Soal Bank Sampah di Tiap RW untuk Papi Sarimah, DLH Solo: Dikaji Dulu!

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Solo menyatakan perlu dikaji dulu soal usulan satu bank sampah di tiap RW untuk mendukung program Papi Sarimah.

 Warga menimbang sampah yang telah dipilah di RW 013 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Siswati)

SOLOPOS.COM - Warga menimbang sampah yang telah dipilah di RW 013 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Siswati)

Solopos.com, SOLO — Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Solo mengaku keberadaan bank sampah sangat penting dan diperlukan untuk menunjang program Paksa Pilah Sampah dari Rumah (Papi Sarimah). DLH menyatakan akan mengkaji kemungkinan membangun bank sampah di tiap RW Kota Solo.

Seperti diketahui, salah satu masalah yang muncul dalam penerapan Papi Sarimah di Kecamatan Banjarsari sebagai inisiator program itu yakni masyarakat kesulitan menyalurkan sampah nonorganik yang sudah dipilih. Dalam SE Camat Banjarsari disebutkan warga bisa menyalurkan dan membuang sampah nonorganik ke bank sampah.

PromosiKisah Bandar Candu Opium Raksasa dari Solo yang Memasok Seluruh Jawa

Masalahnya, jumlah bank sampah di Kecamatan Banjarsari, Solo, belum terlalu banyak. Muncul usulan agar Pemkot Solo membuat satu bank sampah untuk tiap RW agar memudahkan warga membuang sampah nonorganik. Apalagi sesuai instruksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, Papi Sarimah bisa diterapkan di semua kecamatan.

Baca Juga: Seriusi Instruksi Gibran, DLH Solo Ajak 5 Camat Bahas SOP Papi Sarimah

Pantauan Solopos.com, penerapan Papi Sarimah di Banjarsari menjadi salah satu bahan diskusi saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo di Hotel Paragon, Selasa (18/1/2022).

Dalam diskusi kelompok terbatas tersebut Kepala DLH Solo, Gatot Sutanto, mengatakan bakal mengkaji usulan satu bank sampah per RW. Menurut Gatot, banyak kemungkinan program yang bakal mereka kerjakan untuk menindaklanjuti Papi Sarimah.

Menggandeng Pengepul

Mulai dari pengumpulan sampah anorganik via bank sampah, menggandeng pengepul, atau langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). PLTSa rencananya beroperasi mulai Maret atau April 2022.

Baca Juga: Agar Maksimal, Papi Sarimah Solo Harus Ditopang Bank Sampah di Tiap RW

Gatot mengatakan PLTSa bisa mengolah sampah TPA Putri Cempo yang saat ini menggunung hingga setinggi 28 meter. Sampah tersebut diperkirakan bisa habis setelah sepuluh tahun diproses.

Selama sepuluh tahun menunggu, DLH menyiapkan program pengolahan yang mendekati ideal untuk sampah baru. “Ya masih kami kaji seperti apa. Nanti kami diskusikan lagi,” katanya.

Sementara itu, sampai sekarang ini DLH Solo belum juga menyiapkan petunjuk teknis (juknis) pengelolaan sampah anorganik hasil pilah program Papi Sarimah. Pemkot membebaskan warga mau menjualnya ke pengepul atau lewat bank sampah.

Baca Juga: Papi Sarimah Solo, Warga Bingung Mau Salurkan Sampah Nonorganik ke Mana

Program di Kecamatan Banjarsari bakal dikaji ulang setelah sebulan atau dua bulan berjalan. Sementara, belum ada instruksi detail pelaksanaan di wilayah lainnya. Namun, Gatot, mengatakan saat ini kecamatan lain sudah mulai mempersiapkan diri.

Kampung Iklim

Salah satu pertimbangan Gatot soal bank sampah yakni kekhawatiran menampung sampah anorganik terlalu lama di rumah sehingga terjadi penumpukan. Pengalaman selama ini, jumlah sampah harian tak sebanyak petugas pengambilan sampah.

Ia juga khawatir warga susah mencari tempat untuk markas bank sampah. Sejauh ini mereka memprioritaskan ruang kosong sebagai ruang terbuka hijau [RTH]. “Bank sampah per-RW mangga, kita akan kaji. Memang dari pusat kalau ada apa-apa, kalau ada lomba yang ditanya selalu ada bank sampah apa tidak. Ya, nanti kita akan kaji,” katanya lagi.

Baca Juga: Gibran Puji Papi Sarimah Banjarsari, Kecamatan Lain Diminta Meniru

Ketua Gerakan Orang Muda Peduli Sampah (Gropesh) sekaligus Ketua Komunitas Bank Sampah Kerjanyata Solo Raya, Denok Marty Astuti, dalam diskusi menegaskan muara pilah sampah memang akan lebih efektif jika disalurkan ke bank sampah. Hal itu bakal membuat pengolahan sampah lebih terukur mulai dari beratnya, hingga rupiah yang dihasilkan masyarakat.

Usulan satu RW satu bank sampah, kata Denok, bukan tanpa alasan. Penetapan Program Kampung Iklim mensyaratkan adanya bank sampah. Sementara, unit terkecil yang mereka nilai yakni lingkungan RW. Presiden Joko Widodo mencanangkan 24.000 kampung iklim pada 2024. Sementara tahun ini baru tercapai 12.000. Solo baru menyumbang dua tempat.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Infeksi Selaput Otak: Bertahun Keluarga Nunggu Tangisan Keras Richie

Suara tangisan sejadi-jadinya dari bibir Richie diharapkan bisa membuka kembali syaraf-syaraf yang selama ini tersumbat pada tubuh bocah itu.

Segini Tarif Jasa Dekorasi Langganan Presiden Jokowi

Ranu Asmoro yang mendekorasi resepsi pernikahan Ketua MK dengan adik Jokowi menetapkan tarif lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa dekorasi lain.

Korean Wave Bikin Suasana Korea Begitu Terasa di Atrium Solo Grand Mall

Beberapa kroteria yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kostum, koreografi, lipsing, serta kejutan yang diberikan untuk penonton.

Pemkab Sragen Klaim Terus Dampingi Anak Korban Perkosaan di Sukodono

Pemkab Sragen melalui Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengklaim selalu melakukan pendampina terhadap anak korban perkosaan.

800-An Tamu Bakal Saksikan Pernikahan Adik Presiden Jokowi pada 26 Mei

Sekitar 800-an undangan akan hadir pada pernikahan adik Jokowi yang digelar di Gedung Graha Saba Jl. Letjen Suprapto Solo.

1,5 Tahun Kasus Perkosaan Anak di Sragen Tak Tuntas, Polda Turun Tangan

Kapolres Sragen mengaku mengalami dua kendala dalam penanganan kasus perkosaan anak di bawah umur di Sukodono yang sudah berjalan 1,5 tahun.

Espos Plus: Perjalanan Inggris Legalkan LGBT dan Cerita Bandit Jawa

Tiga konten berita terkait perjalanan Inggris yang butuh waktu lima abad untuk melegalkan LGBT, cerita bandit Jawa jadi kecu atau perampok hingga Indonesia jadi ladang empuk jaringan pengedar narkoba internasional menjadi sajian menu Espos Plus edisi Sabtu (21/5/2022).

Bidik Pemilih Pemula Soloraya, Sahabat Ganjar Gelar Lomba TKJ

Sahabat Ganjar Relawan Indonesia atau Saga Relawan Indonesia menggelar lomba Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang diikuti para siswa SMK se-Soloraya.

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri Buka Kelas Komputer Berbayar Sampah

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri membuka kelas komputer untuk semua warga yang dibayar dengan sampah. Aksi sosial ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital warga Wonogiri.

Kementan Targetkan Swasembada Kedelai Pada 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Tahun ini, Kementan mengejar target produksi kedelai 1 juta ton.

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.