Sumber Daya Smart City Tak Ampuh Atasi Corona, Ini Sebabnya...
Ilustrasi smart city. (Bisnis.com)

Solopo.com, JAKARTA — Smart city lama dibangga-banggakan menunjukkan pencapaian kemajuan teknologi kota-kota di Indonesia. Nyatanya, sumber daya smart city yang ada di sejumlah kota-kota besar di Indonesia belum mampu mengatasi persoalan pandemi virus corona pemicu Covid-19.

Justru di kota-kota itu jumlah kasus Covid-19 terus meningkat setiap hari. Smart city terasa hanya isapan jempol yang tidak membuahkan hasil di saat mestinya dibutuhkan.

Ketua Smart City Indonesia Forum Suhono Harso Supangkat mengatakan jika sumber daya smart city mampu terintegrasi dan dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin kota-kota cerdas tersebut mampu menahan laju penularan kasus virus corona.

Tuding Najwa Shihab Memprovokasi, Luhut Pandjaitan Viral

“Memang saat ini sudah ada teknologi dan aplikasi smart city yang digunakan untuk mengatasi pandemi di Indonesia, tetapi belum optimal dan belum terintegrasi dengan baik antara teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia atau orangnya. Karena kalau sudah mampu [mengatasi] jumlahnya [kasus] enggak sebanyak ini,” ujar guru besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ini.

Menurutnya, pada saat terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketika laju penularan Covid-19 masih di bawah 100, sejumlah kota di Indonesia seharusnya dapat mengelola dan menganalisa data yang ada untuk mencegah penyebaran kasus. Saat ini ketika lajunya semakin cepat, pekerjaan rumahnya tentu akan semakin berat.

Tak Dikelola Baik

“Di sini, apakah kota-kota besar ini sudah mampu mengelola sumber daya yang ada dengan baik? Seharusnya kalau memang menjadi kota cerdas harus bisa mengelola dengan baik dan segera cepat mencari solusinya atau responsif terhadap persoalan kota, tapi ternyata kok belum selesai-selesai,” tuturnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Setelah 11 Tahun , MAMA 2020 Digelar di Korea Selatan Lagi

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa pemerintah kota seharusnya dapat belajar dari pengalaman selama beberapa bulan terakhir agar dapat benar-benar mengintegrasikan dengan baik antara aplikasi atau teknologi, dengan tata kelola, dan manusia yang ada di dalamnya.

“Buatlah teknologi yang tepat enggak usah terlalu canggih-canggih, lalu orangnya paham cara menggunakan dan memanfaatkannya, serta tata kelolanya harus benar-benar baik sehingga kualitas hidup masyarakat di kota tersebut akan lebih baik, yang sakit cepat sehat, dan yang sehat tetap terjaga.”

Menurutnya, penurunan indeks global smart city di sejumlah kota di Indonesia bisa saja terjadi karena kurangnya kesiapan kota-kota tersebut dalam mengatasi kasus pandemi virus corona penyebab pandemi Covid-19.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom