Tak Mau PDIP Dicabik-Cabik, Ini Jejak Rudy Pimpin PDIP Solo Selama 20 Tahun
F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo. (Dokumentasi Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo atau Rudy meminta seluruh kader PDIP  Solo tegak lurus kepada aturan dan instruksi partai.

”Apa pun yang nanti diputuskan DPP dan ketua umum mesti kita lakukan bersama-sama. Suka tidak suka. PDIP tidak boleh dicabik-cabik, diporak-porandakan oleh siapapun. Bila butuh pengorbanan biar salah satu saja,” urai dia saat merayakan ulang tahunnya yang ke-60, Kamis (13/2/2020) pagi.

Dinamika di internal PDIP tengah menghangat menjelang Pilkada Solo 2020. Ada dua nama yang memperebutkan rekomendasi DPP PDIP sebagai calom wali kota Solo. Ada Achmad Purnomo yang diajukan DPC PDIP Solo. Purnomo diduetkan dengan Teguh Prakosa.

Kemudian ada Gibran Rakanuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketiga tokoh itu telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPP PDIP. Selain itu, Rudy dan Jokowi juga dua kali bertemu di tengah dinamika di internal partai itu.

Jasad Bayi Dalam Kardus Ditemukan Di Selokan Waduk Lalung Karanganyar

”Apa pun rekomendasi yang nanti dikeluarkan Ketua Umum [PDIP] hukumnya wajib bagi kita semua untuk memenangkan Pilkada. Untuk menyikapi Solo tetap kondusif, tetap aman, nyaman, dan PDIP tidak terpecah-belah,” kata Rudy.

Rudy yang kini menjadi Wali Kota Solo itu punya peran besar di tubuh PDIP Solo. Dia sudah memimpin PDIP Solo lebih dari 20 tahun. Pada 2019, dia terpilih kembali menjadi Ketua DPC PDIP Solo untuk kali kelima.

Pada 2019, Rudy awalnya menolak untuk kembali memimpin PDIP Solo periode 2019-2024. ”Sudah 20 tahun jadi Ketua DPC. Saya enggak pernah mencalonkan, tapi dicalonkan oleh teman-teman. Hidup saya total 43 tahun untuk partai, dari tingkat bawah. Wis kesel. Biar yang [kader] lain saja. Jadi pembantunya Ketua DPC ya boleh. Saya tak genti leren (gantian beristirahat),” kata dia kepada wartawan, Selasa (25/6/2019), seperti yang pernah diberitakan Solopos.com.

Namun, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) serentak bersama DPC kabupaten/kota lain di Panti Marhaen, Semarang, Minggu (14/7/2019), Rudy kembali ditunjuk menjadi Ketua DPC PDIP Solo.

Instruksi Mega

Rudy menerima keputusan itu setelah mendapatkan instruksi khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati. ”Kalau ditugaskan ketum [ketua umum] ya, saya tidak bisa menolak. Apa pun itu harus saya jalankan. Apa pun yang diputuskan tidak mau menolak atau melanggar,” jelas Rudy kala itu.

Hari Ini 6 Tahun Lalu, Ini Foto-Foto Solo Berselimut Abu Gunung Kelud

Kota Solo merupakan salah satu daerah yang spesial bagi PDIP karena termasuk kandang banteng. Sejak Pemilu 1999, PDIP selalu dominan di kota ini. Wali kota juga selalu diisi kader-kader PDIP, termasuk di antaranya Jokowi dan Rudy.

Kiprah Rudy diuji dalam Pemilu 1999. Kala itu, PDIP mampu mendulang 15 kursi di DPRD Solo dari total 40 kursi. Dominasi PDIP tidak goyah di pemilu berikutnya. Pilkada langsung yang kali pertama digelar pada 2005 juga menjadi ajang pembuktian kinerja mesin partai.

Kala itu, PDIP menduetkan Jokowi dan Rudy. Duet ini mengungguli 3 pasangan calon lainnya dengan mendulang 99.747 suara atau 36,62%. Rudy yang kala itu menjadi Wakil Wali Kota Solo juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Solo.

Dalam Pemilu 2009, PDIP kembali meraih 15 kursi di DPRD Solo dari 40 kursi. Berikutnya Pilkada 2010 menjadi salah satu yang paling fenomenal karena duet Jokowi-Rudy mampu meraih 90,09% suara.

Rantai Derek Bus Sinar Jaya Putus Di Tol Semarang-Solo, 2 Nyawa Melayang

Kota Solo sebagai kandang banteng kian kuat dalam Pemilu 2014 lalu. Data KPU Jateng menyebutkan PDIP meraih 24 kursi dari 45 kursi yang diperebutkan. Dalam Pilkada 2015, Rudy menjadi calon wali kota yang berduet dengan Achmad Purnomo. Pasangan ini mampu mendulang 60,39% suara.

Terakhir, Rudy yang mempimpin PDIP Solo membawa partai ini begitu dominan dalam Pemilu 2019. PDIP mampu meraih 30 kursi atau 66,67% kursi DPRD Solo. Dinamika di internal PDIP menjelang Pilkada Solo 2020 masih mengemuka, termasuk tanda tanya mengenai "pengorbanan" yang dimaksud Rudy.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho