Kategori: Nasional

Solopos Hari Ini: Masuk Solo Harus Sehat


Solopos.com/Tim Solopos

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (8/12/2020) mengulas tentang imbauan bagi pendatang yang akan masuk Solo harus sehat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memilih pengetatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di akhir tahun. Warga dari luar kota dapat melintas, singgah, dan menghadiri undangan di Kota Solo dengan pengecekan kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Hasta Gunawan, menepis kabar Kota Solo lockdown atau karantina wilayah. Pemkot Solo lebih memperketat dengan menyediakan tempat karantina bagi pemudik di Beteng Vastenberg dan alternatif tempat lain yang lebih baik.

"Kami mempersiapkan tempat yang baik. Bahkan kami sedang bernegosiasi dengan hotel. Pemkot Solo menyediakan tempat karantina. Pilihannya Beteng Vasterbeng. Kalau persiapannya enggak layak. ke tempat yg lebih baik. Artinya ada dua tempat," kata dia kepada wartawan, Kamis (7/12/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Besok Coblosan, Dilema di Tengah Bencana

Belasan paket berisi alat pelindung diri (APD) untuk tempat pemungutan suara (TPS) dikemas. Dari sekian APD itu ada hazmat lengkap dengan masker dan face shield yang digunakan para anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat pencoblosan pada Rabu (9/12/2020) besok. Seluruh APD itu akan didistribusikan bersama logistik lainnya ke 18 TPS di wilayah Kelurahan Nglorog, Sragen Kota, pada Selasa (8/12/2020).

Pilkada Solo: Polresta Bentuk Tim Pengurai Kerumunan Di TPS Saat Pemungutan Suara

Senin (7/12/2020) siang itu, tiga orang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nglorog menunggu logistik pemilihan kepala daerah (pilkada) dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Ketua PPS Nglorog, Eka Sunadariyanti, mengaku dilematis dengan situasi menjelang pemungutan suara yang tinggal dua hari.

Dari 18 TPS di Nglorog, 11 TPS di antaranya menjadi TPS penyangga untuk melayani pencoblosan pasien di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, RS Ibnu Sina, dan empat klinik kesehatan. Dari 11 TPS penyangga itu, fokus perhatian Eka tertuju pada enam TPS penyangga untuk RSUD Sragen, yakni TPS 2, 3, 5,6,7, dan 8. Padahal di RSUD Sragen terdapat empat bangsal yang menjadi ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang simptomatik. Empat bangsal itu berkapasitas 80 tempat tidur.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Sekda dan Wali Kota Karantina Mandiri

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Sekretaris Daerah (Sekda), Ahyani dikabarkan melakoni karantina mandiri dan bekerja dari rumah (work from home/WFH) per Senin (7/12/2020). Hal itu dilakukan karena keduanya menjadi kontak erat sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pada Senin pagi, mereka menjalani uji swab di Rumah Dinas Loji Gandrung.

Sekda yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, membenarkan adanya sejumlah kepala OPD yang terkonfirmasi positif virus corona. Mereka pejabat setingkat kepala bagian (kabag).

“Ya betul, dua tok [hanya dua kabag positif Covid-19]. Kontak erat sudah di-tracing, yang rapid test maupun swab WFH [bekerja dari rumah] dulu, termasuk saya juga WFH ini. Saya kontak dekat karena sempat rapat bareng. Bapake [Wali Kota] juga," jelasnya, dihubungi Espos, Senin sore.

Ahyani mengatakan meski ada beberapa kepala OPD Pemkot Solo yang positif Covid-19, tidak ada penerapan lockdown pada lingkungan perkantoran Balai Kota Solo. Ia mengupayakan agar kantor tetap buka dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas masing-masing. Mereka yang bekerja dari rumah adalah yang menjadi kontak dekat dan diuji swab.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Kewalahan Permintaan Jamu Covid

Obat herbal Contravid untuk mencegah Covid-19 semakin diminati hingga pasien dari mancanegara. Pembelian jamu Covid-19 dengan subsidi silang.

Penracik Contravid, Tri Dewo Putro, mengaku kewalahan memenuhi permintaan jamu karena khasiat jamu diklaim mampu menyembuhkan pasien terkonfirmasi Positif Covid-19. Warga yang memesan dari dalam kota hingga berbagai negara, antara lain Amerika Srikat dan Singapura.

“Yang penting harus percaya pada ramuan pasti sembuh. Saya yang bikin ikhlas,” kata dia kepada Espos saat ditemui di rumahnya Jl. Bromantakan No.22, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (7/12/2020).

Kepala Dispertan PP Karanganyar Positif Covid-19, Kantor Tutup Sampai Rabu

Dewo, sapaan akrabnya, menjelaskan mematok jamu bermerek Contravid Rp50.000 per 250 mililiter. Namun, bagi warga yang membutuhkan untuk pengobatan Covid-19 dan tidak mampu membeli mendapatkan cuma-cuma alias gratis.

“Saya mendapatkan pesanan dari dua instansi aparat semua. Sering pesan 100 botol. Pesan 200 botol. Sisanya saya bagi-bagikan,” kata dia.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati