Skema Hitung PPnBM Berubah, Update Harga Mobil Tunggu Kalkulasi

Ketentuan perhitungan PPnBM berdasarkan emisi dan kebutuhan BBM pada mobil mendorong para pelaku pemasaran mengkalkulasi lagi untuk menyusun harga baru.

 Ilustrasi beli mobil (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi beli mobil (Freepik)

Solopos.com, SOLO –  Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bakal menggunakan perhitungan baru mulai 16 Oktober 2021. Pelaku penjualan mobil tengah melakukan kalkulasi untuk menyusun harga setelah aturan tersebut berlaku.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 tahun 2019 dan PP Nomor 74 tahun 2021, PPnBM mobil dihitung dengan skema baru. Yang dulu perhitungan PPnBM dihitung berdasarkan jenis dan kapasitas mesin akan berubah berdasarkan emisi dan konsumsi BBM.

Sebagaimana dilansir Detik.com, Senin (13/9/2021), para agen pemegang merek tengah menghitung dengan rumus baru pada ketentuan tersebut.  “Sedang kami persiapkan dan hitung (harga mobil dengan skema pajak berdasarkan emisi). Ada yang naik, ada yang turun, dan ada yang tetap,” kata Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi.

Baca Juga: Bahaya Tabrakan di Udara? Inilah Sistem Operasi Taksi Terbang yang Diperkenalkan EHang

Beberapa mobil bakal mengalami kenaikan harga, termasuk LCGC Toyota Aya dan Toyota Calya. Dua jenis mobil yang sebelumnya tak dikenai PPnBM, diprediksi bakal aik harga karena mulai dikenai PPnBM Oktober nanti.

Namun, mobil Toyota Vios kemungkinan akan turun harga dengan perhitungan pajak berdasarkan emisi. “Tidak bisa dikonfirmasi ya, karena di TAM sendiri masih kita persiapkan/hitung,” terang Anton.

Baca Juga: Ternyata Presiden Jokowi Masih Koleksi Yamaha Vega

Proses pengujian emisi dan konsumsi BBM juga dilakukan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM). Hal itu akan dijadikan dasar dalam perhitungan pajak. “Meskipun demikian, mesin mobil Honda memang dirancang dengan karakter bertenaga, hemat bahan bakar, sekaligus menghasilkan emisi bersih dengan standar EURO4, sehingga kami optimistis bahwa hasil pengujian tersebut dapat sesuai dengan standar terbaik,” jelas Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy.

Pengujian emisi dan penggunaan BBM, lanjut Billy, masih dilakukan. Untuk itu, dia menyebutkan belum mendapat besaran pajak untuk setiap produk mereka.

PP Nomor 74 tahun 2021 ini dibuat untuk mendukung kebijakan pemerintah mempercepat penurunan emisi gas buang yang bersumber dari kendaraan bermotor dan kebutuhan percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasik baterai dan ekosistemnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sambut Balapan Mandalika, Wisudawan di Lombok Berpakaian Balap

Sambut balapan di Mandalika, wisudawan Poltekpar ikuti wisuda drive thru mengenakan kostum balap.

Kelamaan Parkir Selama Pandemi, Waspada Ban Mobil Alami Flat Spot

Waspada kelamaan parkir bisa bikin ban mobil alami kasus flat spot.

Wuling Formo S Diperkenalkan, Harga Rp150 Jutaan

Wuling Formo S diperkenalkan dan dibanderol dengan harga Rp150 Jutaan.

Honda Jazz: Kisah Berakhir di Februari, Dilepas Mantan Seharga?

Harga Honda Jazz Oktober 2021 di Kota Solo dan sekitarnya.

Harley Davidson LiveWire Tanpa Suara Blar... Lha Pakai Tenaga Listrik!

LiveWire, Harley-Davidson tanpa suara garang karena menggunakan tenaga listrik.

Pandemi, Sekitar 1,5 Juta Pekerja Otomotif Indonesia Selamat dari PHK

Pekerja di industri otomotif indonesia disebut seluruhnya selamat dari badai PHK.

Bidik Pengusaha Kurir, Isuzu Luncurkan Traga Blind Van

Isuzu Indonesia luncurkan mobil untuk mendukung pengusaha bisnis kurir dan logistik.

Masalah Fuel Pump dan ECU, Toyota Recall 2 Jenis Mobil

Toyota recall dua jenis mobil, salah satunya Toyota 86.

Unik, Mobil Listrik Tiga Roda Berbekal Fitur Tambang Kripto

Mobil listrik tiga roda berbekal fitur trading kripto.

Coba Tanya Kakek, Kenal Bus Tua di Kota Solo Ini?

Nostalgia bus tua yang pernah beroperasi di jalanan Kota Solo.

6 Kisah Gagal Nanjak di Karanganyar, Nomor 3 Sulit Dilupakan

6 Kisah gagal menanjak di beberapa medan jalan di Karanganyar.

Kendaraan Serbu Antar Presiden Jokowi, Ganas Juga Spesifikasinya

Spesifikasi kendaraan taktis (Rantis) P6 ATAV V1 atau kendaran serbu segala medan yang ditunggangi Presiden Jokowi di Tarakan.

Daihatsu Ajak Sahabat Bagikan Cerita Terbaik

Daihatsu kembali mengajak Sahabat Daihatsu untuk berbagi cerita melalui program bertajuk Daihatsu Setia: Daihatsu Seiring Waktu.

Setelah Thomas Cup, Bendera Indonesia Tak Berkibar di Sirkuit Mandalika

Bendera Indonesia terancam tak berkibar di Sirkuit Mandalika

Kecelakaan Bos Indomaret: 4 Poin Penting Mengemudi di Sekitar Truk&Bus

Empat poin penting berkendara di sekitar truk dan bus.

Hyundai Kona dan IONIQ Electric, Mobil Ramah Lingkungan yang Kaya Fitur

Dua buah mobil listrik, IONIQ dan Kona Electric, produksi PT Hyundai Motors Indonesia dipercaya menjadi mobil yang ramah lingkungan.