Pemasangan prototipe alat deteksi longsor di Desa Sijeruk oleh STMKG dan BMKG Banjarnegara. (Antara-Istimewa)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) bekerja sama dengan Stasiun Geofisika Banjarnegara, Kamis (31/10/2019), memasang prototipe atau purwarupa alat pendeteksi longsor di Desa Sijeruk, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Pemasangan prototipe alat deteksi longsor sebagai sistem peringatan dini terhadap bencana tanah longsor telah sukses dilakukan dengan baik di Desa Sijeruk, Kabupaten Banjarnegara pada Kamis ini," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dia mengatakan kunjungan tim STMKG ke Stasiun Geofisika Banjarnegara bertujuan untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tentang kajian lanjutan pengembangan sistem peringatan dini tanah longsor. "Untuk itu sebagai bagian dari tahapan kegiatan tersebut dilakukan instalasi prototipe alat pendeteksi tanah longsor yang sebelumnya telah dikembangkan oleh STMKG, pemasangan alat berlokasi di Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pada kegiatan tersebut dilakukan juga kegiatan edukasi kepada masyarakat berupa sosialisasi mengenai pentingnya alat peringatan dini dan mitigasi bencana tanah longsor. "Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat yang tinggal di wilayah setempat," katanya.

Sementara itu, dia juga menambahkan bahwa pada saat ini sejumlah wilayah di Banjarnegara tengah memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Untuk itu, kata dia, masyarakat di wilayah setempat diminta mewaspadai anomali cuaca pada musim peralihan terutama mereka yang berdomisili di area rawan longsor.

"Masyarakat agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana tanah longsor," katanya.

Selain Kabupaten Banjarnegara, kata dia, kabupaten lain yang ada di sekitarnya seperti Banyumas dan Purbalingga juga tengah memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sementara itu, puncak musim penghujan diperkirakan akan berlangsung pada bulan Januari hingga Februari tahun 2020 mendatang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten