sehat, belum ada satu pun yang mengalami gejala mengarah ke Covid-19.

Libur Sekolah Diperpanjang Jadi Dua Pekan

Kendati begitu, Jekek menegaskan seratusan warga Wonogiri tetap harus menjalani karantina mandiri dan petugas kesehatan akan memantau secara intensif.

Suami Kena Corona, Istri Wali Kota Bogor Curahkan Isi Hatinya

Jekek juga mengatakan para siswa sekolah yang tadinya hanya diliburkan selama sepekan diperpanjang menjadi dua pekan. Sementara untuk aparatur sipil negara (ASN) tetap masuk kerja di kantor seperti biasa.

Namun, mereka dimintai membatasi interaksi dan pertemuan. Hingga saat ini, Jekek mengatakan ada tiga orang berstatus pasien dalam pengawasan asal Wonogiri.

Satu pasien dirawat di RSUD dr Moewardi Solo dan dua pasien di RSUD Wonogiri.

30% ASN Pemkab Sragen Work From Home, Bupati: Awas Jangan Tidur di Jam Kerja!

Di sisi lain, Pemkab Wonogiri menggelontorkan dana Rp6 Miliar untuk menangani persebaran virus corona atau Covid-19. Dana tersebut berasal dari biaya tak terduga, dana insentif daerah (DID), dan dana bagi hasil cukai tembakau.

"Dana tersebut kami gunakan untuk bantuan logistik bagi warga Wonogiri yang karantina mandiri serta petugas sosialisasi dari Puskesmas, TNI dan Polri. Petugas ini dianjurkan untuk intensif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Jekek.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho