Tutup Iklan
Solopos Hari Ini: Beban Berat RS di Solo

Solopos.com, SOLO — Harian Umum Solopos edisi 9 Juli menampilkan kabar utama terkait kondisi rumah sakit (RS) di Solo terkini di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Rumah sakit di Kota Solo terus kedatangan para pasien Covid-19 dari berbagai daerah sejak Maret lalu hingga dua pekan terakhir. Ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo pun hampir terisi penuh oleh pasien Covid-19.

Sebuah pesan siar soal penuhnya ruang isolasi RSUD dr. Moewardi (RSDM) Solo beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp dalam dua hari terakhir. Pesan tersebut menyebar dan meminta masyarakat yang menerimanya agar tidak mengabaikan protokol kesehatan guna pencegahan persebaran Covid-19.

Rekomendasi Saham 9 Juli, Yuk Borong Saham Murah Ini

Solopos 9 Juli mengabarkan pesan itu juga berbunyi bahwa kasus pasien tertular virus SARS CoV-2 yang dirawat di RSDM terus meningkat dalam dua pekan terakhir. Tak jelas siapa yang mengirimnya, namun isi pesan itu benar adanya.

Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSDM Solo, Eko Haryati, Rabu (8/7/2020), membenarkan kabar dalam pesan tersebut. Kendati begitu, dia memastikan pesan siar itu bukan berasal dari manajemen RSDM.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

10 Berita Terpopuler: Peringatan Tegas Kapolres Sragen hingga Merapi Menggembung

Penularan Lokal, Klaten Jangan Senang Dulu

Harian Umum Solopos 9 Juli juga memuat informasi lanjut terkait bergesernya Klaten dari zona berisiko sedang ke rendah.

Meski sudah memasuki tingkat zonasi rendah, Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten belum berniat buru-buru menerapkan kenormalan baru di Kabupaten Bersinar.

Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo, mengklaim perubahan zona risiko Covid-19 Klaten dari sedang ke rendah yang diumumkan gugus tugas pusat sesuai hasil penghitungannya. Untuk menentukan zonasi, ada 15 indikator kesehatan masyarakat. Penilaian indikator itu berdasarkan ketentuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

Klaten Tak Buru-Buru Terapkan New Normal, Ini Alasannya

Rindu Santri Kembali ke Pondok

Situasi terkini Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam juga menjadi salah satu tema menarik di Solopos 9 Juli. Lantunan suara santri mengaji sudah dirindukan para pengasuh. Cukup lama mereka terpisah akibat pandemi Covid-19.

Kini menjelang kenormalan baru, pengelola terus berbenah untuk menyambut kedatangan para santri. Dua gapura raksasa yang berdiri kokoh mengapit Jl. Garuda Mas tepatnya di pintu masuk PPMI Assalaam, Pabelan, Kartasura, menjadi salah satu perhatian pengelola.

Kedua gapura itu menjadi pintu masuk kompleks pondok pesantren (ponpes) yang terdiri dari kantor, asrama santri, fasilitas olahraga hingga rumah dinas pengurus.

Minggu di Rumah Aja Lur, Car Free Sunday Wonogiri Belum Buka

Seperti diberitakan di Solopos 9 Juli, proyek pembangunan gapura PPMI Assalaam dikerjakan sejak beberapa bulan lalu. Tak main-main, anggaran yang dikucurkan senilai Rp1 miliar. Ada tiga simbol dalam gapura tersebut yakni dzu ilmin yang bermakna memiliki ilmu, dzu quwwatin yang
bermakna memiliki kekuatan, dan dzu maalin yang bermakna memiliki harta.

”Para santri diharapkan memiliki ketiga simbol tersebut setelah menimba ilmu selama bertahun-tahun di ponpes. Saat lulus, mereka memiliki bekal untuk menapaki hidup,” kata Sekretaris PPMI Assalaam, Arkaman Budiyanto, di sela-sela peresmian gapura dan lapangan sepak bola di Kompleks PPMI Assalaam, Rabu (8/7/2020).

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Digelar Virtual, Ini Pemenangnya

MPLS Tak Boleh Datangkan Siswa di Sekolah

Di halaman Soloraya Solopos 9 Juli, ada informasi mengenai Dinas Pendidikan yang melarang masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru diselenggarakan dengan melibatkan siswa di sekolah.

MPLS bisa dilakukan secara virtual. Kepada Dinas Pendidikan Solo, Etty Retnowati, mengatakan sesuai keputusan Wali Kota Solo, pembelajaran jarak jauh (PJJ) sekolah di Solo tahun ajaran baru 2020/2021 dilakukan hingga Desember.

21 Tahun dan 4 Kali Ganti Presiden, Pria Ini Jadi Anggota Paling Senior DPRD Solo

Sekolah dilarang menggelar pembelajaran tatap muka selama masa tersebut, termasuk MLPS bagi siswa di sekolah. “Tidak boleh ada MPLS di sekolah yang mendatangkan siswa. Tapi kalau virtual silakan,” ujar dia, Rabu.

Etty menambahkan sekolah diperbolehkan mendatangkan orang tua siswa ke sekolah untuk memberikan paparan program. Namun, hal itu juga harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19 yang ketat.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho