Tambah 1 Lagi Kasus Kematian Akibat Covid-19 Di Solo, Dari Sudiroprajan
Ilustrasi pasien Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Solo bertambah satu lagi sehingga totalnya menjadi 11 orang per Minggu (9/8/2020).

Orang ke-11 yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Solo berasal dari Kelurahan Sudiroprajan, Jebres. Padahal, dia baru tercatat sebagai kasus konfirmasi pada Jumat (8/8/2020).

Waduh, Kapolresta Solo Juga Ikut Diserang Saat Lindungi Korban Kericuhan di Mertodranan

Sebelumnya pasien itu berstatus suspek. Selain kasus kematian akibat Covid-19, jumlah kasus positif corona di Solo juga bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 309 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan tambahan satu kasus positif baru berasal dari Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari.

Covid-19 Klaster Perkantoran Solo: Selain Inspektorat, Gugus Tugas Juga Tracing Di Disdik

Dia adalah perempuan berumur 61 tahun yang diduga tertular dari keponakannya yang berasal dari Surabaya.

“Dia mampir sebentar ke rumah budenya itu. Lalu pas dia balik ke Surabaya ternyata positif Covid-19. Bibinya termasuk tracing kontak. Saat ini dirawat di rumah sakit karena memiliki komorbid [penyakit penyerta],” jelas Ning, sapaan akrabnya kepada wartawan, Minggu.

Gibran dan Teguh Hadiri Rapat Pleno PAN Solo Bahas Usulan Cawali-Cawawali Ke DPP

Sementara itu, tambahan satu kasus kematian akibat Covid-19 dari Sudiroprajan, Jebres, Solo, merupakan kasus kematian pertama di kelurahan tersebut. Sedangkan untuk lingkup Kecamatan Jebres, kasus ini menjadi yang kelima.

Zona Oranye

Dari total 309 kasus terkonfirmasi positif di Solo, perinciannya 252 orang sudah pulang dari sakit alias sembuh. Sisanya yang masih dirawat sebanyak sembilan orang, isolasim mandiri 37 orang, 11 orang meninggal.

Teguh Prakosa Bantah Ada Bersih-Bersih Pendukung Gibran dari Ranting PDIP Solo

Catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.041 orang. Penjabarannya, 981 sembuh/discard, 13 dirawat inap (suspek aktif), 2 isolasi mandiri, dan 45 suspek meninggal dunia.

Polisi Terjunkan 1 Peleton Brimob Amankan Kampung Mertodranan Solo Seusai Kericuhan

Di sisi lain, lonjakan kasus selama pada 12-26 Juli membuat Solo kembali ke zona merah atau risiko tinggi Covid-19. Kemudian, penurunan kasus pada medio 19 Juli-2 Agustus membikin status risiko turun lagi ke zona oranye atau sedang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom