Solopos Hari Ini: Beban Makin Berat
Koran Solopos Hari Ini edisi Rabu (23/7/2020), mengulas tentang kondisi keuangan negara yang makin berat. (Tim Solopos)

Solopos.com, SOLO-Koran Solopos Hari Ini edisi Rabu (23/7/2020), mengulas tentang kondisi keuangan negara yang makin berat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya mengakui Indonesia mengalami resesi ekonomi. Tak hanya resesi, pemerintah juga dihadapkan pada beban berat, salah satunya utang yang membengkak.

Kementerian Keuangan mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 dari sebelumnya minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen menjadi minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Perubahan proyeksi ini dilakukan melihat perkembangan ketidakpastian akibat pandemi yang terus berlangsung.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Resesi Menanti, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Terbaru Minus 1,7 Persen

Kembali Berjibaku Selepas Sembuh dari Covid-19

Aktiivitas tenaga kesehatan (nakes) di Bangsal Tulip RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen berlangsung normal, Selasa (22/9/2020) siang. Ada tujuh orang yang beraktivitas di kantor pelayanan perawatan pasien rawat inap di dekat pintu masuk bangsal. Mereka bekerja sesuai bidang kerja masing-masing. Bangsa itu diisi 35 orang pasien rawat inap dan dijaga sebanyak 20 perawat dengan sistem sift.

Menuk Rusmiyati, 42, menjadi salah satu perawat di bangsal itu. Menuk pernah ikut swab test massal yang dilakukan manajemen RSUD Sragen pada Rabu (26/8/2020) lalu. Hasil swab test itu keluar pada Senin (31/8/2020) dan Menuk ternyata salah satu yang terkonfirmasi positif.

Selama 11 hari terlewati dan Menuk dinyatakan sembuh pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Wajib Disiplin Memakai Masker

Petugas gabungan menjaring 490 pelanggar protokol kesehatan Covid-19 selama patroli cipta kondisi dalam rangka memutus penyebaran Covid-19, Selasa (22/9). Mayoritas pelanggar tak memakai masker yang dibawa dan pemakaian masker tidak sesuai.

Berdasarkan pantauan Espos di Jl. Veteran, Kecamatan Serengan, Solo, petugas gabungan menjaring 49 pelanggar protokol kesehatan dan 30 diantaranya membersihkan selokan di Jl. Muh. Yamin.

Sekretaris Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, menjelaskan petugas gabungan melakukan patroli cipta kondisi kali kedelapan dengan menjaring 490 warga. Mayoritas pelanggar yang ditindak merupakan warga yang tidak memakai masker.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Tanggapi Temuan Beras Plastik, Bulog Klaim Beras Bansos Terjaga!

BIAS Dimulai, PJJ Permudah Pelaksanaan

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAS) tahap pertama mulai Senin (21/9/2020). Sasaran vaksinasi campak (Measles) dan Rubella atau yang dikenal dengan vaksin MR itu adalah seluruh siswa kelas I di 260 sekolah dasar (SD). Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan BIAS dilaksanakan oleh puskesmas dengan penjadwalan. Setiap puskesmas diberi kewenangan mengatur jadwal bersama sekolah.

“Kami menargetkan bulan ini selesai. Kalaupun mundur, paling tidak sampai pekan pertama Oktober. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) memperlancar pelaksanaan imunisasi karena ruang kelas banyak yang tidak digunakan. Setelah imunisasi kan, anak kami minta duduk sebentar untuk observasi selama 30 menit,” kata dia, kepada Espos, Selasa (22/9/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Angin Segar untuk Biro Umrah

Rencana pembukaan penerbangan internasional di Arab Saudi pada akhir tahun ini menjadi angin segar bagi pasar umrah di Indonesia, tak terkecuali Soloraya.

Biro perjalanan umrah dan haji pun gigit jari selama tujuh bulan karena tak bisa memberangkatkan jemaah sebagai dampak penyetopan pasar umrah oleh Pemerintah Arab Saudi gara-gara wabah Covid-19. Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo mencatat ada penumpukan sekitar 30.000-an jemaah yang tak bisa berangkat.

Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu, mengatakan sejak Februari 2020 Biro Umrah dan Haji tidak ada pemberangkatan. Alhasil, beberapa di antaranya terpaksa merumahkan karyawannya. Sedangkan lainnya para pelaku usaha travel umrah dan haji ini banting setir usaha lain.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom