Stop Pakai Bilik Disinfeksi! Berbahaya & Tidak Dianjurkan Kemenkes
Warga berada di delam bilik sterilisasi Konter Sehat saat diuji coba oleh Posyantek Cipta Karya Serengan di Jl. Kedempel, Danukusuman, Serengan, Solo, Senin (23/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak mengaanjurkan penggunaan bilik disinfeksi untuk mencegah persebaran virus corona.

Hal itu tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Jumat (3/4/2020).

Dalam surat edaran itu dijelaskan, disinfeksi merupakan proses menghilangkan mikroorganisme patogen kecuali spora bakteri yang terdapat di permukaan benda mati. Jadi, disinfeksi semestinya dilakukan terhadap permukaan benda seperti lantai, ruangan, pakaian, dan alat pelindung diri.

Risiko Tinggi, Bupati Sragen Enggan Siapkan Pos Karantina Pemudik

Pada perkembangannya masyarakat Indonesia banyak menggunakan bilik sterilisasi. Sayangnya, alat itu juga dipakai untuk mensterilkan permukaan tubuh yang tidak tertutup. Termasuk pakaian dan barang yang dibawa manusia.

Ironisnya, cairan disinfektan yang dipakai di bilik disinfeksi tersebut tidak aman. Adapun kebanyakan disinfektan yang dipakai berupa larutan pemutih, klorin, etanol 70%, hingga hidrogen peroksida.

Padahal, cairan disinfektan tersebut semestinya dipakai mensterilkan ruangan dan permukaan. Sehingga kurang aman dipakai mensterilkan tubuh.

Round Up Corona Solo: Tinggal 7 Kelurahan Bersih dari Covid-19

Apalagi menurut WHO menyemprotkan disinfektan ke tubuh berbahaya untuk membran mukosa seperti mata dan mulut. Jadi, tindakan itu justru membahayakan kesehatan sekaligus merusak pakaian.

Paparan semprotan disinfektan apalagi lewat bilik disinfeksi yang terus-menerus ke tubuh bisa menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bahkan, cairan disinfektan jenis hipoklorit yang dipakai mensterilkan tubuh dapat mengakibatkan kulit terbakar.

Lirik Lagu Lekas Pulih – Fiersa Besari

Solusi Aman

Menimbang bahaya pemakaian disinfektan berlebihan, maka Kemenkes menegaskan penggunaan bilik disinfeksi tidak dianjurkan. Padahal saat ini alat tersebut terpasang di sejumlah fasilitas umum serta permukiman.

Ketimbang menggunakan bilik disinfeksi, solusi aman mencegah penularan virus corona adalah dengan mencuci tangan. Bisa memakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Misteri Penemuan Jasad Bayi di Selokan Tawangmangu, Orang Tuanya Diminta Serahkan Diri

Cara lain adalah melakukan disinfeksi mandiri secara rutin pada permukaan benda yang sering disentuh.

Ketimbang mensterilkan tubuh di bilik disinfeksi, lebih baik menjaga jarak saat berada di tempat umum. Lalu segera mandi dan mengganti pakaian setelah sampai di rumah sehabis bepergian.

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho