Soal Rizieq Shihab, Moeldoko: Pulang Saja Kalau Berani
Moeldoko di kanal Youtube Deddy Corbuzier (Youtube/Deddy Corbuzier).

Solopos.com, SOLO -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan pemerintah tidak mencegah kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Pria berumur 62 tahun ini juga telah melakukan pengecekan ke bagian keimigrasian dan kejaksaan untuk memastikan isu pencekalan Rizieq Shihab oleh pemerintah Indonesia. Hasilnya, dia tidak menemukan poin-poin pencekalan terhadap Rizieq Shihab.

Solopos Hari Ini: Karantina 14 Hari Bagi WNI

"Mau pulang, pulang saja. Kita enggak ada masalah kok. Banyak pandangan negara membatasi [kepulangan Rizieq Shihab] dan negara mencegah dia masuk. Harus kembali sesuai dengan aturannya gimana sih. Kami cek keimigrasian enggak ada [pencekalan] di kejaksaan juga enggak ada. Seolah-olah dicegah," ujar Moeldoko kepada Deddy Corbuzier dalam video berjudul Ini Jawaban Moeldoko utk Habib Rizieq! (Dan Kisahnya yg Menginspirasi) yang tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Jumat (31/1/2020).

"Pertanyaannya, dicegah oleh pemerintah? Dicek juga enggak ada. Apa enggak berani pulang? Ada dua persoalan atau antara enggak berani pulang atau dicegah. Pulang mah pulang saja kalau berani," sambung Moeldoko.

Moeldoko menilai masih banyak persoalan yang jauh lebih penting daripada pemulangan Rizieq Shihab. Dia mengibaratkan bangsa Indonesia akan berkeringat di tempat jika tidak keluar dari permasalahan tersebut.

10 Berita Terpopuler: Meninggalnya Lina Eks Sule hingga Surat Wasiat Mahasiswa di Yogya

"Intinya gitu jadi jangan habis energi di situ banyak urusan lain yang harus dipikirkan oleh kami," tambahnya. "Kita ini seperti orang keringatan jalan di tempat. Tapi enggak bergerak ke depan. Bangsa kita seperti itu kalau enggak keluar dari suasana ini."

Mantan Panglima TNI itu lebih memilih untuk fokus bekerja agar program-program yang dicanangkan Presiden Jokowi berjalan dengan baik di lapangan.

Ternyata Masih Ada ATM Pecahan Rp20.000, Cek Lokasinya!

"Kami enggak keluar dari membantu Presiden. Ada lima harapan. Pertama, pembangunan SDM [sumber daya manusia], pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, dan transformasi ekonomi. Kita diberi tugas untuk mengawal semua project-project nasional strategis yang menjadi arahan presiden. Kita pastikan bahwa kebijakan presiden ter-deliver dengan baik. Semua tertata dan balance," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho