Kategori: Boyolali

Tak Hanya Manis, Cokelat Bikinan Warga Boyolali Ini Juga Punya Karakter, Mau Coba?


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI -- Camilan dari cokelat bikinan warga Pulisen, Boyolali, ini tidak hanya manis tapi juga punya karakter atau bentuk yang unik. Makanan ringan ini cocok menjadi sajian atau kiriman kepada saudara saat Lebaran.

Cokelat karakter mungkin sudah banyak dijumpai di toko berbagai daerah. Bentuknya bermacam-macam mulai dari bentuk hewan, buah, bunga, dan lain-lain.

Di Boyolali, cokelat karakter bisa ditemui di lapak Cokelat Nasya di RT 001/RW 012, Pulisen, Boyolali. Cokelat Nasya memproduksi olahan cokelat dengan berbagai karakter atau bentuk seperti cokelat tempe, cokelat kentang dan sebagainya.

Rapid Test Covid-19 Bakal Dilakukan Masif di Sukoharjo, Siapa Saja Sasarannya?

Saat Ramadan dan Lebaran, cokelat karakter buatan warga Boyolali ini yang paling banyak diminati adalah bentuk ketupat atau masjid. Saat beberapa wartawan mengunjungi rumahnya, beberapa waktu lalu, Ayu Fitri Nur Kholifah, pemilik Cokelat Nasya, tengah memproduksi cokelat karakter itu.

Untuk membuat karakter-karakter yang diinginkan, dia memanfaatkan cetakan. Cokelat yang sudah diencerkan kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan dibekukan.

Selanjutnya dengan cokelat encer sebagai dasaran, dituangkan pada plastik mika untuk kemasannya. Cokelat karakter yang sudah terbentuk lalu ditempelkan ke dalam dasaran. Untuk mempercantik, dia menambahkan gula-gula lainnya yang berwarna-warni.

Begal Kembali Beraksi di Plupuh Sragen, Korbannya Perempuan Muda Naik Motor Sendirian Malam Hari

Satu biji cokelat karakter bikin warga Pulisen, Boyolali, ini dijual seharga Rp5.000. Sedangkan untuk kemasan satu kilogram dijual Rp155.000. "Untuk harga masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya," kata dia.

Karakter Tokoh Kartun

Selain bentuk ketupat dan masjid, cokelat karakter di Cokelat Nasya juga tersedia dalam bentuk yang lain seperti tokoh-tokoh kartun. Dia mengatakan produk itu saat menjelang Lebaran banyak dipesan hingga luar daerah.

"Paling jauh ada dari Papua, Kalimantan juga ada. Untuk pemesanan dari Boyolali juga banyak," lanjut dia.

Perempuan warga Boyolali menuturkan untuk cokelat karakter tersebut biasanya dijual dalam satuan kilogram. Pada Lebaran sebelumnya, pemesanan bisa mencapai 100 kilogram. Sedangkan untuk tahun ini, meski masih mendapat order, jumlah pesanannya menurun drastis.

BST Warga Solo Terdampak Covid-19 Mulai Disalurkan, Pemkot Masih Temukan Data Ganda

"Pemasaran di masa pandemi [Covid-19] ini, penurunannya cukup banyak. Bisa mencapai 50%," kata dia.

Salah satu konsumen yang datang ke gerai Cokelat Nasya, Devi, mengaku tertarik membeli cokelat karakter untuk hantaran Lebaran. "Ini cari cokelat untuk kirim-kirim sama untuk anak di rumah. Untuk dikirim ke saudara ada karakter ketupat dan masjid yang sesuai tema. Kalau untuk anak di rumah lebih suka karakter lain yang lucu-lucu," kata warga Mojosongo, Boyolali itu.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih