Tutup Iklan
Klaten Tak Buru-Buru Terapkan New Normal, Ini Alasannya
Ilustrasi Covid-19 di dunia. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Tingkat risiko Covid-19 di Klaten bergeser ke zona rendah, namun Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten tak buru-buru menerapkan kenormalan baru atau new normal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan persegeran zona risiko Covid-19 di Klaten dari sedang ke rendah yang diumumkan gugus tugas pusat sesuai dengan hasil penghitungan yang dilakukan di Klaten.

Dia menjelaskan untuk menentukan zona ada 15 indikator kesehatan masyarakat berdasarkan ketentuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat.

Klaten Jadi Zona Risiko Rendah Covid-19, Bupati Sri Mulyani: Alhamdulillah

Cahyono menjelaskan indikator itu seperti penurunan angka kasus meliputi kasus ODP, PDP, serta positif Covid-19. Indikator lain seperti penurunan meninggal dunia pada kasus ODP dan PDP serta positif.

“Termasuk dari sisi pelayanan yang meningkat. Pelayanan itu seperti ketersediaan tempat tidur termasuk ruang isolasi dan sebagainya. Termasuk angka reproduksi efektif. Itu menjadi salah satu indikator,” kata Cahyono saat ditemui solopos.com di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (8/7/2020).

Marak Perusakan Baliho Bergambar Paslon, Bawaslu Klaten Tak Berkutik

Cahyono mengatakan pada hasil penghitungan yang dilakukan pekan lalu, Klaten masuk zona risiko rendah dari sebelumnya sedang. Warna zona di Klaten berubah dari oranye menjadi kuning.

“Dari hasil penghitungan dengan 15 indikator, Klaten masuk zona risiko rendah. Kondisinya memang angka kasusnya rendah,” kata Cahyono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, zona risiko Covid-19 di Klaten sempat pada warna zona merah atau risiko penyebaran Covid-19 tinggi beberapa pekan lalu terutama saat ada penambahan 15 pasien Covid-19.

Reproduksi Efektif

Tingkat risiko itu berubah menjadi oranye. Sementara itu, dari hasil penghitungan pekan lalu warna zonasi risiko Covid-19 di Klaten menjadi kuning atau risiko rendah.

Angka reproduksi efektif di Klaten pada akhir pekan lalu atau per Sabtu (4/7/2020) di bawah satu tepatnya 0,49. Terkait asal kasus, Cahyono mengatakan tidak menjadi indikator menentukan zonasi risiko Covid-19.

Disinggung asal kasus Covid-19 di Klaten, Cahyono menjelaskan cenderung disebabkan kasus impor atau penularan dari luar daerah.

Klaten Beralih Jadi Zona Risiko Rendah Covid-19, Tapi…

Soal kasus transmisi lokal, Cahyono mengatakan saat ini terjadi pada kasus pasien positif Covid-19 di Kecamatan Bayat. Hingga Selasa, jumlah pasien positif Covid-19 asal Bayat yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak lima orang.

Selain dari Bayat, kasus transmisi lokal terjadi di Karanganom terkait kasus tiga orang dalam satu keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh.

“Untuk transmisi lokal yang dirasakan itu terutama di Bayat. Kalau yang Bayat itu jelas sekali, ada orang dari luar [Klaten] dengan kondisi sakit kemudian meninggal dunia di sini dan terjadi kasus-kasus itu. Untuk [kasus pasien positif] sisanya mayoritas [penularan] dari luar,” kata Cahyono.

Klaten Siapkan Selter Pengungsian Merapi Sesuai Protokol Covid-19

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan meskipun zona risiko Covid-19 di Klaten bergeser ke tingkat rendah, gugus tugas belum menerapkan kenormalan baru.

“Belum [Klaten kenormalan baru]. Masih kami evaluasi karena setelah muncul hasil evaluasi dari gugus tugas pusat, ada tambahan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini menunjukkan kondisi di Klaten belum stabil. Harus betul-betul menyikapinya,” kata Ronny.

Sektor Pariwisata

Ronny mengatakan gugus tugas masih melakukan kajian. Kajian itu terkait prioritas kegiatan yang bisa dilakukan di berbagai sektor seperti pariwisata dan lainnya.

Disinggung pergeseran risiko Covid-19 di Klaten saat ini menjadi risiko rendah, Ronny mengatakan salah satunya dipengaruhi tingkat kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Bocah Pembuat Sepeda Tinggi di Klaten Hobi Utak-Atik sejak SD

Terlebih setelah diberlakukan sanksi pengamanan KTP bagi warga yang tak bermasker ketika keluar rumah.

“Kalau dari hasil razia kemarin, tingkat kedisiplinan masyarakat mematuhi aturan mengenakan masker sekitar 70 persen,” jelas Ronny.

Lebih lanjut, Ronny mengatakan upaya untuk mempertahankan bahkan menurunkan warna zonasi ke hijau tetap dilakukan.

“Hanya satu yakni kepatuhan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan harus terus ditingkatkan. Untuk razia masker tetap berlanjut,” kata Ronny.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho